Review Film '" A Perfect Fit"

 17 Juli 2021/ 17.11

Masih lagi PPKM nih, jadi kayaknya bioskop juga ditutup lagi nih. Sekarang banyak film Indonesia yang sudah mau tayang di bioskop dialihkan ke Netflix. Ada beberapa film yang mau aku review nih "Geez dan Ann" sama "Tribhanga". Film yang mau aku review ternyata baru banget launching tanggal 15 Juli 2021 dan udah aku tonton tanggal 16 Juli 2021, yeay, ternyata filmnya baru banget yak.

Filmnya keren banget, dari sinematografi, pemandangannya, baju yang di pakai, semuanya keren banget.  Baju yang dipakai juga keren etnik gitu, jadi pas nonton film "A Perfect Fit" tambah dimanjakan dengan baju-baju yang dipakai oleh pemeran utama wanita di film ini. 

Jalan cerita film ini gak terlalu jauh seperti cinta, asmara, dan jodoh, biasa saja kalo menurut aku, tapi pemainnya tuh aktingnya cukup diacungin jempol sih, karena bisa membuat aku menikmati alam Bali, yang memang belum pernah aku datangi tuh alam Bali, huhu, padahal suamiku orang Bali, tapi aku belum pernah sekalipun pergi ke Bali.

Kisah dibuka dengan Fashion Show, pemain di film ini rata-rata pemain kawakan nih, ada Christine Hakim, Mathias Mucus, Unique Priscillia, Ari Tulang, Ayu Laksmi pemain film Pemuja Setan yang berperan sebagai Ibu, dan banyak lainnya. Aku lanjut nonton karena emang aku ngefans sama pemain utama lelakinya Refal Hady, dulu awal nonton aktingnya Refal di filmnya Wedding Agrement duh dapet banget dia aktingnya, disini juga, sampe gitu perasaan yang mau di sampein.

Cerita film ini di awali dengan Saski pemeran utama wanita yang berprofesi sebagai blogger, anak dari penulis lontar dan penyanyi di Bali. Modis banget bajunya, suka, aku dari dulu selalu suka sama motif etnik. Sebenarnya gak cuma etnik aja sih segala baju yang bermotif , tapi motif etnik selalu membuat aku jatuh cinta. Waktu ikutan acara Flobamora, itu aku beneran deh, hasrat aku untuk ngedesain baju dengan campuran kain etnik tuh, muncul lagi. Dulu aku pernah banget pengen modifikasi kain-kain batik gitu, sayangnya aku belum nemu penjahit yang cocok nih. Cobain deh sama tukang jahit aku yang baru aku ajak kerjasama buat bikin masker kain nih, semoga bisa diwujudkan, entah kenapa aku mau bikin oter sama gamis, yang pake campuran bahan etnik atau kain batik, bagus.

Ternyata penulis film ini adalah Garin Nugroho, tapi suer aku akuin Garin Nugroho bisa mengenalkan budaya dengan cara yang smooth banget. Ada budaya Bali yang kental dalam keluarga Saski, yang penuh dengan budaya Lukat, dan penentuan tanggal lahir sesuai atau tidak dalam adat pernikahan, untuk penyesuaian jika ingin benar-benar terjadi pernikahan harus mencari 118 mata air. Aku selalu suka aja tahu kalau ada adat seperti ini nih, berasa kaya budaya deh jadinya.

Ada budaya Makassar yang dilakukan oleh Tiara, calon istri Rio, Suka banget nih aku sama film ini. Soundtrack nya juga oke-oke banget. Jalan ceritanya juga lumayan nih walaupun durasinya hampir dua jam, tapi entah kenapa aku gak boring karena mata aku terpuaskan dengan baju-baju yang dipake Saski,dan kegantengannya Refal.

Spoiler Time :

Ini kisah seorang blogger Fashion yang menemukan jodohnya dari peramal kece. Gak ada angin gak ada hujan, tetiba Christine Hakim sebagai  peramal daun lontar memberikan kesempatan untuk Saski mengambil salah satu kartu dan memberikan daun lontar serta mantera kepada Saski dan Dra, sahabatnya.

Saski sangat tidak percaya dengan ramalan si peramal daun lontar, padahal orangtuanya sangat kental dengan budaya membaca daun lontar. Akhirnya setelah dibujuk rayu oleh sahabatnya, Saski mau melakukan apa yang diinta si pramal. Ternyata saat Saski membuka mata, dia berada di depan toko sepatu Rio. 

Rio baru saja merenovasi tokonya, sepeninggal ayahnya. Dia anak lulusan D3 yang ingin meneruskan pekerjaan ayahnya, konon, sepatu buatan ayahnya pernah digunakan oleh Charlie Caplin, sehingga Rio ingin mengikuti fashionnya menjadi penjual sepatu etnik. Sepatu-sepatunya bagus, gak pasaran. Sepatu yang dibuat Rio di mix dengan kain tenun atau batik, cantik. Rio tahu ukuran sepatu setiap orang, karena menurut dia sepatu yang dipakai  itu menggambarkan kepribadian seseorang. 

Rio memperlakukan Saski bak seorang putri, wanita mana yang gak meleleh dipakein sepatunya, iya kan, aku aja di taliin sepatu sama paksu langsung baik-baikin dia seharian, haha. Sejak itulah butterfly love mulai datang ke kehidupan mereka berdua. Suka sih sama film ini karena kisah cintanya gak dipaksain, apa adanya, dan cara mutusin gak jadi nikah sama Deni itu bagus menurutku, bucin tapi tetap logik, gitu.

Saski adalah fashion blogger yang memiliki pacar seorang pengusaha kaya di Bali. Sebenarnya keluarga lelakinya yang kaya raya nih. Deni, diwajibkan menikah untuk mendapatkan hak warisan dari ayahnya. Deni ini tipe lelaki pemarah yang menyepelekan wanita. Ternyata juga suka memainkan hati wanita, ceweknya banyak, dan dia suka main perempuan.

Cara Saski mutusin hubungan sama Deni elegan banget nih. " JAdi antara aku dan kamu gak ada harganya? Jadi pernikahan kita karena orangtuamu, orangtuaku, bukan karena kita?" Dalam sih teks pas waktu Saski mempertanyakan ini. Kayaknya kudu di bold, underline, supaya para bucin pikir panjang nih kalau udah tahu calonnya buruk jangan dilanjut.

Endingnya Rio dan Saski jadian dan akan menikah, tapi sempet kesel juga nih pas nonton filmnya, karena aku pikir Rio tuh cowok lemah banget di dikte sama Tiara yang diktator tuh mau saja, tapi akhirnya di satu momen saat Tiara sadar kalau wanita yang di sayangi dan di cintai sama Rio itu Saski bukan dia, baru deh Rio berani buat mutusin hubungan sama Tiara dan kembalikan cincinnya.

Wajib deh nonton buat yang bucin atau berharap bisa mengubah pasangannya, karena kita wajib bahagia loh. Pernikahan juga gak seumur jagung tapi seumur hidup, jadi kalau ketemu sama orang yang gak sesuai mumpung belum terjalin pernikahan jadi lebih baik gak usah dilanjut deh ya.

Milih sepatu itu karena memilih jodoh, jadi kalo pas dicoba gak enak, nanti kesananya akan jadi gak enak. Jadi pilihlah dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan sepanjang umur hidup kita.





Komentar

  1. Mba, aku juga suka banget film..... Tapi memang yang menarik selain Bali dll, baju-baju Saski yang bikin aku banget film ini.

    Tau gak ya Mba di mana bisa beli baju-bajunya Saski?

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.