Review Film Mekah I'm Coming

 31 Desember 2021/02.10

Film Mekah I'm Coming

Maju mundur nih,waktu mau nonton film ini. Kayaknya gak bagus gitu,ternyata bagus dong filmnya. Realita banget sama keadaan di masyarakat Indonesia.

Film ini diawali dengan arak2an penyambutan seorang warga yang baru pulang dari berhaji. Malang,mobil yang ditumpanginya masuk ke dalam sawah dan acara menjadi tidak berjalan mulus.

Sudah terkenal di desa tersebut seorang juragan telur asin bernama Pak Soleh,dia memiliki seorang anak yang cantik. Uniknya mereka berdua suka menggunakan bahasa kalbu,saling paham tanpa harus berucap.

Eni nama anak Pak Soleh, Eni cantik dan suaranya merdu,dia penyanyi qosidahan penyambutan haji,bersama Edy. Edy sebenarnya memiliki bengkel warisan bapaknya,tapi entah kenapa sial terus,tidak pernah ada pelanggan yang mau sekedar menambal ban saja tidak ada. Edy dianggap pembuat onar di kampungnya. Mobil yang ingin diperbaiki olehnya selalu rusak.

Karena Edy gak pernah becus,maka Ibunya menawarkan Edy untuk mengubah hidupnya. Dengan cara naik haji,seperti bapaknya yang berhasil naik haji dengan mengirimkan banyak undian hasil menjual kendaraan di bengkel.

Pietoyo seorang petinggi pemerintahan,yang irit bicara,Semuanya menggunakan bahasa isyarat. Eni jelas tidak suka Pietoyo. Film ini cukup unik,mengisahkan tentang sebuah kejujuran. Bahwa kejujuran itu mahal harganya

Saat Edy meyakinkan Eni untuk menikah setelah Edy naik haji.

Ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran dari film ini :

1. Kejujuran

Kejujuran itu mahal harganya. Seperti di film Mekah I'm Coming. Niat hajinya sudah benar, tapi karena agencynya yang menipu, maka bapaknya Eni dan Edy tidak berani untuk mengatakan hal yang sejujurnya. Tapi saat penipuan itu terbongkar akhirnya ayah Eni merestui pernikahanan anaknya dengan Edy , karena mengalai hal yang sama, ditipu agensi.

2. Pernikahan 

Dalam pernikahan yang akan dilangsungkan oleh ayah Eni dengan menikahkan anaknya dengan Pietoyo berdasarkan rasa takut dan tidak mau rugi. Sejatinya pernikahan itu adalah ibadah seumur hidup, jadi sebaiknya diluruskan dulu niatnya, pun Edy dan Eni, bukan hanya sekadar cinta, tapi juga harus ada nilai ibadah di dalam sebuah pernikahan dan visi serta misi yang sama, jadi kelak saat mendidik anak mereka akan lebih mudah.

3. Stop Underestimate

Sebodoh-bodohnya orang, serendah-rendahnya orang pasti ada maksud allah di dalamnya, jadi jangan pernah menghina atau meremehkan oranglain karena fisik atau pekerjaannya, karena sesungguhnya allah sudah menciptakan manusia itu sempurna. Tidak kekurangan suatu apapun, dari satu juta sperma hanya satu sperma yang bisa menembus sel telur, iya kan?

4. Komunikasi

Komunikasi antar anggota keluarga harus terjalin baik, sebaik apapun orang diluaran sana, keluarga adalah yang nomer satu, mereka akan selalu ada buat kita. Cobalah berkomunikasi dengan baik pada seluruh anggota keluarga sehingga apa yang ingin disampaikan dapat dipahami dan dimengerti oleh keluarga kita. Hindari mengedepankan emosi saat berkomunikasi dengan anggota keluarga. Ucapkan, karena gak semuanya bisa seperti Ayah Eni dan Eni saat bicara dari hati ke hati. Keluargamu bukan ahli nujum yang paham maksud dan tujuanmu, komunikasikan dengan baik.

5. Stop Menghujat Tanpa Tahu yang Sebenarnya

Ini sudah sering terjadi belakangan ini, masyarakat yag disebut netijen, dalam sosial media sering merasa sok tahu dan menjadi maha benar dengan menghakimi para artis. Dalam film ini netijennya adalah warga masyarakat yag membully Edy karena ditipu agensi naik haji. Mereka tidak paham bagaimana Edy dan temannya bingung tujuh keliling untuk menyambung hidup di Jakarta dan memikirkan cara untuk pulang tanpa di hujat. Seharusnya pahami dulu baru berkomentar.

Kamu sudah tonton filmnya belum? Kalo belum tonton deh, apalagi kalau yang pernah di tipu agensi haji, pasti gemes banget nonton filmnya kaya flash back, sini yang mau nambahin moral of the story dari fim ini boleh share di komen ya.



Komentar