Triana Membantu Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) melalui "Griya Schizofren

 21 Desember 2022/09.00

Triana pemerhati ODMK

"Kami ingin memuliakan sekaligus membantu penyembuhan penderita gangguan jiwa yang selama ini dianggap sebagai aib yang terpinggirkan."

Kalimat ini adalah kalimat yang dipegang teguh oleh Triana Rahmawati seorang wanita lulusan Universitass Negeri Sebelas Maret jurusan ilmu sosial dan ilmu politik ini.  Awalnya Triana dan dua orang temannya Febrianti Dwi Lestari dan Wulandari miris dengan keberadaan ODMK yang tidak digubris. Tanpa mereka sadari mereka terkadang satu angkringan dengan para ODMK dan mereka tidak menyadarinya. Menurut mereka orang-orang ini selayaknya di libatkan dalam berbagai interaksi sosial, karena pada dasarnya mereka juga memiliki kemampuan untuk melakukan beragam aktivitas seperti manusia pada umumnya.

Triana dan teman-temannya juga suka berinteraksi dengan ODMK di RSJ Surakarta, karena indekosnya dengan dengan rumah sakit tersebut. Awal ketertarikannya pun, karena dia merasa setiap orang mempunyai jiwa, maka ada kemungkinan kita juga jika tidak sehat jiwanya akan seperti mereka, dengan membantu mereka, Triana jadi lebih bersyukur karena masih dikaruniai jiwa yang sehat, sehingga berusaha untuk selalu menyehatkan jiwanya.

Tiana memanusiakan ODMK,memberdayakan dan mengedukasi mereka

Berawal dari Program Kreatif Mahasiswa dari UNS, Triana dan kedua orang temannya membuat Griya Schizofren yang bekerja sama dengan Griya PMI. Schizofren disini bukan hanya sebuah nama penyakit tetapi ada singkatannya.  Griya Schizofren (Griya = rumah Sc=Social (komunitas sosial), hi=Humanity (Komunitas yang dibangun karena rasa kemanusiaan),Zo-Zone, fren= Friendly artinya kita membangun proses persahabatan bersama ODMK). Griya ini didirikan pada tanggal 10 Oktober 2012. Griya ini menampung para ODMK yang terlantar atau yang memang dititipkan oleh pihak keluarga karena sudah tidak sanggup lagi mengurusnya.

Menyanyi dan menggambar seru di Griya Schizofren

Kegiatan di Griya ini cukup menyenangkan bagi pada ODMK, seperti bernyanyi, dan mengambar. Para penyandang ODMK ini dimanusiakan dan dianggap orang yang memiliki kelebihan, karena dari hasil gambar mereka, beberapa di cetak dan dijual kembali, untuk tabunagn mereka. Produk-produk hasta karya ODMK ini dapat dilihat di @youthproject.id. Dari hasil penjualan souvenir itu pula akhirnya Triana bisa membiayai program-program yang ada di Griya Schizofren.

Selain membantu para ODMK, Triana juga menyewa  beberapa rumah dekat dengan kampus UNS untuk ditempati oleh mahasiswa yang kekurangan dana. Bahkan beberapa kali Triana membantu para mahasiswa ini dengan mengikut sertakan mereka beasiswa ke luar negeri. Sampai saat ini dia sudah mengontrakan 5 rumah dekat dengan kampus dan ada 38 mahasiswa dan mahasiswi yang juga membantu Griya Schizofren. Menurut triana, jika kita membantu kesulitan orang lain, maka Allah akan membantu kesulitan kita, berawal dari keyakinan ini, Triana meluaskan sayap untuk membantu banyak orang yang membutuhkan.

Salah satu mahasiswi yang ikut diberikan rumah kontrakan membuat program mendongeng untuk naka-anak, karena menurutnya dongeng akan menjadi sarana utama yang baik untuk mengajarkan banyak hal baik pada anak-anak. 

Bernyanyi dan menggambar

Setelah lulus kuliah di tahun 2016, Triana melakukan regenerasi kepengurussan Griya Schizofren, dia lebih fokus terhadap pendanaan untuk Griya Schizofren. Karena tidak jarang ODMK yang ditolak oleh keluarganya dan juga keluarganya tidak memberikan biaya untuk perawatan anggota keluarganya yang ODMK di Griya Schizofren. Padahal tempat mereka memang lebih baik di sisi keluarganya, karena itu akan membuat ODMK jiwanya lebih bahagia, dan pemulihan lebih cepat dibanding berkumpul dengan sesama ODMK yang memiliki keterbatasan.

Pada tahun 2015 Triana mempelajari social enterprise sehingga dia mampu memberikan beasiswa tempat tinggal gratsi pada mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki masalah keuangan dalam menyewa indekos atau yang rumahnya jauh dari lokasi kampus. Para mahasiswa dan mahasiswi yang mendapatkan beasiswa ini  juga berpikir bersama untuk kemajuan Griya Schizofren.

Tahun 2017 Triana mendapatkan penghargaan dari ASTRA, sebagai penerima penghargaan Semangat ASTRA  Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards untuk kategori Kesehatan. Triana dan tim relawan Griya Schizofren selalu mengkampanyekan pada banyak orang bahwa penderita ODMK ini berdaya. Triana dan tim relawannya sampai di undang ke Jepang untuk menjelaskan soal program Griya Schizofrennya. 

Triana memang selalu brilian, tidak puas dengan hanya Griya Schizofren, dia sedang menggodok program membuat kampung ramah jiwa untuk dibuat sebagai tempat edukasi, kolaborasi dan pemberdayaan terhadap ODMK. Selama ini Griya Schizofren masih menumpang di Griya PMI dan makin banyak keluarga yang menitipkan anaknya yang mengalami ODMK di Griya Schizofren. Menurut Triana, keluarga seharusnya menjadi tempat terbaik untuk para ODMK, bukan di titipkan.

Triana sempat merasa ingin menyerah dalam menjalankan programnya, beruntung suaminya selalu mendukung dan menyemangati Triana untuk terus mengkampanyekan programnya, mengedukasi banyak orang dalam menghadapi dan memperlakukan ODMK. Sampai saat ini pasangan ini bersinergi dalam memajukan program membantu ODMK.

Harapan Triana dan para relawan Griya Schizofren ini adalah ODMK bisa dilibatkan dalam interaksi sosial. Semoga menginspirasi kaum muda untuk beraksi sosial dan tidak memandang sebelah mata pada Orang Dengan Masalah Kejiwaan. Pada dasarnya mereka sama-sama manusia yang memiliki jiwa sama seperti kita. 


Komentar