Review Film " Deep"

 18 Juli 2021/11.11

PPKM di perpanjang nih, sedih ya gak bisa shalat Idul Adha berjamaah nih, sedih banget. Semoga taun depan sudah bisa melakukan Idul Fitri dan Idul Adha seperti biasa ya, amiin ya robbal'alamiin. MAsih mau nge-review film terbaru di Netflix nih. 

Setelah kemarin nonton film "A Perfect Fit" lanjut ke film Thailand berjudul "Deep". Penassaran pengen nonton maraton, tapi udah ngantuk banget, pas kemarin ada beritanya di CNN, keinget deh buat nonton film terbaru ini. Tadinya Paksu ngajakin nonton Dora The Explorer, tapi gak seru ceritanya, hehe, jadi malam minggu dihabiskan dengan aku menonton Deep dan paksu main game lagi. 

Ini sih keren ya, filmnya lumayan plot twist tapi kebaca, mungkin karena sudah kebanyakan nonton film plot twist rekomendasinya fitrop nih, jadi kalau nonton film Plot Twist kayak udah bisa nebak aja gitu di awal - awal film. 

Cerita diawali dengan seorang Profesor menerangkan tentang Insomnia, bahaya insomnia dan hormon apa saja yang bisa mempengaruhi tidur seseorang. Jadi kaya flashback ke matakuliah endrokrinologi waktu kuliah biologi beberapa tahun yang silam, hehe. Seru sebenarnya mempelajari hormon ini, pernah terpikir untuk mengambil jurusan S2 soalan hormon ini, tapi keburu dapet kerjaan di Depok, hehe.

Kembali lagi ke Film "Deep" film ini menurutku cukup menarik dan bisa dibilang film thriller dan fiksi ilmiah, kenapa begitu? karena melalui film ini bisa dengan mudah disampaikan bagaimana hormon melatonin mempengaruhi seseorang untuk bisa tertidur selama 7-8 jam. Sementara ada hormon Qratonin yang dihasilkan tubuh saat kita tidak bisa tidur atau insomnia.

Hormon inilah yang akan dikumpulkan oleh profesor untuk membuat pacarnya tetap hidup padahal seharusnya sudah mati. KArena hal itulah dia menjebak beberapa mahasiswanya yang memang insomnia. Kisah ini berawal dari seorang mahasiswa bernama Jane. 

Jane tinggal bersama nenek dan adiknya. Ayah dan ibunya terbunuh. Jane beberapa hari ini insomnia karena khawatir dengan keadaan neneknya dan adiknya June sering pulang larut malam dengan teman laki-laki yang berbeda. Berkali-kali dia bolak balik untuk memeriksa kunci gembok di rumah, apakah sudah ditutup atau belum. Jane bingung, sudah part time, jualan makanan di rumah, tetap saja tidak ada biaya untuk melunasi hutangnya. Akhirnya Jane berpikir untuk keluar dari kedokteran, karena dia pikir, lebih baik bekerja saja untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka. 

Jane pergi menghadap profesornya untuk menceritakan masalahnya. Profesornya memberikan solusi berupa bayaran mahal untuk penelitian salah satu perusahaan farmasi di Jerman. Perusahaan itu bernama perusahaan Wima. Jane terpaksa datang kesana karena membutuhkan uang. 

Profesor Hans yang bertemu dengan Jane mengatakan bahwa Jane akan mendapatkan uang sebesar  100. 000 baht untuk level 1 penelitian untuk mendapatkan hormon Qratonin. Jane diberikan jam tangan yang bisa mengukur detak jantung dan memberitahukan apakah hormon Qratonin sudah terkumpul 100 persen atau belum. Sebelum Jane pergi, Professor Hans memberitahu bahwa Jane tidak boleh tidur lebih dari 60 detik, jika lebih dari itu maka jantungnya akan berhenti berdetak.  Kadung banget ya, karena sudah menandatangani dan mendapatkan uangnya, maka Jane gak punya pilihan lain. 

Jane berpikir kalau hanya dia saja yang mengikuti penelitian ini, ternyata ada Win, Raja pesta di sekolahnya yang juga mengikuti penelitian ini. Win menghabiskan malamnya dengan minum-minum dan juga olahraga, dia adalah seoang pebasket favorit di sekolahnya, jago bermain basket dan berpesta. Sebenarnya Win aslinya baik, tapi dia berubah jadi suka minum dan pesta sejak ibunya bunuh diri di depan matanya. Win menyimpan seluruh barang milik ibunya di salah satu kamar dan akan tertidur disana berjam-jam sampai kangen pada ibunya hilang. Win sangat membenci ayahnya, dia menganggap ayahnya adalah orang yang membuat ibunya meninggal.

Selain Win dan Jane ada Chin seorang konten kreator yang bisa tidak tidur berhari-hari untuk membuat karyanya. Chin dipaksa masuk kedoteran, sementara dia ingin seklai bersekolah di jurusan komunikasi. Dimana ada Chin disitu ada Peach, penggemar berat Chin. Bahkan Peach mengkoleksi banyak foto Chin dan mengulang-ulang video opening Chin, groupiesnya Chin banget deh si Peach. Apapun yang dilakukan oleh Chin, Peach juga ikutan, selama Chin Live pasti Peach ikutan.

Keempat mahasiswa ini karena tujuan yang sama mengikuti penelitian dalam mengumpulkan Qratonin, akhirnya mereka bikin grup namanya "Non Non" atau yang artinya Tidak Tidur. Mereka berhasil melewati level 1. Saat itu mereka sempat memiliki pertanyaan akankah mengikuti level 2? Jane sempat ragu, tapi Win menyemangati supaya untuk mengikuti level 2 dengan bayaran yang lebih mahal 500.000 baht.

Mereka menjalani penelitian ini dengan semangat, tapi mulai ngantuk mendera. Persen yang didapat untuk Qratonin naiknya lama sekali. Kalau di level 1 mereka bisa mengumpulkan 100 persen selama 3 hari, di level2 mereka diramalkan bisa mengisi Qratonin yang disuntikkan di tengkuk belakang mereka selama kurang lebih 5 hari.

Saat di kantin kampus, mereka saling melihat jumlah Qratonin asing-masing, rendah sekali, padahal sudah hari ketiga. Kemudian Jane membandingkan jumlah Qratinin yang dimiliki masing-masing, ternyata punya Win lebih banyak diantara milik mereka, selidik punya selidik, Win ini rajin berolahraga setiap hari. JAne punya ide untuk terus membuat mereka bergerak aktif sehingga pada hari kelima tercapai jumlah Qratonin 100 persen.

Mereka berkumpul di rumah Peach anak orang kaya, di hari keempat, begadang semalaman, untuk mendapatkan hasil Qratonin sampai 100%. Mereka berpesta di rumah Peach, saling care satu sama lain. Jane dan Win makin akrab begitu juga Chin dan Peach. 

Sampai di hampir pagi Chin selepas dari toilet mendengar suaranya di ulang-ulang dari sebuah kamar, kaget begitu dia masuk ke salah satu kamar di rumah Peach ternyata foto dia ada di mana-mana. Ngeri, kaget dan rumor soal psikopat yang mengincar dirinya, membuat Chin panik dan pingsan. Untungnya sebelum pingsan Chin sempat berteriak, sehingga teman-temannya mengetahui keberadaan Chin.

Gawat, gak boleh tertidur lebih dari 60 detik kan? Jam ditangan Chin terus menghitung mundur, mereka berusaha menyadarkan Chin, memompa jantungnya, memberi nafas buatan, semua dilakukan, alhamdulillah di detik kedua Chin kembali sadar. Nyawanya selamat.

Sejak kejadian Chin, mereka bertekad untuk berhenti, tidak melanjutkan ke level 3, mana tega mereka melihat temannya meninggal dunia. Dihari yang sama saat mereka meutuskan untuk tidak meneruskan penelitian itu lagi, ternyata banyak mahasiswa kedokteran selain mereka yang melakukan penelitian ini. bahkan ada satu mahasiswa yang bunuh diri dari atas gedung dengan menggunakan jam monitor detak jantung dan jumlah Qratonin. 

Kehidupan kembali normal, mereka akhirnya tertidur setelah 8 hari gak bisa tidur. Enak banget, kamu juga pernah kan ngerasain gak tidur lama terus tidur, rasanya enak banget kan?

Gimana kelanjutannya, cuss nonton aja di Netflix ya, ternyata orang yang baik di depan kita, belum tentu dia baik, bisa jadi memanfaatkan kita tuh.

Seru sih filmnya jadi belajar soal hormon dan sebisa mungkin untuk gak jadi insomnia, karena dengan insomnia terlalu lama ini  bisa menyebabkan gangguan mental nih, ngeri kan?

Kuy, coba hidup balance aja yah antara makan, istirahat, dan lain sebaginya, jadi PPKM bukan berarti bebas begadang dan lain-lain. Covid 19 gak kena, tapi hati-hati, kita bisa terkena diabetes loh.

Yuk, hidup sehat, tonton film ini bareng anak remaja, seru juga nih biar gak keranjingan begadang.

Komentar