Review Film "Tribhanga Tedhi Medhi Crazy"

 21Juli 2021/ 06.01

Tribhanga

Film India terbaru ini cukup bikin aku deg-degan mau nulisnya nih, soalnya ini soalan perempuan, haknya sebagai perempuan, dan sedikit mirip sama aku nih pemeran utamanya suka menulis. kehidupannya sebagai penulis,tanpa disadari membuat kisah pahit dan manis untuk anak-anaknya seperti tokoh utama dalam tulisannya.

Film yang dibintangi oleh Kajol, Tanvi Azmi, Mithila Palkar, dan Vaibhav Tatwawadi keren sih menurutku. Film ini tuh kalau dipikir-pikir boring dan settingannya cukup sederhana, hanya ada di dalam rumah sakit, di rumah Nayan, itu saja, tapi entah kenapa jalan ceritanya tuh menarik banget, membuat penontonnya betah untuk menunggu sampai durasi film ini habis selama 1 jam 35 menit, cukup sebentar untuk sebuah film India.

Ini bukan film Plot Twist lebih ke film biografi, kisah hidup seorang Nayan dan keluarganya (anak-anaknya) yang dianalogikan dengan arti para tokoh di tarian Odissi. Nayan sang Ibu diibaratkan Abhang , karena dia sangat logis, agak aneh, jenius dan sudah wajar aneh.  Untuk Masha cucu Nayan diibaratkan sebagai tokoh Samabhanga, anak ini seimbang.Sedangkan Anu yang di perankan oleh Kajol adalah Tribhanga yang tokoh ini berkepribadian aneh, tidak wajar,gila tetapi seksi. 

Tiga generasi wanita ini menjalani hidup yang sangat berbeda. Nayan sebagai seorang penulis ilmiah lebih mementingkan kariernya, lebih banyak menulis daripada memperhatikan keluarganya, anak-anaknya. Apa yang dilakukan oleh Nayan bukanlah mantu idaman untuk mertua India nih. Sering sekali terjadi pertengkaran antara Nayan dan mertuanya. Suaminya sangat pengertian, sebenarnya suaminya juga ingin dilayani, pulang kerja diberi minum, tapi dia paham kalau dia menikahi Nayan karena tergila-gila dengan tulisan Nayan, sehingga suaminya memaklumi.

Hati disabar-sabarin akhirnya gak bisa juga nih, saat Nayan mendapatkan penghargaan atas tulisannya dan sedang banyak tamu di rumahnya, mertuanya murka. Mertuanya marah-marah di dapur di dengar oleh koleganya. Masih sama yang membuat ibu mertuanya murka, soalan bagaimana Nayan tidak bisa mengurus rumah tangga, hanya bisa menulis, menulis dan menulis. Nayan marah dan masuk kamar, para tamu pulang.

Nayan bertekad untuk meninggalkan rumah tangganya yang seperti neraka. Nayan membawa kedua anaknya. Nayan pergi, tapi suaminya tidak bisa menahannya sama sekali. Setelah Nayan pergi , suaminya tidak pernah menelpon atau menanyakan dia dan anaknya atau mengajak dia untuk kembali ke rumah. Tidak ada kabar, menghilang begitu saja. Kemungkinan dilarang oleh ibu suaminya, karena merasa tersinggung oleh menantunya Nayan.

Hari berganti hari, Nayan mulai mengenal Vikram, dia menikah lagi, tapi cerita buruk dimulai di sini. Vikram ternyata sering melecehkan Anu, saat itu Anu berusia 14 tahun, dia ingin sekali pergi dari rumah itu, dia ingin sekali tinggal bersama ayahnya, tapi sayang, saat dia menelpon ayahnya, ayahnya berkata untuk sabar dan tinggallah dengan ibunya, Nayan pasti akan marah kalau Anu tinggal bersama ayahnya. Ayahnya takut terhadap Nayan, atau takut terhadap ibunya, entahlah, intinya dalam film ini ayah Anu benar-benar tidak ada usaha untuk melindungi anak-anaknya seperti lepas tangan begitu saja.

Semua cerita ini terkuak karena Milan, fotografer dan penulis yang disewa oleh Nayan untuk menulis autobiografinya. Sejak beberapa tahun lalu, Nayan sudah tidak bisa menulis, tangannya selalu tremor, sehingga Nayan sudah tidak bisa menulis lagi. Nayan menulis berlembar-lembar dengan tangan loh. Karena sudah tidak bisa menulis lagi, Nayan meminta Milan untuk menuliskan  kisah nya, oleh karena itu Milan membutuhkan cerita dari anak-anaknya  Anuradha dan Robindro juga cucunya Masha.

Kehidupan Anu dan Robindro ini semakin kacau. Setelah Vikram pergi dan bercerai dengan Nayan. Kehidupan Anu bertambah runyam karena lelaki Rusia yang menghamili dia suka menyiksa dan memukul. Kalau yang di siksa tubuhnya itu tidak masalah, tapi kalau menyangkut anak yang dikandungnya dia akan menjadi garang. Lelaki Rusia itu akhirnya di usir karena berusaha menyakiti bayi dalam kandungan Anu, Masha.

Kehidupan Anu selalu disokong oleh Nayan, tapi komunikasi mereka tak kunjung membaik. Sampai anaknya lahir, ada keajaiban. Raina datang ke kehidupan mereka. Raina mengajak mereka tinggal bersama, tapi tidak dalam ikatan pernikahan dengan Nayan. Raina bagaikan malaikat, dia membuat Anu, mengenal tarian Odissi dan menjadi penari terkenal dan mendapatkan banyak penghargaan dari tarian Odissi ini, sementara Robindro menjadi budhist yang taat berdoa'a. Robindro sudah sejak lama memaafkan ibunya, karena menurut Robindro semua yang terjadi dengan dirinya sudah diatur oleh alam dan Tuhan, kita sebagai manusia tinggal menjalaninya saja.

Masha hidupnya lumayan lebih bahagia daripada Anu, Masha sekarang memiliki suami dan sedsng hamil, kehidupan keluarga suaminya hampir sama dengan keluarga suami Nayan, tapi kali ini Masha memang menerima keadaan ini dan bahagia dengan keluarganya sekarang, karena menurut dia, dia memiliki orang tua yang utuh. Dia gak mau anaknya nanti merasakan seperti dia waktu di masa sekolah, karena Anu selalu bergonta ganti pasangan, sampai selalu malu jika ada penerimaan rapot, tapi dia gak pernah kasih tahu itu sampai saat Nayan koma di rumah sakit semuanya terungkap.

Moral dari film ini adalah, bener apa kata Robindro, bahwa semua sudha di atur oleh Tuhan dan alam semesta, kita cuma bisa menjalani dan berusaha menerima ketentuannya, juga hars bisa memaafkan kesalahan orang lain dalam kehidupan kita, supaya lebih tenang dalam menjalani hidup, terakhir moralnya, apa yang kita usahakan itu beneran bisa jadi kenyataan, dan kita meninggal sesuai dengan kebiasaan kita. Ini lah kenapa sebaiknya kita banyak melakukan kebiasaan yang baik-baik, supaya saat meninggal dunia meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Tonton sendiri filmnya lebih menarik, karena Kajol bisa banget membawakan film sederhana ini menjadi film yang sarat moral dan mewah menurutku. Baju yang digunakan oleh Kajol juga keren banget full of etnik. 

Kasih tahu ya pendapat kalian tentang film ini di kolom komentar. 



Komentar