Review Film " Ali & Ratu-Ratu Queens"

 19 Juli 2021/09.57

Seorang ibu itu bagaikan satu jantung dengan anaknya. Seorang ayah itu malaikat penolong dan pelekatan nama sampai ke liang lahat. Awalnya aku gak tahu sama film ini nih, karena memang Kudet Kurang update) jarang nonton TV, karena tempat suamiku kerja di depan TV, jadi kadang nyala tapi tanpa suara, hehe. Tapi sosial media aku aktif nih. JAdi instagram, youtube mah aktif. Aku tahu film ini dari akun instagram Fitrop ( Fitri Tropica) aku penggemar berat dia nih, siapa yang gak tahu sama dia selebgram tenar yang setiap jualan sesuatu atau pakai baju dari endorse langsung laris, semua juga senang lihat postingan storynya, karena ada drama komplain dan banyak lainnya. Salah satu kesamaan aku sama fitrop adalah kesamaan dalam film kesukaan, belakangan ini selama PPKM Fitrop suka review film -film yang dia suka. Dari postingan di storynya lah aku penasaran buat nonton film ini.

Aku akui filmnya bagus. Pemainnya juga bukan kaleng-kaleng, ada NIrina Zubir, Happy Salma, Tika Pangabean, Astri Welas, Cut Mini , Ibnu Jamil, Aurora riberio dan Marissa Anita sebagai ibunya Ali. Film ini sih pedih banget kalau menurutku, untuk yang punya kenangan buruk dengan orangtua atau ibunya aku harap gak usah nonton deh, karena kadang ada beberapa orang yang udah berusaha melupakan, eh ke trigger lagi dengan tayangan kaya gini. Karena jujur aku aja yang nonton dan gak ada masalah sama orangtua sampe berkali-kali, gila ini ibu macam apa bisa kaya gitu ke anaknya, ke keluarganya. TApi kadang itu memang terjadi nyata dalam kehidupan seseorang ya, karena memang kadang ego manusia itu bisa mengalahkan semua hal dan membutakan jalan kebaikan yang sudah dimiliki, kan mulai nih aku emosi, pas inget film ini.

Oke, film Ali &Ratu-Ratu Queens ini adalah film terbaru di tahun 2021, release tanggal 17 Juni 2021 dengan penulis ceritanya Muhammad Zaidy. Aktingnya keren-keren nih. Iqbal sebagai Ali, bisa banget keluar dari pelekatan dirinya dengan Dilan, Iqbal di sini beda banget aktingnya sama Dilan, tapi kesedihannya tuh, kemarahannya tuh sama ibunya dapet banget keren. Pemeran ibunya Marissa walaupun jarang-jarang ada di layar kaca, tapi dapet akting bikin keselnya, dan membangun image ibu yang ngeselin banget, ninggalin anaknya, ninggalin keluarganya demi sebuah mimpi yang gak pasti. Sudah tahu mimpi tidak tercapai lanjut hidup di sini dan membuka lembaran baru, ngeselin kan.

Latar belakang film ini di New York. Buat yag sudah pernah ke New York pasti tahu kalau banyak One Way di New York, ini lah yang membuat Ali bertahan untuk tinggal di New York. Sinematografinya bagus banget, moralnya dapet sih. Moral dari si Ali yang jangan mudah menyerah, kalau sudah berkeinginan, wujudkan, masalah pribadi jangan sampai menghalangi.

Spoiler Time :

Cerita di awali dengan seorang anak yang sedang menggambar ayah, ibu dan dirinya dengan patung liberti. Ibunya berdandan glamour sementara ayahnya sederhana saja berdandannya. Tidak lama hujan turun, setelah itu sang Ibu yang diperankan oleh Marissa berkemas untuk naik taksi pergi ke bandara. Suaminya (Ibnu Jamil) sempat menahan istrinya, tapi sepertinya keputusannya sudah bulat. Satu kata yang menempel di otak Ali. " Nanti kalau sudah besar Ali tinggal sama Ibu ya di New York." Gambar sang anak dibawa oleh ibu, hanya meninggalkan kata-kata yang terus diingat sama Ali dan berusaha di wujudkan olehnya.

Ibunya pergi ke NewYork tanpa pernah kembali. Ayahnya yang berasal dari keluarga taat beragama, sangat menentang perbuatan ibunya Ali yang pergi ke New York untuk menjadi penyanyi. Ibnu Jamil meminta Marissa untuk pulang, tapi sepertinya Marissa sudah gelap dengan egonya, dia lebih memilih tinggal di New York dan mengirim tiket untuk Ali dan Ayahnya bisa ke New York. Ayah Ali sudah murka dengan istrinya, tiket hanya di simpan dan dia bilang gak usah pulang sekalian, yang artinya sama dengan aku ceraikan kamu. Sejak saat itu, Ali tumbuh menjadi remaja dengan menjadi penjaga ayahnya. Ayahnya cukup sedih dengan kepergia istrinya, hingga bertahan tidak menikah lagi sampai akhir hayatnya meninggal karena sakit jantung. Sementara Ibunya Ali menikah dengan pria bule dan memiliki dua orang anak.

\Aku bisa paham nih sama perasaannya ibunya Ali, yang emang kepala batu dan kalau udah maunya harus dijalankan, atau aku bilang memang jodohnya sampai di situ. Dia sebagai wanita ego sudah mencoba menurunkan egonya dengan mengirimkan tiket dan berharap suami dan anaknya menyusul, tapi pengaruh keluarga suaminya membuat Ayah Ali bertahan di Indonesia dan terus menyimpan cintanya untuk ibunya Ali, miris. 

Orang-orang seperti ibunya Ali ini aslinya wanita mandiri yang melihat segala sesuatu bukan dari perasaan tapi lebih ke solusi, apa nih penyelesaian masalahnya, gak fokus sama perasaannya. Itulah yang dilakukan ibunya Ali di New York, sama dengan Ali yang kalau sudah berpikir A, harus melakukan dan mewujudkan A. HAmpir mirip nih ibunya Ali sama aku, tapi aku masih suka main perasaaan sih, jadi kadang masih suka baper gitu, hehe.

Sepeninggal ayahnya, Ali menemukan tiket yang dikirimkan oleh ibunya. Pada saat acara keluarga dia mengemukakan keinginananya untuk pergi ke New York mencari ibunya. Semua keluarga kaget dan berusha menahan keinginan Ali. " Kenapa gak umroh aja sih Ali? di New York banyak maksiat loh."  Ali bergeming dan tetap mau pergi ke New York. 

Ali memang tinggal berdua dengan ayahnya, tapi ada bude dan anaknya yang tinggal bersebrangan dengan rumah Ali. BUdenya yang diperankan oleh Cut Mini, memiliki seorang anak youtuber yang membantu Ali dalam mendapatkan visa dan segala keperluannya untuk bisa bertahan hidup di New York Seperti khas orang kampung pada umumnya, membawakan bekal untuk bisa bertahan hidup selama disana. BUde membawakan rendang, abon, keringtempe dan lain-lain. Pesan terakhir sebelum Ali masuk taksi " Jangan makan Babi". Suka sih ini tuh kaya streorotip masyarakat muslim pada umumnya tentang keadaan di luar negeri yang terpatri bahwa banyak pergaulan bebas, orang yang aeh-anah. Bener sih memang seperti itu, tapi kalo menurutku kembali lagi ke pribadinya, kalau kita sudah didik untuk berteman dengan orang baik sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah, saat dihadapkan pada situasi negara yang seperti itu, sepertinya akan bisa deh menjaga diri.

Aku sealu percaya hal ini nih, makanya aku gak pernah takut kalau pergi ke suatu tempat baru, karena aku akan selalu percaa akan hal ini " Orang baik akan bertemu dengan orang baik." Ini memang sudah sering terjadi dalam setiap kehidupan aku nih. Bahkan Ibuku sediri sempat bilang, kalau aku ini mau ditaruh dimana juga selalu mudah menemukan teman baru, jadi Ibuku gak khawatir kalau akuu sekolah di kota-kota yang berbeda, karena selalu saja mudah mempunyai teman baru, dan karena didikan orangtuaku, aku tahu harus berteman dengan teman yang bagaimana, beberapa malah aku dekat sekali dengan keluarga mereka.

Sesampainya Ali di New York, dia menuju alamat kosan ibunya. Ternyata ibunya sidah tidak kos di situ lagi. Beruntungnya teman serumah ibunya Parti yang diperankan oleh Nirina Zubir masih tinggal di Queens tempat kosan ibunya. Parti tinggal bersama teman-teman dari Indonesia yang memiliki ragam profesi untuk membuat restoran PAdang dengan produk utama yang dijual adalah Rendang.

Parti adalah orang dewasa di Queens yang paling dewasa dan bijaksana. Tika Pangabean sebagai Ajeng cenderung emosional, karena bertubuh paling besar, dia ingin menyelesaikan semuanya dengan fisiknya.  Ajeng memiliki anak yang sangat cantik bernama Eva yang diperankan oleh Aurora Riberio. Ajeng menjadi single parent. Sementara Astri Welas menjadi Biyah yang suka taruhan dan menjadi wartawan lepas. Cinta yang diperankan oleh happy Salma menjadi peramal dan bisa membaca nasib atau fengshui. 

Keempat orang dewasa dan 1 remaja inilah yang melengkapi kehidupan Ali selama di New York. Karena mereka membutuhkan modal untuk pembuatan restoran Padangnya, maka Ali diminta untuk tinggal bersama mereka dengan membayar sewa untuk melengkapi pembayaran sewa restoran yang sedang mereka rintis. Awalnya Ali bersikeras untuk menginap di hotel, tapi keeempat orang dewasa ini terkekeh, karena memang harga hotel di new York itu sangat mahal, kan memang kotanya orang-orang borjuis. 

Ali akhirnya sepakat untuk tinggal di Queens dengan syarat Ratu-Ratu ini akan membantu Ali dalam menemukan ibunya. Parti yang paling getol menanyakan kepada teman-temannya, gak sulit mendapatkan informasi, karena Marissa , ibunya Ali pernah tinggal di Queens. Saat belanja sayur dipasar Parti bertemu temannya yang mengatakan kalau ibunya Ali sekarang mainnya sama Bule, gak main sama orang Indonesia lagi, salah satu alamat di dapat.

Keesokan harinya berbekal rendang buatan Parti, Ali pergi ke alamat yang disinyalir adalah rumah ibunya. Ibunya adalah penyuka rendang. Saat pintu diketuk, ada anak kecil yang membuka pintu, Ali kaget, tapi wktu ibunya turun dari lantai dua dia lebih kaget lagi. Sedih, Ali berharap sambutan bahagia, pelukan hangat setelah perjalanan panjang Indonesia-New York, tapi yang di dapat sebaliknya, bantingan pintu dari ibunya.

Ali pulang kembali ke Queens, diam saja shock, semua Ratu-Ratu berusaha menanyakan cerita pertemuan Ali dengan ibunya. Sampai sepupunya Zulpang menelpon, barulah terkuak kalau ibunya Ali itu tdak menerima Ali dengan baik. Ratu-Ratu geram dan akan melabrak Mia, ibunya Ali. Untung saja gak jadi, karena Ali berusaha mencegah mereka, dan ingin suaranya juga di dengar. 

Akhirnya mereka tetap keluar untuk makan. Saat itu Tante Cinta yang bisa meramal, bilang ke Ali kalau disinilah tujuan Ali hidup, karena ada satu poster di tempel di pohon yang mennunjukkan hal itu. Ali percaya, sehingga saat budenya meminta dia untuk pulang karena ibunya bersikap seperti itu, Ali berkeras untuk tetap tinggal di New York. Budenya sempat khawatir melihat kelakuan teman tinggal nya Ali, tapi saat Parti mencoba bicara dengan BUdenya, budenya menitipkan Ali pada PArti.

Ali berusaha kembali menemui ibunya. KAli ini Ali membuntuti ibunya yang sedang mengantarkan anak keduanya untuk les menggambar. Ali menunggu di depan tempat les, Mia melihatnya dan keluar memberikan alamat dan nomer teponnya pada Ali. Ali merasa punya harapan.

Keesokan harinya Ali dan ibunya berkeliling New York, Ali merasa sangat bahagia sekali. Tapi permasalahan baru dimulai, bagaimana kelanjutannya Nonton aja di Netflix, seru endingnya.

Nanti kalau udah nonton, komen yah di sini gimana filmnya menurut kamu. Semangat sehat tetap jaga kesehatan, prokes ketat dan happy biar imunnya terjaga.


Komentar