Vaksin "Sinovac" Pertama si penderita Asma

 22 Juli 2021/5.50

Sesudah Vaksin pertama Sinovac

Sebenarnya aku maju mundur nih untuk vaksin, karena banyak berita yang bertebaran, ini dan itu. Ada yang bilang vaksin bagus, ada yang bilang vaksin itu malah nambah-nambahin sakit, duh pusing banget kan.Terus ada berita soalan vaksin menjadi tiket untuk setiap orang pergi kemana pun dan dapet identitas seperti SIM dan STNK. Langsung kepikiran untuk harus vaksin, daripada gak bisa kemana-mana. TApi tetap masih ragu karena aku punya penyakit asma. Ada yang bilang gak baik buat vaksin kalau punya penyakit asma, ada yang bilang gak masalah asal lagi gak kambuh, makin bingung aja kan.

Suamiku juga sama galaunya. Dia punya asma juga tapi gak separah aku, kalau aku harus sedot seretide, kalau suamiku cukup tidur aja, asmanya atau mengiknya hilang. Suamiku diwajibkan untuk vaksin dari kantornya. Gak ada ancaman akan dipersulit sih pekerjaannya, cuma jadi kembali berpikir nanti gak bisa pergi kemana-mana kalau gak punya kartu vaksin, akhirnya yang tadinya menolak suamiku mengiyakan untuk vaksin. Sebenarnya selain itu ada hal yang membuat suamiku akhirnya mau vaksin nih. Salah satunya karena berita yang menyebutkan bahwa vaksin membuat herd immunity dengan di vaksin jika terpapar virus Covid19 maka akan lebih ringan dampaknya. Salah duanya karena temen suamiku di kantor yang protokol kesehatannya dijaga banget, kena juga. Akhirnya suamiku mau di vaksin. 

Saat suamiku mau di vaksin aku mikir nih, aku di vaksin dimana ya, gawat kalo gak bisa kemana-mana nih, mulai deh aku stres nih. Untung aku pake Gokil Max loh jadi bisa cari informasi sebanyak-banyaknya nih, bisa cari hiburan juga sambil nonton drama Korea gitu, murah banget dan unlimited nya bikin bahagia, lumayan ngurangin stres soalan aku vaksin dimana. Semua kartu perdana Gokil Max memiliki kuota nasional, kuoata lokal dan extra kuota. Bedanya kuota lokal ini, kuota yang bisa digunakan di salah satu area, misalnya Depok, keluar dari kota Depok, kuota ini gak bisa dipake lagi, tapi gak usah khawatir karena ada kuota nasional, yang serunya juga ada ekstra  kuota juga nih. Gokil Max terbagi 3 macam Gokil Max 9 GB, Gokil Max 21 GB, Gokil Mav 36 GB. Masa aktif kartperdana pasca bayar ini mencapai 60 hari, hanya saja masa aktif paket internet bawaannya mencapai 30 hari saja.  Selain itu ada Rejeki Wow periode 2 nih, kalau mau ikutan Rejeki Wow periode 2 ini caranya gampang banget. Setelah kamu beli kartu perdana Gokil Max, langsung aja download aplikasi  MySmartfren, dari aplikasi ini kamu bisa ikutan Rejeki Wow periode 2  dan mendapatkan banyak hadiah seperti REDMI 8 A Pro, MiFi M6X, dan V. DATA 30GB. (2gambar).



Setelah menyiapkan berkas untuk dibawa suamiku buat vaksin tanggal 12 Juli 2021 aku pasrah deh, nanti aku cari lagi deh bisa vaksin dimana. Sewaktu sudah siap-siap untuk tidur, suamiku mendapatkan pesan dari bosnya, bahwa vaksin bisa membawa istri, asal membawa kartu keluarga. Awalnya ragu, karena beberapa hari belakangan aku agak kurang sehat setiap pagi dapet serangan asma, sepertinya sih karena sudah mau dekat datang bulan dan stres gak di sadarin nih, suka gitu aku. Jadi asma yang aku miliki ini biasanya kambuh karena cuaca atau debu bahkan bisa jadi karena ada yang dipikirkan terlalu berat bisa menimbulkan kambuh asmaku. 

Asma yang aku derita dari usia 5 tahun ini awalnya karena waktu itu aku sedang main petak umpet dibelakang mobil yang tiba-tiba menyala dan mengeluarkan asap hitam. Ingat sekali aku sejak itu, aku bolak balik ke rumah sakit Persahabatan untuk melewati serangkaian tes dan dilarang minum es, dikasih minum rendaman air sirih ddan gula batu sama bude, cuma daging kelelawar aja nih yang belum di coba. Sebenarnya bibit asmaku ini sudah ada dari nenekku, tapi mungkin asap hitam itu pencetus aku kambuhan ya asmanya. Dulu asmaku kambuh kalau kedinginan dan minum es. Semakin dewasa pola kambuhnya semakin beragam, bisa karena debu, AC, minum es dan sekarang setelah menikah kambuh kalau mau datang bulan. 

Dulu aku masih pake ventolin, dan dipaksa untuk bersin supaya cairan yang menghambat saluran pernapasanku bisa keluar dan tidak merasa sesak lagi. Apa sih bedanya saluran pernafasan orang normal dan asma? Pada  orang yang tidak mengidap asma, saluran pernnafasannya bulat sempurna, sehingga oksigen masuk ke alveoli dengan lancar, sementara bagi penderita asma bentuk saluran pernafasannya berbentuk bintang, sehingga masuknya oksigen ke alveoli lumayan terhambat.

Menjelang masuk ke usia kerja, setelah lulus kuliah, semakin banyak nih beban pekerjaan dan asmaku mulai berubah ke psikologis sebagai pemantiknya. Aku mempunyai dokter khusus dr. Lusi yang memang ahli paru. Aku mengikuti sarannya dan akhirnya mengikuti penelitiannya, dari beliau lah aku mengenal seretide. Seretide adalah salah satu obat terapi asma yang aman untuk ibu hamil dan menyusuin karena sifatnya bekerja langsung ke pernafasan kita, membuka jalan di saluran pernafasan yang berbentuk bintang, untuk kembali ke ukuran normal dan menjadikan jalan oksigen lebih lancar ke alveoli sehingga bisa bernafas lega. 

Aku disarankan menggunakan seretide saat serangan ataupun tidak, beliau memberiku gratis untuk penelitiannya. Harganya lumayan mahal, untuk satu seretide bisa seharga 250 ribu-an, sekarang sudah hampir 300 ribu-an. Alhamdulillah, tapi aku bertekad untuk gak ketagihan atau ketergantungan sama obat ini, walaupun ini relatif lebih anman daripada ventolin, asma soho dan obat suntik saat serangan asam datang. Aku pernah coba ventolin sejak usia 5 tahun, menjelang remaja itu gak bagus untuk detak jantungku, setiap habis menyedot ventolin yang katanya berisi Oksigen jantungku berdebar kencang, sementara Asma Soho obat yang berbentuk pil ditelan, gak mempan, aku tetap merasa sesak napas.Obat suntik, aku belum pernah, entah itu pernah diberikan waktu aku serangan asma hebat atau tidak. Sementara seretide, sekali sedot 2-3 menit aku merasa pernafasanku kembali normal, makanya itu harus terus ada di rumah, apalagi masa pandemi gini ya.

Dua kali aku pernah serangan parah, mulai usia kerja serangan psikologis lebih sering mendera, kadang aku gak cerita masalah sama siapa-siapa akhirnya asmanya kambuh. Waktu itu tengah malam aku gak kuat lagi, gak bisa napas, pas banget seretidenya habis dan belum beli. Maunya sih gak aku pedulikan nih, tapi beneran sulit banget nafasku, akhirnya aku diantar ke dua orangtuaku ke RS. Hermina Depok untuk di uap. Dua jam kemudian sudah bisa pulang dan diberi obat. Karena pengalaman ini aku sampai membeli Alat uap merk Omron untuk berjaga-jaga jika kambuh di rumah. Pernah juga nih serangan di rumah tapi masih bisa diatasi.

Yang lebih parah waktu ibuku lagi dinas di luar kota, cuma ada aku , bapakku dan pembantu ku yang pulang pergi. Aku lupa apa pemicunya, kalau gak salah habis berdebat sama Bapak soalan jodoh kali ya, aku agak lupa nih. Saat itu aku beneran gak bisa napas, seretide abis juga nih kondisinya waktu itu. Aku udah gak kuat lagi sesak banget, biasanya kalau sudah begitu akan nyaman kalau ada ibu, tapi ibuku sedang dinas di luar kota, dibantu pembantuku duduk dan atur napas, tetap aja masih susah banget, bahkan sampe gak bisa ngomong. Bapakku sudah panik akhirnya menyewa angkot untuk pergi ke RS. Hermina Depok, aku nyeker. Sampai di depan ruangan UGD udah gak ada cerita daftar atau apa, aku setengah berlari masuk ke UGD dan kasih isyarat kalau aku gak bisa napas. Perawat langsung menaikkan aku ke atas kasur untuk diberikan obat dan uap. Ibuku pulang dari luar kota buru-buru, aku tenang aja kalau sudah melihat Ibu dan adik laki-lakiku, wakt itu adikku kerja bareng sama ibuku. 

Jadi nostalgia soalan asmaku yang kambuh parah ya, semoga gak kambuh-kambuh lagi dan insyaallah selama ada seretide aman. Karena alasan itu makanya aku maju mundur untuk vaksin, tapi mumpung gratis, bismillah aja deh aku vaksin di kantor suamiku. Aku minta restu Ibu sama Bapak buat vaksin, minta di doakan biar aman-aman aja. Sempat dilarang sih, tapi aku meyakinkan bahwa aku akan baik-baik saja. Kalau sampai lokasi gak boleh aku gak akan lanjut untuk vaksin, sekalian nemenin suamiku yang juga takut nih sama jarum suntik, hehe.

Naik transportasi online,tadinya mau nyetir sendiri,gaya banget,hehe.

Kami kebagian jam 2 siang, karena pagi harinya diutamakan untuk para bos kantor dulu nih. Berbekal tanya-tanya teman, alhamdulillah tambah berani deh, karena menurut mereka yang sudah vaksin, efeknya tuh malah jadi ngantuk atau laper. Entah karena sugesti teman-teman atau memang aku yang laperan yah, sepanjang perjalanan menuju tempat vaksin aku tuh maka terus, hehe. Sempat deg-degan bisa lewat atau gak, karena PPKM sudah dimulai. Untungnya ada surat tugas untuk vaksin, dan ternyata petugas lebih ngelihat tujuan dari aplikasi transportasi online, hehe, jadi kami bisa lewat deh, alhamdulillah. Karena kami pikir akan sulit mencari transportasi online saat pulang, kami meminta driver untuk menunggu kami.

Isi Form dulu nih.

Sesampainya di kantor suamiku, kami diminta untuk mengisi daftar dan jalan memutar ke dekat parkiran, lumayan deg-degan nih, sudah jauh-jauh kesini gak jadi di vaksin, males juga yak. Kebayang cari tempat buat vaksin lagi. Setelah isi biodata, masuk ke bagian screening untuk dilihat ada komorbid atau gak, punya asma atau tidak, jadi kaya ada form yang harus di isi gitu. Petugasnya menuliskan jika ada apa-apa bisa menghunungi dr. Tri Novita , sampai dikasih nomer ponsel dokternya. Lolos nih di screening, menuju ke tempat tensi darah. Alhamdulillah tensi darah aku 114/68, tumben nih, biasanya 110/60 aku memang darah rendah, sementara suamiku tekanan darahnya 140/84 lumayan tinggi nih, mungkin dia sedikit stres juga nih. Tapi masih aman untuk bisa langsung di vaksinasi.

Alhamdulillah  tensinya bagus,jadi bisa vaksin.

Setelah cek tensi darah, menuju ke tempat suntik vaksin.Suamiku memang takut sama jarum, jadi kita ajak dia buat ngobrol nasi padang, secara dia suka banget sama nasi padang, dan cusss, kata suamiku gak berasa, dia kira masih nancep jarumnya padahal sudah keluar dari tadi, giliran aku nih di vaksin. Dokternya sempat menegaskan dan meyakinkan bahwa aku gak ada serangan asma belakangan ini, aku galau sebentar tuh antara jujur atau gak, jangan di tiru ya. Akhirnya aku bilang ringan aja dokter cuma mengi aja gak sampe parah, masih bisa napas, sekarang aku dalam keadaan sehat nih, lolos deh, masuk ke bilik khsusus perempuan untuk di vaksin, eh suamiku udah ngilang aja, kan aku juga mau ditemenin ya, lebih tepatnya di fotoin gitu. 

Maaf gak share pas di suntik,aurat,hehe,ini aja masuk bilik khsusus dan minta sama perempuan juga vaksinnya.

Hebat banget petugasnya tuh memang sudah terlatih semua nih, sebab kita gak ngerasa disuntik gitu cuma berasa waktu masukin jarumnya aja, selanjutnya gak berasa tuh. Petugas juga pintar mengalihkan fokus kita nih. Setelah di vaksin, kita diminta menunggu selama 30 menit di tempat observasi, untuk berjaga-jaga jika ada efek, jika aman tidak ada efek bisa langsung pulang setelah 30 menit atau berswafoto ditempat yang telah disediakan. 

Kita tunggu selama 30 menit.

Saat itu aku gak ngerasain apa-apa tuh, fine -fine saja, sementara suamiku mengalami pusing cukup hebat. Aku bilang sama dia untuk konsultasi sama dokternya, tapi dia memilih untuk pulang, diperjalanan kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur. Sampai di rumah, pesan makanan, dan suami langsung lelap. Badannya sempat sedikit demam dan pusingnya makin menjadi. Aku alhamdulillah baik-baik sampai pada malam hari bagian yang di suntik pegel banget. Alhamdulillah suamiku setelah tidur dan minum obat sudah tidak pusing dan demam lagi.

Tepar deh abis di vaksin.

Kami belum keluar rumah nih sudah 10 hari, karena kami beranggapan kami OTG orang Tanpa Gejala yang disuntikkan vaksin. Untuk dsisi selanjutnya kami akan di vaksin tanggal 9 Agustus 2021. Vaksin pertama 0,5 ml, vaksin kedua juga 0,5 ml. Semoga gak ada efek yang merugikan ya setelah di vaksin. Amiin. 

Jadi untuk penderita asma yang mau vaksin, pastikan sedang tidak ada serangan asma parah, dan usahakan gunakan vaksin Sinovac. Kenapa Sinovac? karena bahan pembuatan Sinovac berasal dari virus Covid19 yang dimatikan, jadi cenderung aman untuk penderita asma. Tapi kembali lagi ke masing-masing ya, karena efek vaksin akan berbeda di setiap orang. Yuk vaksin, suapaya tercipta Herd Immunity di masyarakat nih. Tetap lakukan protokol kesehatan ya, walaupun sudah di vaksin, jangan lupa tetap makan-makanan sehat perbanyak buah, dan sayur lakukan pola hidup seimbang antara tidur dan beraktivitas. Semangat sehat.

Kamu sudah vaksin belum? Gimana cerita vaksin kamu, boleh share di kolom komentar ya.




Komentar

  1. Alhamdulilah akhirnya udah divaksin

    karena teman saya pengidap asma harus masuk ICU dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir (maaf)

    saya gak tega bertanya ke keluarganya, kok gak divaksin, sebab saya udah tuntas divaksin

    BalasHapus
  2. Mba, aku ga llolos kemarin ditunda karena sesakku lg kambuh maklum di Cimahi lagi dingin banget..

    Btw aku masi pake ventolin mba sementara dokter paruku kasih obat cuma aku ga kuat obat terus jd masi pake ventolin. Aku tertarik sama seretide mba itu beli harus resep dokterkah?

    Mau beli omron juga sih krn setiap berobat pasti diuap..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.