Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia Menuju Syariah dan Mengedepankan 4 Pilar Utama Dalam Prosesnya

 19 Desember 2021/ 00.33

Day 2 APLI Talkshow

Asosiasi Penjualan Indonesia menuju ke arah syariah sesuai dengan keinginan Bapak Presiden Jokowi dalam artikel berjudul "Jokowi : Indonesia Harus Menjadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia". Penduduk Indonesia mayoritasnya adalah muslim, dengan fakta tersebut maka untuk menjadikan Produk Penjualan Langsung Indonesia menjadi berbasis syariah sepertinya bukanlah hal yang sulit. Untuk saat ini ekonomi syariah di Indonesia sudah masuk ke 10 besar.

Hari ke-2 di APLI Talkshow pembicara yang hadir hanya dua dari tiga narasumber. Narasumber dari BPOM berhalangan hadir, sehingga narasumbernya dari MUI dan Pengurus APLI.

Diskusi soal PP no. 29 tahun 2021 dan UU
                         no. 33 tahun 2014

Dewan Syariah Nasional MUI Bapak Bukhori, menyatakan bahwa APLI sudah bekerjasama cukup lama dengan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia ini. APLI aktif melakukan forum grup diskusi dan juga berkolaborasi dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia untuk membuat produk yang dijual di APLI beserta sistem yang ada di APLI menjadi sistem yang syariah.

Produk yang halal dan Sistem syariah dalam suatu perusahaan sudah di atur di Undang - Undang  no. 33 tahun 2014 berisi tentang jaminan produk halal.  Pemerintah mengamanatkan bahwa semua produk yang dijual di Indonesia harus halal. Semua produk dan hotel syariah ini harus mendapatkan sertifikasi halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Beberapa negara sudah mulai tertarik dengan produk-produk halal di Indonesia, mereka mulai tertarik dengan produk makanan dan kesehatan juga spa, untuk menjadi halal. Ada hotel syariah, ada MLM syariah ada spa syariah, ada travel syariah. bahkan ada yang ingin punya perusahaan sistemnya syariah (tidak ada riba, tidak ada sogok meyogok, tidak ada riswah). Kenapa produk halal dan sistem syariah menjadi penting belakangan ini di Indonesia? karena kebutuhan masyarakat pada produk halal semakin meningkat, karena masyarakat tahu jika sudah halal pasti baik. Selain itu sistem syariah yang mulai di canangkan ini juga sifatnya adil, tidak ada yang terdzolimi dalam transaksi jual beli yang berlangsung.

4 langkah utama yang difokusan pemerintah kita dalam rangka mencapai cita-cita bahwa negara Indonesia akan dijadikan pusat halal dunia  :

1. Penguatan Halal Value Chain

2. Penguatan Sektor Keuangan Syariah

3.Penguatan  Sektor Usaha Mikro  Kecil dan Menengah (UMKM)

4. Penguatan di Bidang Ekonomi Digital.

Di dunia belum ada standar MLM atau Direct Seling  Syariah, baru ada di Indonesia. Dilakukan standar supaya bisnisnya tidak membohongi orang, tidak ada riba, dll. Ini ada dalam Dewan Syariah Nasional MUI. 

Sektor halal yang digenjot oleh negara adalah makanan, kesehatan, museum, kosmetik, pendidikan, spa, mall, desa wisata halal. Semua akan diberi sertifikasi halal. Bagaimana dengan perusahaan Direct Selling? Indonesia akan membuat sistem MLM syariah, Dewan Syariah Nasional sedang membuat PLBS (Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah), sehingga dapat diakses oleh perusahaan di Indonesia dari segala bidang usaha. 

Apa yang bisa di syariahkan dari perusahaan Direct Selling?

Ada dua hal yang bisa membuat sebuah perusahaan masuk ke dalam kriteria syariah, yaitu :

1. Produk

Produk yang dijual oleh perusahaan Direct Selling,berupa produk-produk yang halal dan sudah terjamin aman untuk kesehatan dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan makanan)

2. Sistem dalam perusahaan Direct Selling harus memenuhi kriteria syariah. Berkaitan dengan Perusahaan Direct Selling bagaimana standar nya sebuah perusahaan Direct Selling menjadi syariah?

A. Tidak boleh ada passive income ( walaupun sudah diposisi tertinggi, tapi tetap melakukan pembelian di store terdekat bukan menunggu hasil dari membernya..

B. Ghorror, ini adalah penerimaan bonus yang tidak jelas.Seperti jika berinvestasi di proyek A  akan mendapatkan keuntungan setiap harinya 3%, 

C. Tidak melakukan transaksi riba, dalam hal ini sebaiknya memperhatikan apakah perusahaan Direct Selling  tersebut benar-benar menjual produk halal atau tidak, dan sistem usaha direct sellingnya harus memenuhi kriteria syariah. 

D. Tidak menghalalalkan segala cara , sehingga bisa mendzolimi orang lain.

Ada 12 hal kriteria produk halal : 

kriteria produk halal 1-6


Kriteria produk halal 7-12

Apa itu penjualan langsung berdasarkan PP No. 29 tahun 2021?

Sistem penjualan langsung adalah sistem penjualan BARANG tertentu melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh penjual langsung yang bekerja atas dasar komisi dan atau bonus berdasarkan hasil penjualan terhadap konsumen.

Dalam peraturan Pemerintah juga disematkan Hak Distribusi Eksklusif pada perusahaan penjualan langsung. Hak distribusi Eksklusif adalah hak untuk mendistribusikan barang yang dimiliki hanya oleh 1 perusahaaan dalam wilayah Indoneaia yang didapatkan dari perjanjian secara langsung maupun tidak langsung dengan pemilik hak distribusi merk dagang atau dari kepemilikan atas merk dagang.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan Direct Selling mendaftarkan produknya ke  BPOM RI, dengan kategori obat tradisional, Suplemen Kesehatan, pangan dan Kosmetika. Setelah mendapatkan izin edar maka perusahaan tersebut bisa langsung melakukan direct selling. 

Menurut Ibu Andam, Ada 4 hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli produk atau didistribusikan ke member,yaitu :

1. Kemasan, kalau kemasannya masih baik, segelannya juga masih baik, maka produk tersebut sudah layak digunakan.

2. Label, dalam label pasti kamu akan menemukan banyak hal informatif dari mulai nama produk, komposisi, kegunaan, dosisi/ cara penggunaan,peringatan danperhatian untuk kodisi kesehatan tertentu,Informasi lain seperti anjuran penyimpanan)

3. Nomor Izin Edar, pastikan produk sudah terdaftar di BPOM. Ada nomer registrasi dan ijin edarnya

4. Kadaluwarsa, Pastikan produk tidak lewat tanggal kadaluarsanya.

Sebelum suatu produk beredar maka harus diregitrasikan terlebih dahulu di BPOM RI, meliputi :

1. Safety : kemanan Suatu Produk

2. Efficacy : Keefektifan atau Kegunaaan suatu produk

3. Quality : Mutu

4. Labelling : penandaan pada kemasan.

edukasi untuk masyarakat.

Cara cerdas memeli produk dari perusahaan Direct Selling 

1. Belilah produk langsung pada mitra perusahaan

2.Produk dilarang di jual di market place, apatik dan Kaki Lima

3.Ada jaminana pengmbalian produk

4. Mendapat konsultasi dan pembinaan serta penggunaan produk secara gratis

5. Ada jaminan mutu,dipastikan produk yang dibeli adalah produk asli.

Gambar edukasi

4 pilar utama dalam menjalan kan usaha bisa di lihat di sini :


Tayangan lengkap nya di Day 2


Jika ingin baergabung dalam perusahaan Direct Selling, perhatikan dulu beberapa hal yang sudah disebutkan di atas, jika ada satu terlewat sebaiknya  tunda untuk bergabung,kecuali perusahaan Direct Sellingnya sedang dalam proses melengkapi beberapa syarat hang disebutkan di atas.



Komentar