Cara Mengajarkan Anak Balita Berhitung dengan Cara Menyenangkan

 2 Mei 2021 / 14.13

Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara


Hari ini Indonesia memperingati sebagai hari Pendidikan Nasional.  Tahukah kamu kenapa tanggal 2 Mei diperingati oleh rakyat Indonesia sebagai  hari pendidikan Nasional? Ternyata tanggal 2 Mei ini adalah hari lahirnya bapak Ki Hajar Dewantara. Kenapa sih sampai segitu bermaknanya sampai tanggal 2 Mei di hari kelahiran Bapak Ki Hajar Dewantara dijadikan sebagai hari pendidikan nasional, sehebat apakah beliau? 

Alasan tanggal lahir Bapak Ki Hajar Dewantara dijadikan bapak pendidikan dan hari lahirnya diperingati sebagai hari pendidikan nasional, karena jasa beliau di bidang pendidikan dapat membuat masyarakat Indonesia dapat mengenyam pendidikan, seperti sekarang ini.

Pada zaman Indonesia di jajah oleh Belanda, hanya anak keturunan Belanda saja yang bisa mengenyam pendidikan, anak pribumi dilarang bersekolah.  Raden Mas Suwardi Suryaningrat adalah nama ningrat Ki Hajar Dewantara yang dimiliki, dia termasuk orang yang dapat privilege untuk bersekolah seperti keturunan Belanda lainnya. Ki Hajar Dewantara masuk sekolah kedokteran Belanda STOVIA, karena sakit-sakitan beliau tidak meneruskan sekolahnya. Tapi Ki Hajar tidak patah arang, dengan penanya dia mengkritisi pemerintahan Belanda yang tidak adil. Kritik tajamnya membuat pemerintah Belanda geram. Ki Hajar di penjara dan diasingkan. 

Setelah bebas bukannya berhenti dan kapok, beliau membuat sekolah yang bernama Taman Siswa. Nama ningratnya dihilangkan menjadi Ki Hajar Dewantara. Taman siswa ini merupakan cikal bakal Sekolah Rakyat. Seluruh rakyat Indonesia dapat bersekolah di sekolah ini. Sejak itulah berkat perjuangan bapak Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan rakyat indonesia beliau di kenang sebagai Bapak Pendidikan dan tanggal 2 Mei hari kelahirannya ditetapkan sebagai hari pendidikan.

Kadang suka sedih ya, kalau melihat anak yang mampu bersekolah tapi malas belajar, atau bahkan ada anak yang kurang mampu dan tidak mau berusaha belajar. Atau ada orangtua yang gak perduli sama pendidikan anaknya karena malas, lebih membiarkan nanti saja saat bersekolah diajarkan sama gurunya, padahal masa pandemi itu kan anak lebih banyak bertemu dengan orangtuanya. Orangtua juga sebagai madrasah pertama untuk anaknya, guru hanya perpanjangan tangan orangtua saja. Untuk mempermudah belajar seseorang sebaiknya memiliki kemampuan dalam membaca dan berhitung. Ini merupakan kemampuan dasar untuk seseorang mudah memahami sesuatu ya kan.

Bagaimana cara mengajarkan anak balita berhitung dengan cara menyenangkan?

Seperti di postingan sebelumnya (10 Ide Permainan Anak ) tentang permainan seru untuk Anak.  Anak itu unik, setiap anak memiliki kelebihan sehingga dalam mengajarkan berhitung tidak bisa disamakan metode pengajarannya. Ada anak visual yang dengan hanya melihat bisa langsung bisa, atau ada yang auditori atau dengan mendengarkan saja langsung bisa atau yang memiliki kemampuan kinestetik belajar berhitung dengan gerakan tubuh. Jadi kalau anak moms sulit belajar berhitung dengan cara hafalan atau manual, ajarkan anak menggunakan konsep atau sambil bergerak dan bernyanyi.

Selain mengetahui cara belajar anak, orangtua juga harus tahu tahapan kognitif anak dalam berhitung.

Anak usia 2-3 tahun, biasanya sudah dapat berhitung sampai 9. Beberapa anak usia 2-3 tahun sudah dapat menulis angka. Mereka juga sudah bisa menghitung benda sampai 5.

Anak usia 4-5 tahun mengenali angka 1-20. Sudah memahami konsep penjumlahan  dan dapat mengitung benda sampai 20.

Anak usia Sekolah Dasar 6-10 tahun. Anak memahami konsep penjumlahan dan pengurangan. Diusia 11 tahun anak mulai memahami cara ppembagian, perkalian dan pecahan desimal.

Cara seru belajar berhitung dengan anak Balita:

Kacang Polong


1. Menghitung Makanan

Menagajarkan anak berhitung dengan cara menyenangkan salah satunya dengan menghitung apa yang dimakan oleh si anak, misalnya taruh dua kacang polong di sendoknya , sebelum dimakan, ajak anak untuk menghitung jumlah kacang polongnya. Atau dengan potongan buah dan makanan jelnis lain seperti biskuit , dll.

Belajar Berhitung dengan Menghitung Buah-buahan


2. Ajak Menghitung Buah

Daripada anak mengacak isi kulkas atau mengacak buah-buahan di atas meja, sebaiknya ajak anak untuk menghitung jumlah buah-buahan yang ada di atas meja. Sekalian mengenalkan jenis buah-buahan.

Belajar berhitung dengan Krayon


3. Gunakan Krayon

Anak-anak biasanya menyukai warna warni. Cara mengajarkan berhitung bisa dengan meminta anak untuk mengambil dua buah krayon, dengan warna sama. Kalau salah bisa diulang dan diajarkan caranya.

4. Gunakan Lagu untuk Belajar Berhitung

Dengan menggunakan lagu akan mudah mengajarkan berhitung pada anak, seperti lagu satu-satu aku sayang Ibu, dan lagu Five Little Monkey. Nyanyikan dengan menggunakan jari tangan sehingga anak tahu bedanya 1, 2, 3,4 dan 5

diambil dari aurabiru.com


5. Menghitung Sepatu di Rak Sepatu

untuk menghitung jumlah sepatunya. Untuk anak yang sudah lebih besar bisa menggunakan cara menghitung jumlah septu yang ada di raksepatu.

Banyak cara untuk mengajarkan anak berhitung. Bisa menggunakan benda-benda di sekitar kita atau yang ada di rumah.  Yang terpenting adalah anak memahami konsep jumlah benda=1,2,3,4 dan 5 itu berbeda. Kemudian bisa diajarkan konsep lebih besar atau lebih kecil. BAnyak cara menuju roma, kenali dulu kelebihan anak dan cari cara kreatif sehingga anak bisa dengan mudah belajar berhitung. Moms punya cara lain mengajarkan anak Balita berhitung, yuk share di komen ya.


Komentar

  1. Berhitung bisa jadi kegiatan menyenangkan buat anak yah. Apalagi anak-anak di usia 5-10 tahun yang rasa penasarannya masih tinggi banget.

    BalasHapus
  2. Bener nih kak . Anak2 jadi merasa nyaman dan menyenangkan kalo berhitung dengan cara seperti ini yaaa.

    BalasHapus
  3. Iya juga yaa kak. Kalo ngajarin berhitungnya dipraktekkan ke benda langsung kyknya bisa lebih mudah dipahami sama anak kecil.

    BalasHapus
  4. Nah bener nih Mba... saya juga menerapkan cara-cara seperti ini di keseharian. Balitaku tertarik banget kl udah diajak menghitung apa saja yang kami temui di rumah hehe... nice share Mbak Anisah

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.