Film Sky Castle vs The Pent House

 9 Februari 2021/ 19.07 WIB

Siapa yang gak suka film Korea? Kenapa? Penasaran kali aja ada gitu yang gak suka sama film Korea. Dulu mama mertuaku gak doyan nonton film Korea,katanya yang main sipit2 dan ada trauma tersendiri sama orang bermata sipit gitu,hehe,padahal mata beliau juga sipit. Sekarang lagi mantengin film The Pent House,tiap jam 18 ready depan tv. Lain lagi ibuku,sebenernya beliau suka nonton film Korea,tapi takut ketagihan jadi gak mau ngerjain yang lain,hehe,terus suka diomelin bapakku kalau kelamaan mengerjakan hal yang sia2 ( menonton film korea nih dianggap sia2 karena berseri dan ngabisin kuota) hehe,bebas aja sih ya. Setiap orang bisa punya pendapat masing2 soalan film Korea. Selain itu bapak sama ibu lebih suka nonton Sinetron Indonesia,katanya bisa dinikmatin bersamaan dan gak butuh kerja keras baca teksnya,lagian kalo bukan kita yang menghargai karya anak bangsa siapa lagi,hehe. Salah satu alasan di rumah bapak dan Ibu gak pake wifi,karena gak ada RCTI,hihi.

Kalau aku pribadi,awalnya gak suka nih sama film Korea,tapi gegara nonton film Full House jadi keranjingan deh,selain bisa sedikit berimajinasi menjadi pemain utamanya,bisa banyak pelajaran yang diambil dari setiap film,gak film Korea aja ya,tapi karena masih satu benua di Asia,kulturnya masih banyak yang sama nih. Film seri Korea hampir mirip sih dengan sinetron Indonesia,temanya gak jauh2 dari percintaan,perselingkuhan,iri hati,sombong. Ada tokoh protagonis dan antagonisnya. Hanya sajafilm seri Korea dibuat lebih apik dengan jalan cerita yang bisa membuat penonton penasatan dalam beberapa serial,tapi gak sepanjang sinetron Indonesia. Kalau kamu seukuran sama aku anak 80an,tahu nih Sinetron "Tersanjung".

Kadang sinetron Indonesia juga mengambil beberap cuplikan dari film seri Korea,hanya latar belakangnya yang diganti,jalan ceritanya mirip. Intinya sih selama film itu ada insightnya pasti aku tonton.

Kali ini aku mau bandingin dua film selevel yang bakal aku bahas berdasarkan opiniku setelah  melihat kedua film ini. Jujur,aku lebih suka film Sky Castle daripada The Pent House. Oke aku akan mulai membeberkan beberapa perbedaan yang mencolok  dari kedua film ini. Setelah itu baru aku bahas persamaannya.

Perbedaan film Sky Castle dan The Penthouse:

1. Fokus pendidikan

Film SC menekankan pada pendidikan anak masuk  universitas. Dalam film ini diceritakan betapa orangtua berlomba2 membuat anak2nya belajar keras untuk dapat masuk universitas nomer 1 di Korea. Anak2 di Korea belajar tambahan sampai malam adalah hal yang biasa. Kebayang ya stresnya jadi mereka. Bahkan di dalam film itu diceritakan bahwa untuk melepas stres anak SMP melakuakn klepto di salah satu pertokoan,kemudian berpesta di atap sekolah saat jam istirahat malam,dengan melempar2 makanan ke udara,kasihan. Rata2 mereka pulang dijemput orangtua jam 10 malam. Mulai belajar jam 06.00 pagi,kebayang kan seberapa ngebulnya otak belajar segitu lamanya.

Anak-anak dalam film ini sudah dipersiapkan dari kelas 3 SMP untuk bisa masuk ke universitas terbaik di Korea. 

Film TP tidak membahas pelajaran di sekolah,tapi ini menceritakan tentang sekolah musik yang terdapat persaingan pelik di dalamnya. Persaingan menghalalkan segala cara demi mendapatkan ketenaran belaka. Menyedihkan.

2. Perselingkuhan

Pada film SC tidak ada perselingkuhan antara orangtua mereka di komunitas orang kaya ini. Filmnya murni tentang bagaimana edukasi di Korea dan penanganan orangtua terhadap anaknya. Ada proses percintaan yang salah  antara salah satu anak kaya dan  pembantunya yang menyebabkan kematian ibunya.

Pada film TP perselingkuhan terjadi antar orangtua. Terlalu banyak intrik dilakukan dalam film ini. 

3. Plot Twist

Dalam film TP, Plot Twistnya udah macam di tiktok , benar-benar unpredictable. Tapi masalah seakan gak habis-habis kaya di sinetron Indonesia yang panjang berseri.  Kalau film Sky Castle, sudahke tebak, hanya saja sutradara nya pintar bikin penasaran penontonnya dengan mau tahu cara menangkap penjahatnya (guru privat andalan untuk bisa masuk universitas terkenal).

4. No Bullying

Dalam film TP adegan Bullyingnya lumayan banyak dan kental banget. Sementara dalam film  SC bukan bully tapi lebih menceritakan tentang bagaimana anak-anak di Korea belajar keras untuk masuk ke Universitas terkemuka. Selain itu cerita lebih banyak mengarah pada kenakalan remaja yang diakibatkan oleh padatnya pembelajaran di sekolah. Gak ada adegan bully di sekolah, hanya perseorangan aja gak seperti di TP, di TP pembulyan terjadi antara kelompok dan seorang siswa, jadi gak seimbang. Dalam film SC juga tidak ada pembulyan yang parah, hanya perasaan pemeran pertama yang merasa terabaikan jika medapatkan nilai buruk di sekolah.

5. Hubungan Orang Tua dan Anak

Dalam film TP, gak ada pelajaran yang bisa diambil dari sikap orangtua kepada anak, hanya bagaimana mereka bekerja keras supaya anaknya bisa masuk ke sekolah musik terkenal dan menjadi murid berprestasi dengan cara apapun. Menurutku jadi tidak mengajarkan hal baik untuk para orangtua atau ibu muda nih. Berbeda dengan film SC. Ada salah satu tokoh yang bisa membuat para ibu di Sky Castle untuk mendidik anak dengan lebih pendekatan pada bakat anak, bukan melulu pada akademisi, karena setiap anak memiliki kelebihan. Perlakuan mereka pada suami-suami mereka juga bisa menjadi pelajaran berharga, dalam membentuk keluarga yang bahagia. Seperti saat salah satu keluarga di Sky Castle yang menjadi dokter tiga turunan. Sang istri ingin diakui oleh mertuanya sehingga melakukan apapun untuk membuat anaknya masuk universitas terkenal untuk bisa menjadi dokter. Tapi pada akhirnya berhenti di anak perempuannya, mereka memberikan kebebasan pada anaknya untuk menjadi dokter atau yang lainnya.

6. Stasiun TV Berbeda

Film TP dari SBSdan ada di aplikasi VIU, sementara fim SC ada di stasiun JBC dan ada di aplikasi Netflix.

7. Jumlah Episode

Pada film TP episodenya di buat menjadi 2 season, sementara SC hanya 1 season dalam 16 episode.

Begitulah perbedaan yang aku dapatkan dari kedua film Korea yang juga memiliki kesamaan, seperti berikut ini :

1. Latar Belakang Pendidikan.

Berlatar belakang pendidikan di Korea, hanya saja TP fokus pada pendidikan sekolah musik, untuk SC fokus pada pendidikan akademi anak untuk masuk ke universitas terkenal di Korea.

2. Latar Belakang Tempat Tinggal

Kedua film ini sama-sama menceritakan tentang keluarga kaya yang saling menjilat satu sama lain untuk mendapatkan info masuk ke universitas terbaik di Korea. Tidak ada persahabatan sejati dalam kedua film ini, walaupun pada akhirnya dalam film Sky Castle salah satu pemeran utama berhasil merubah cara pikir sahabat-sahabtnya tenytang nilai akademis yang diterima anak-anaknya.

3. Alur ceritanya 

Alur ceritanya hampir mirip, tapi tidak se plot twist film TP. Alur cerita pada film SC seperti burger berlapis tapi mudah dipahami, hanya saja sutradaranya pintar mengemas cerita sehingga penasaran sekaligus gemes karena ingin mennagkap pemeran jahatnya si guru privat. 

4. Misterius

Cerita dlam kedua film ini sangat misterius. Pada fim TP, fokus pada pencarian pembunuh Min Seol A yang meninggal di The Pent House, padahal kalau secara logika tinggal lihat CCTV kan semua tertebak ya, hehe, tapi kalo kaya gitu gak jadi film dong. Alur ceritanya agak lama karena untuk sampai memastikan pembunuhnya Yeon Ha, muter-muter dulu ke perselingkuhan suaminya dan tetangga, gak simple filmnya kalau menurutku, perasaan terlalu di mainin banget, hahah. Kalau film SC fokus pada kenapa si guru privat nomer satu ini membohongi banyak orang dengan mencuri soal di sekolah dan memberikan bocoran soal kepada anak didiknya. Ceritanya dibut maju mundur macam flash back. Ternyata apa yang dilakukan oleh guru privat ini , karena dia menyesal anaknya yang jenius kecelakaan mobil sehingga menjadi anak keterbelakangan mental. 


Biar bisa ikutan komentarin film ini, cuss kepoin film Sky Castle di Netflix,  dan The Pent House di Viu, kalau sudah ketinggalan episode yang di televisi.

Komentar

  1. Beberapa temenku pada ngomongin Sky Castle. Bagus katanya ya buat parenting. Tapi kalo Pent House belum tau nih, sepertinya seru juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. IBener banget mba Ade, aku sih lebih suka Sky Castle daripada The Pent House, banyak insight buat orangtua dalam menghadapi anak yang sedang masa ujian, hampir mirip dengan akademi di Indonesia.

      Hapus
  2. Udah nonton skycastle dan masih on going yg pent house, kalau bullying di penthouse kerasa banget, sampai gregetan , kasiha bae rona, tapi rona bikin gemes juga di sisi lain. Skycastle juga bagus, ada misterinya, penthouse lebih kompleks

    BalasHapus
  3. Aku Sky Castle belum sih, tapi Penthouse memang seru haha cuman kasus bullyingnya ngeri sih makanya rating usia utk 19 UP. Tapi aku juga gitu sempat vacum nnonton drakor karena nagih hehe

    BalasHapus
  4. Aku dah nonton sky castle dan bagus sih menurutku banyak pelajaran juga bagi orang tua menghadapi anak gimana dan untuk pent house aku lagi nonton yang season 2 nih hehe.

    BalasHapus
  5. Tidak kebayang dong .ini terjadi pada kita sekolah full time melebihi kerja kantoran. Stress melanda demi kuliah

    BalasHapus
  6. nggak mau nonton ah, secara aku korban bullying, bisa2 traumaku muncul, tp klo pent house boleh lah ya

    BalasHapus
  7. Film Korea tuh idenya selalu ada saja ya, trus setting tempatnya pun oke oke. Aku suka kalau baca review teman-teman, jadi update film apa saja yang sedang hype.

    Hanya saja sampai sekarang aku belum pernah nonton film Korea hehehe... aku salah satu orang yang sampai sekarang belum teracuni genre film ini.

    BalasHapus
  8. Wew bagus ya filmnya? Tapi saya jrg nonton korea.. ok next tine mau coba nonton ini aah okok makasih mba rekomendasinya

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.