APLI Indonesia Talkshow " Hati- Hati Dalam Berinvestasi

 17/12/2021 12.24

Day 1 APLI Talkshow bersama narasumber,pengurus APLI dan Blogger - Vlogger

Pernah gak kamu dengar di radio atau melihat acara  berita di televisi tentang korban penipuan investasi atau pinjaman online? Biasanya korbannya lebih banyak kaum hawa ketimbang kaum Adam,apa pasal? karena banyak kaum hawa yang mudah tergiur dengan hasil maksimal tanpa usaha yang optimal. Tidak semua,tapi jumlah kaum hawa yang tertipu dengan investasi bodong,jumlahnya lebih banyak.

Bukan meng-under estimate kaum hawa tapi di banyak kasus,kaum hawa biasanya lebih suka berinvestasi tanpa bilang ke suami dan bisa sebagai uang tambahan,atau untuk bayar sekolah anak atau menutupi kebutuhan pokoknya,iya kan? ceritanya mau surprise sama suami,atau mau buktiin bisa berpenghasilan,sayangnya jadi kurang teliti sama hal-hal berbau investasi. Kalau investasinya legal terdaftar di badan OJK tidak masalah,tapi kalau sebaliknya,duit hilang,surprisenya beneran bikin suami jantungan,karena investasi ilegal biasanya bukan saja modalnya hilang,tapi jadi makin banyak hutang bertumpuk,ngeri kan?

Selama 3 hari dari tanggal 15-17 Desember 2021 aku ikutan Event APLI Talk Show dalam rangka mensosialisasikan beberapa kebijakan dan salah satunya di hari pertama ini tentang cara membedakan investasi yang legal dan investasi ilegal. Ada Narasumber dari Satgas Waspada Investasi (Bapak Tongam L. Tobing) Bareskrim POLRI (Bapak Wawan Muliawan,SH, MH) ,Bappebti (Bapak Tirta Senjaya) dan dari Pengurus APLI.

APLI Talkshow

Menurut Bapak Wawan dari Bareskrim,banyak korban investasi ilegal yang merasa malu untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada para korban. Selain takut dianggap bodoh,juga di awal-awal investasi,mereka masih merasakan keuntungan yang menyenangkan dari investasi mereka,baru serelah beberapa bulan,setelah investasi kedua dan ketiga,uang mereka habis,tidak ada lagi keuntungan seperti yang dijanjikan di awal. 

Para korban biasanya menutup diri dan tidak share ke keluarganya,baru setelah usahanya bermasalah mereka mulai kelimpungan, sebagian melaporkan ke pihak berwajib sebagian memendam masalah ini sendiri sampai akhirnya melakukan hal-hal yang tidak seharusnya, seperti bunuh diri, atau berhutang kanan-kiri, miris. 

Untuk masyarakat sebaiknya berhati-hati dalam berinvestasi karena jika salah dalam berinvestasi atau bergabung dalam perusahaan direct selling, maka akan terus terjebak dalam lingkaran setan, secara mudahnya masyarakat bisa melihat perusahaan direct selling adalah perusahaan yang melakukan usaha tidak hanya Get Member, tapi juga ada produk yang dijual dalam proses usahanya. Jika ada direct selling yang mengutamakan mencari member baru saja tapi tidak ada produk yang dijual, ini patut di curigai. Selain itu jika suatu perusahaan memberikan iming-iming hasil yang lumayan besar dengan usaha yang sangat tidak opimal ini juga harus dicurigai, karena bisa jadi investasi ini ilegal.

Modus Investasi ilegal semakin marak, kita harus benar-benar berhati-hati jika tidak ingin terjebak dalam pukat harimau mereka. Modus ini bisa menggunakan media sosial seperti kegiatan like dan view post di media sosial dengan sistem penjualan langsung atau paket member dan referal contohnya : Tiktok Cash, Batu Vulkanik, Goins dan Like n Share. Selain itu ada juga Jasa pengisianisi ulang pulsa dengan memberikan bonus berjenjang, contohnya : KH Pulsa, PT. Citra Travelindo Jaya , Pay2pay, PropanaReload,Kios pulsa, dan masih banyak lagi. Kegiatan E-commerce juga harus hati-hati karena kegiatan E-Commerce dengan sistem penjualan langsung seperti yang dilakukan oleh PT. Nunggal Tali Roso ( NETERO) dan PT. Caturkerta Raharja (Belilapak.id). Beberapa contoh perusahaan tersebut diatas perlu berhati-hati dalam berinvestasi di dalamnya karena beberapa perusahaan tersebut melakukan modus investasi ilegal dengan sistem member get member, tapi produk yang dijual apa tidak jelas.

Masyarakat perlu tahu soal investasi ilegal

Menurut Bapak Tongam L. Tobing Ketua Satgas Waspada Investasi Ciri-ciri Investasi Ilegal adalah berikut ini :

  1. Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat.
  2. Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru " Member Get member"
  3. Memanfaatkan tokoh masyarakat atau tokoh agama atau publik figur untuk menarik minat masyarakat dalam berinvestasi.
  4. Klaim tanpa resiko
  5. Legalitas yang tidak jelas  seperti tidak memiliki ijin usaha, memeiliki izin lembaga ( PT, Koperasi, CV, Yayasan, dll) tapi tidak mempunyai izin usaha dan memiliki izin kelembagaan dan usaha namun melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izinnya.
Nah, dari ke-5 ini hendaknya masyarakat lebih aware dalam berinvestasi atau bergabung dalam perusahaan direct selling agar tidak tertipu atau bahkan menipu orang lain ke depannya.  Percaya deh, usaha yang tidak jujur tidak akan membawa keberkahan hanya akan membawa kesialan saja.

Berikut ini adalah kendala bagi pejabat berwenang utuk menindaklanjuti kasus investasi ilegal yang beredar di masyarakat :
  1. Belum adanya laporan dari masyarakat dikarenakan, masih banyak yang malu atau tidak ingin masalah keuangannya diketahui orang lain atau masih merasakan keuntungannya dari investasinya.  
  2. Sulitnya mengaudit prospek perusahaan
  3. Dibungkus dalam bentuk keperdataan
  4. Banyaknya masyarakat yang terlibat (Tokoh masyarakat, selebritis, tokoh agama)
  5. Pelaku yang tidak koperatif
  6. Pelaku yang menyembunyikan kejahatannya
  7. Belum adanya payung hukum
Alangkah baiknya jika ada kerjasama dari masyarakat sehingga hal-hal yang merugikan ini bisa segera di tindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.

Sementara itu, maraknya investasi ilegal ini diperburuk dengan Robot Trading, bagi beberapa pialang saham yang tidak berkompeten menggunakan robot untuk bisa memantau aktivitas trading, karena robot ini bisa digunakan selama 24 jam. Hanya saja efek parahnya uang investor bisa hilang semua jika kalah atau salah dalam berinvestasi. Jika ada satu perusahaan yang menjual robot untuk alat dalam perdagangannya perlu di waspadai, apalagi jika kita tidak diberikan file bootnya, maka investasi kita , bisa di salah gunakan oleh si penjual jasa robot trading tadi. 

Ngeri ya, jadi sekarang jika ingin berinvestasi atau mulai berbisnis dalam direct selling harus berhati-hati, seperti yang dijelaskan oleh Bareskrim soalan robot trading di bawah ini :


Kalau ingin melihat tayangan full dari Talkshow APLI Day 1 bisa di lihat di sini :
(APLI Talkshow  day1)


Yuk saling ingatkan teman,saudara untuk.tidak menjadi pelaku dan korban dari investasi ilegal.
Jika ingin bergabung dengan perusahaan Direct Selling pastikan perusahaan tersebut sudah tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).




Komentar