Seni Berkomunikasi ala Mom Academy

 1 Desember 2021 / 08.22

Kemarin ikutan zoominar Seni berkomunikasi dari Mom Academy selama dua jam seru banget, jadi punya tekad buat konsisten sama satu hal, dn bismillah aku bertekad untuk menekuni dunia suara. Bukan jadi penyanyi yah, kayaknya aku akan seriusin buat dunia suara macam podcast dan voice over deh, bismillah semoga lancar ya.

Narasumber dan hostnya tuh kece badai semua. Ada kak Moniq sebagai host  yang punya kreativitas dalam memadu padankan baju yang ada di rumah dia. Narasumbernya juga jempolan semua, ada kak Zataligouw, Kak Arief Budiman dan artis kesayangan aku Ine Febriyanti. Daging banget ilmu yang dikasih mereka, kayaknya sayang kalau gak aku reshare lagi deh di blog aku. Selain ilmu yang daging banget, motivasi mereka tuh ngena banget di aku.  Sampai ada komitmen aku untuk fokus di dunia suara.

Nara sumber pertama Kak Zataligouw, awalnya kita satu grup di komunitas blogger nih, aku sering lihat dia jadi presenter atau C di setiap acara di beberapa komunitas, atau acara zoominar atau webinar bareng beberapa komunitas, sepertinya kalangan blogger dan komunitas mom sudah tidak asing lagi dengan kak Zataligouw. 

Menurut kak Zataligouw dalam berkomunikasi itu ada seninya. Seni berkomunikasi tertinggi menurut kak Zataligouw adalah mendengarkan. Jika kita ingin di dengar maka lakukan beberapa hal di bawah ini :

1. Clear

Ucapkan apa tujuan dan maksud kita dengan jelas dan to the point, jangan terlalu berputar-putar karena akan membuat orang lain bingung dan menerka-nerka maksud dan tujuan kita.

2. Simple

Sederhanakan kalimat kita sehingga orang jadi lebih paham, minimalisir kata-kata yang ambigu.

3. Listen

Coba dengarkan terlebih dahulu apa yang lawan bicara kita ingin sampaikan. Memang dalam berkomunikasi kemampuan mendengarkan harus terus diperbaiki. Dengarkan , cerna baru menjawab pertanyaan lawan bicara akan membantu kita memahami maksud dan tujuan.

4. Gesture and Feel Then Heart

Coba sesuaikan gesture kita dengan ucapan kita. Walaupun berbahasa dalam media online, tapi gesture dan jika disampaikan dengan hati, maka akan sampainya ke hati juga nih. Mulai sekarang kalau kirim chat, lakukan dengan tersenyum ya, biar perasaannya benar-benar sampai ke penerima chat kita, hehe.

Narasumber kedua adalah kak Arief Budiman dari KVDAI, gegara ada member mom academy depok 1 yang SLDD, aku jadi tahu kalau dia ikutan komunitas keren ini. KVDAI (Komunitas Voice Over, Dubbing, Announcer  Indonesia) lengkap deh mau belajar olah suara kaya gimana bisa nih di sini.

Hampir sama dengan Kak Zataligouw dan kak Ine sepertinya mereka sepakat untuk ilmu berkomunikasi tertinggi dan terbaik adalah mendengarkan. Kak Arief mengutip quote dari Paul T. Rankin (1920) " Cara menjadi pendengar yang baik adalah 42% mendengarkan, 32% bercakap, 15% membaca dan 11% menulis".  Sekarag kamu banyak mana? mendengarkan atau bercakap?

KAlau kak Zataligouw menyampaikan tentang seni berkomunikasi, kalau kak Arief lenbih menenkankan pada penyampaiannya, beliau ini adalah seorang penyiar radio RRI, jadi sudah terbiasa dalam menyampaikan pesan dengan tempo suara sedang dan suara yang renyah. Para moms di challenge untuk bisa menangkap informasi apa saja yang disampaikan oleh Kak Arief.  Ternyata dengan cara tadi hanya sedikit yang didapat oleh para moms informasinya. 

Itulah kenapa Kak Arief bilang sebaiknya gunakan rasa saat mengucapkan informasi, sehingga sampai ke pendengarnya dengan baik. Perhatikan tempo ( kecepatan dalam membaca informasi), intonasi dan penekanan suatu kata dalam sebuah kalimat, sehingga orang lebih aware dengan info tersebut. Bagaimana seorang penyiar menyampaikan informasi pada pendengarnya, bagaimana kak Arief memberitahu pendengar dan mengaitkan sebuah lagu dengan kalimat pengantar lagu. Semua butuh latihan. Setiap orang memiliki gaya siaran yang berbeda, ada yang membaca skrip dengan tanda bergaris atau seperti kak Arif cukup dengan pointer apa saja yang akan disampaikan selama siaran, dia bisa menyampaikan dengan baik. Awalnya ditulis, tapi karena sudah biasa semuanya mengalir begitu saja. Jadi gunakan rasa dan perbanyak mendengar.

Narasumber ketiga adalah Ine Febriyanti. Siapa yang gak kenal sih sama kakak yang satu ini, udah cantik pinter akting, wah udah deh keren pake banget. Gegara mba Ine juga nih, aku langsung termotivasi untuk fokus berkatya, untuk fokus mendalami bidang suara ini.

Menurut mba Ine setiap orang punya kelebihan dalam berkomuikasi, seperti ini:

1. Mind Center

Kelebihan orang -orang seperti ini bisa berkomunikasi dengan mengedepankan logika dan kemampuan akademiknya, kasarannya bahasnya intelek.

2. Kinestetik

Ada orang yang mudah berkomunikasi dengan gesture atau melekatkan tangannya pada lawan bicara.

3. Feel Center

Ada yang berkomunikasinya ini dengan rasa, dari hati dan ekspresif sekali dalam berbicara.

Kamu tipe yang mana? KArena semua orang memiliki kelebihan berkomuikasi yang berbeda, itulah kenapa ilmu bekomunikasi tertinggi adalah berusaha meenjadi pendengar yang baik. Ingat ya, mendengar bukan hanya iya tahu, tapi benar-benar dipikirkan dan diresapi ke hati untuk kemudian kita bisa menanggapinya dengan lebih baik.

Ine Febriati mengalami kegusaran saat bermain sinetron, dia merasa perannya atau aktingnya tidak berkembang, sehingga dia masuk ke sekolah teaternya WS Rendra. Sejak itu dia lebih menyukai mendalami seni teater atau hanya mau bermain film layar lebar tidak mau terlibat tayang di sinetron. Ine mendengarkan jiwanya, dia merasa kalau seni peran itu panggilan jiwanya, sehingga dia membuat Art Center yang berisi cara belajar akting dan menari, segala hal yang berbau seni.

Ine juga mengatakan bahwa, komitmen apa yang sudah diputuskan oleh hidup kita, lakukan yang terbaik, tidak harus terkenal, selama apa yang kita lakukan bermanfaat untuk sekitar kita, maka itu adalah baik. Mulailah konsisten berkarya, sehingga orang tahu siapa kamu, dan mengenalmu dengan karya-karyamu, luar biasa bukan?

Beberapa tips keren, terangkum dari pertanyaan peserta keren juga nih. Saat kita menjadi seorang MC, seorang aktor, bahkan dalam kehidupan sehari-hari, akan lebih baik jika saat kita mengucapkan terimakasih, selamat datang , tolong, atau sapaan, lakukanlah itu dari hati, agar sampainya juga ke hati. Jika merasa gugup saat naik di atas panggug, tatap mata penonton, lihat audiencenya dari kalangan mana, dan harus percaya diri, karena penonton bisa melihat kalau kita terlihat grogi, sebaiknya percaya diri dan tersenyum ya, saat lupa dialog atau kaa-kata yang ingin diucapkan di atas panggung.

Tips dari Kak zataligouw supaya kalau kita basa-basi dengan orang lain tidak terlihat basi, salah satunya dengan melakukan basa-basi yang netral, seperti memuji makanan, dan lain-lain. Stop untuk bahas soal keluarganya, atau minimal menyapa apa kabar, jadi kalau ketemu teman atau orang baru jangan menghindar ya, nanti dibilang sombong kan juga gak enak ya kan? sapa aja, sapa yang netral, hehe. 

Cara berkomunikasi dengan anggota keluarga kunci utamanya adalah dengarkan apa yang mereka ingin sampaikan, kemudian, respon dari hati dan gunakan gesture dan libatkan rasa saat menyampaikan pada anggota keluaga kita, insyaallah nanti sampainya juga ke hati. Intinya untuk bisa berkomunikasi dengan baik dengan anggota keluarga, kita harus lebih abnyak mendengarkan.

Nah, apapun itu, please be komitmen dan konsisten dengan apa yang sudah kamu putuskan. Kalau aku komitmen untuk fokus di dunia suara, doakan ya. Amiin.



Komentar

  1. ah ini infonya bermanfaat sekali, emang kadang suka bingung kalo ketemu temen lama yang sebenernya nggak deket2 banget, nggak nyapa takut dibilang sombong, nyapa juga bingung mau basa basi apa hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha,bener nih,sapa yang netral aja kaya apa kabar? hindarin pertanyaan yang bikin malu,hehe.

      Hapus
  2. Bermanfaat banget infonya. Pelajaran berharga buat aku agar bisa berkomunikasi baik dengan berbagai macam orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga masih harus banyak belajar memahami orang lain kak,semangat kita belajar memperbaiki diri terus menerus ya 🤗

      Hapus
  3. Seni berkomunikasi tertinggi itu mendengarkan ya,Kak. Memang terkadang kita kebanyakan lebih sering bicara tanpa suka mendengar orang lain. Dari sini komunikasi bisa berjalan lancar jika ada timbal balik ya,mau bicara dan mendengar juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes kudu seimbang,kalo gak,nanti lawan bicara kita kabur ya,hihi.

      Hapus
  4. Wah seru sekali acaranya, banyak ilmu yang bisa diserap. Thank you kak udah mau berbagi ilmunya disini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 kak Tuty,iya biar pahalanya ngalir yah,jadi deh beebagi🤗

      Hapus
  5. Semoga lancar ya mba meniti karir di dunia suara, ikut mendoakan yang terbaik.

    Nah ini dia, seni mendengarkan perlu dipahami oleh banyak orang. Sudah tersirat dari jumlah anggota tubuh kita, telinga ada dua untuk mendengarkan, sedangkan mulut hanya 1 untuk berbicara. Simbolisme bahwa kita disarankan untuk lebih banyak mendengarkan, hanya saja kejadiannya di dunia nyata sebagian besar lebih 'pintar' untuk berbicara tanpa mau bersungguh-sungguh mendengarkan.

    Saya pun masih harus banyak belajar untuk listening dan understanding ini sebelum berkata-kata. Sulit nih ilmunya untuk dikuasai secara cepat. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak,kakak juga suskses ya. bener nih suka bawaannya pengen komen aja yak,hehe.

      Hapus
  6. Setuju banget sama kalimat Kak Arief yang "Sebaiknya gunakan rasa saat mengucapkan informasi, sehingga sampai ke pendengarnya dengan baik."

    Percuma kita punya informasi yang lengkap tapi gak bisa menyampaikan informasinya dengan baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah,bener banget, kadang karena sudah kebiasaan atau dikwjar deadline jadi aja swh mengerjakannya tanpa rasa,gak ada fwelnya gitu.

      Hapus
  7. Emang salah satu kunci sukses komunikasi yang baik adalah jadi pendengar yang baik. terlebih lagi pada suami, anak dan anggota keluarga lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah,ini sebenernya pwer terbesarnya ya kak.

      Hapus
  8. Mind center yang biasa Mpo bahas. Wkkk jangan pada bosen aja ngobrol half serius

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaa,seru emang kalo ngobrol ama mpo mah sersan,kangen dah mpo kagak ketwmuan di event,hehe.

      Hapus
  9. mendengarkan ini tidak semua orang bisa dan mau lakukan, lebih banyak menjudge saat berkomunikasi tanpa mendengarkan lebih dahulu, ah tipsnya mengingatkan saya jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama kak,saya juga masih belajar untuk lebih mendengarkan.

      Hapus
  10. Yaa kita dinerikan dua telinga oleh Tuhan memang fungsinya lebih banyak mendengar dan sedikit bicara tapi sering sebaliknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes bener banget ya kak,sekarang biar bisa sesuai pengendalian diri yak,hehe.

      Hapus
    2. semangat twrus belajar kak,akupun bwgitu.

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.