Berdaya dan Berjaya di Industri Buku Anak

 20/11/2020 15.33

Siapa yang suka gambar? atau punya imajinasi seperti anak2, bisa banget nih untuk Berdaya dan Berjaya di Industri Buku Anak. Mizan Publishing membahas seputar cara membuat buku anak dan trik supaya tulisan kita diterima oleh penerbit sampai diterbitkan. 

Pembawa acara dalam acara ini adalah Fanfan Darmawan Marketing Komunikasi Pelangi Mizan. Narasumbernya adalah penulis berpengalaman yang juga berkarya dan berjaya di Mizan Pelangi. 

Narasumber pertama adalah Beby Haryanti Dewi,beliau seorang penulis buku yang sudah menulis 94 judul buku dan 60 bukunya adalah buku anak-anak. Beby mulai menulis di tahun 2006 dan mulai menulis buku anak di tahun 2007. Beby menulis beragam genre seperti novel, skenario,buku anak dan script FTV. Di tahun 2017 Beby memilih untuk menekuni penulisan  buku anak. Buku anak pertama yang terbit di Mizan, berjudul Cicak-cicak yang Nakal

Industri buku anak-anak sangat beragam dan semakin diminati oleh anak-anak di Indonesia, s industri buku anak memiliki tantangan tersendiri untuk diproduksi oleh penerbit,karena melibatkan penulis dan ilustratornya yang bisa bekerjasama dengan baik dalam mewujudkan bacaan anak yang sesuai dengan levelnya.

Buku anak yang paling berkesan untuk Beby adalah buku yang berjudul "Anna dan Sapu Pelangi" sangat berkesan karena buku ini sudah Go International dan diterjemahkan dalam tiga bahasa. Penulisan buku ini adalah yang cukup unik dan banyak revisinya. Buku ini dibuat dengan bekerjasama dengan LSM yang bergerak di bidang literasi. Buku ini di revisi beberapa kali karena diperuntukkan untuk anak di seluruh dunia. Pada saat itu Tutornya adalah orang Filipina yang sangat ketat dalam memegang standar internasional penulisan buku anak sesuai dengan levelnya.

Menurut Room to Read salah satu standar internasionalnya buku anak  adalah, jika menulis buku anak, kita harus bisa menyelami dunia anak-anak. Berusaha melihat segala hal dengan sudut pandang anak-anak. Bayangkan tinggi anak-anaknya dan lain-lain harus dilihat dari sudut pandang anak. 

Cara yang dilakukan untuk mendalami sudut pandang anak-anak bisa dengan mengamati aktivitas anak-anak,atau membaca buku anak dan melihat tayangan televisi atau program untuk anak.

Menambah referensi bacaan dan tontonan anak selain bisa memberikan ide untuk menulis buku anak,juga akan berpengaruh pada pola pikir kita,sehingga akan mencari penyelesaian sederhana dan jadi lebih banyak bahagia juga bisa lebih beradaptasi dan memahami anak-anak. Melihat segala sesuatunya dati sudit pandang anak-anak,bahkan terkadang menjadi lebih bisa bijaksana.

Selain menjadi penulis,Beby juga menjadi pengajar di lembaga kursus bahasa Jerman. Ketiga orang anaknya mengikuti jejak ibunya menjadi penulis.

Anak pertamanya menjadi penulis KKP (Kecil-Kecil Punya Karya). Menang juara 2 dalam penulisan novel berbahasa Inggris.Awalnya anak pertamanya merasa kagum melihat Maminya yang hanya diam di rumah tapi bisa terima royalti. Akhirnya Beby meminta anaknya untuk menuliskan pengalaman menariknya setiap hari di buku tulis. Anak pertamanya yang bernama Sultan menulis diarynya secara konsisten. Setelah banyak tulisannya Beby mengajak anaknya untuk menulis buku Solo pertamanya dengan judul Diary Kocak Sultan. Buku keduanya berjudul My Experience in Australia, dan 3 antologi lainnya.

Anak kedua melihat kakaknya pergi ke KPCI (Konferensi Penulis Cilik Indonesia) hampir setiap hari,maka anak keduanya yang perempuan ingin juga menulis buku. Akhirnya mulai menulis buku KKP. 

Anak ke tigalebih senang membaca daripada menulis tapi si bungsu berhasil mengikuti jejak kakak-kakaknya dengan membuat komik. 

Proses kreatif  Beby dalam penulisan buku anak adalah dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan tema yang ingin dituliskan, jangan salah buku yang dibaca walaupun untuk membuat buku anak tidak sedikit loh, lebih dari 2 buku dan terkadang bukunya juga tebal-tebal. Selain itu juga bisa melakukan browsing dan bertanya pada suami atau orang yang lebih paham tentang agama. Untuk buku Halo Balita  karena tentang agama islam jadi benar-benar riset cukup dalam. Banyak membaca dan riset terlebih dahulu untuk menuliskan buku anak adalah kunci dalam menuliskan buku anak.

Beby menjaga ketertarikannya dalam menulis buku dengan cara terus berkarya. Setiap ada buku yang terbit, maka semangat kembali untuk menulis. Selain itu Beby meyakinkan jika karyanya itu harus bisa merubah orang lain jadi tahu dan bermanfaat untuk orang yang membaca bukunya.

Dalam membuat buku anak ternyata ada kebermanfaatannya nih,yaitu bisa membantu anak daerah memahami dan bahkan bisa membaca karena buku yang dibuatnya dengan kata yang sedikit.Bahkan orang luar negeri dalam mempelajari Bahasa Indonesia biasanya menggunakan buku anak. Pelihara perasaan bisa bermanfaat untuk orang lain melalui buku anak. Membuat buku anak sebenarnya lebih sulit dari buku fiksi atau non fiksi,karena tujuan akhirnya adalah mendidik dan membangun karakter.

Ada 4 level baca pada anak berdasarkan usianya:

Level 1: 

Buku anak level 1 diperuntukkan bagi anak usia 1-5 tahun. Anak-anak usia ini disebut Pre-Emergent Reader. Banyak gambar,berima,banyak halamannya 4-12 halaman. Kata-katanya ditulis dalam ukuran besar.

Level 2:

Buku anak level 2 diperuntukkan bagi anak usia 2-8 tahun. Anak-anak di usia ini disebut Emergent Reader. Banyak gambar,berima,berisi kata dasar,kata dalam kehidupan sehari-hari,dalam satu halaman maksimal 4 kalimat

Level 3:

Buku anak level 3 diperuntukkan bagi anak usia 4-10 tahun. Anak-anak di usia ini disebut Intermediate Reader. Dalam satu halaman boleh lebih dari 4kalimat dan sudah menggunakan bahasa yang deskriptif (penjelasan). Gunakan bahasa yang lebih formal.

Level 4:

Buku anak level 4 diperuntukkan bagi anak usia 6-12 tahun.  Anak-anak di usia ini disebut fluent Reader. Mereka sudah lancar membaca buku novel,ensiklopedia dan segala macam jenis buku.

Lebih lengkapnya cek di artikel ini. Level-level tersebut bisa dilakukan dengan bersinergi antara ayah dan ibu di rumah. Pengalaman saya waktu mengajar di Aljabr islamic international School,ini sudah diterapkan. Jadi setiap hari anak2 membawa buku pulang kerumah untuk dibacakan orangtuanya atau dibaca sendiri sedari play group

Dalam satu minggu atau satu bulan,guru memilih buku bacaan sesuai level dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris.  Anak diberi log buku bacaan dan kolom untuk menceritakan kembali buku yang dibaca bersama orangtuanya atau yang dia baca sendiri. Kembali ke cara penulisan buku anak.

Menurut Beby dalam menuliskan buku anak,tidak semua level penulisan buku anak ada konflik di dalamnya. Untuk Level 1 biasanya hanya penyebutan nama hewan atau angka. Atau pesan moral yang baik saja tanpa ada konflik. Untuk Level 2,gunakan konflik dan penyelesaian yang sangat sederhana. Level 3 konflik mulai sedikit kompleks dengan penyelesaian sederhana. Level 4 boleh lebih rumit atau menggunakan cara berpikir anak.

Dalam membuat buku anak yang harus dilakuakn terlebih dahulu adalah menciptakan konflik terlebih dahulu dan cari penyelesaiannya. Buat awal cerita, masukkan konflik dan penyelesaiannya baru akhir ceritanya.

Apakah ada tokoh yang harus dihilangkan dalam buku anak-anak saat penyelesaian konflik? Dalam membuat buku anak tokoh tidak boleh terlalu banyak, jika ada konflik selesaikan saat itu juga. Misalnya cerita tetang Hari Minggu penyelesaian masalahnya harus hari Minggu juga. Untuk penokohan jangan pernah masukan tokoh karakter pribadi kita sendiri,harus ada tokoh profesional yang sesuai dengan tema.

Sekarang sedang trending soalan Read A Loud (Membaca Nyaring) sehingga kita membacakan hal yang sesuai dengan yang ada di buku, jadi dilarang melakukan improvisasi. Jika dijelaskan  berarti itu sama dengan mendongeng. Kalau di dalam buku hanya dua kata bacakan dua kata, jika ingin menjelaskan perlihatkan gambarnya. Buku dengan dua kata berarti untuk anak usia kecil. Read A Loud itu adalah kegiatan yang mengkombinasikan mata dan pendengaran anak. Jadi bacakan sesuai katanya. Semakin banyak teksnya maka buku tersebut diperuntukan anak yang usianya lebih tinggi.

Narasumber kedua Hardian, beliau adalah konseptor yang menggabungkan buku anak dengan teknologi  Augmented Reality. Peran teknologi pada buku anak sangat membantu orangtua dalam mengenalkan buku terhadap anak,tanpa membuat anak bosan. Sifat dasar anak adalah bermain dengan teknologi pada buku,anak diajak untuk menyelami buku dengan beberapa teknologi yang bisa diaplikasikan melalui gadgetnya.

Awalnya pada 2009 Hardian ingin membuat konten edukatif islami. Hardian membuat Islamic Princess dan di download oleh 22 orang di dunia. Kemudian, mulai membuat Augmented reality dalam buku supaya lebih menarik anak membacanya. Sehingga diberikan konten edukasi islami, dari anak-anak yang tidak suka membaca buku menjadi suka membaca buku. 

Hardian sudah membuat 100 aplikasi edukasi. Yang paling berkesan adalah buku  Halo Balita yang diterbitkan oleh Mizan. Buku tersebut sudah sampai Ke Turki sehingga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Turki. Sehingga anak tetap bisa membaca buku sambil bermain game dan juga cocok buat anak yang suka bermain game.

Untuk membuat aplikasi,hampir sama dengan membuat sebuah buku. Pertama, buatlah konsep besarnya. Misal buku Halo Balita kira-kira teknologi apa yang bisa digunakanuntuk buku ini  dan temanya yang cocok  seperti apa, baru setelah itu diturunkan ke ilustrator untuk dibuatkan gambarnya. Sehingga ada interaksi antara konseptor, ilustrator, penulis dan lay outer. Mereka bekerja sama untuk membuat anak-anak tertarik dengan tema yyangingin disampaikan.Begitu juga pemilihan backsound dan suara yang ingin ditambahkan. Augmented Reality gak bisa masuk di semua lini awalnya karena ada orangtua yang membatasi penggunaan gadget di rumahnya. Tapi diluar rumah hampir semua edukasi menggunakan gadget. Hardian berpikir keras bagaimana jika anaktetap menggunakan gadget untuk hal yang bermanfaat. Sehingga Hardian membuat banyak aplikasi yang kontennya edukasi.

Teknologi yang sudah digunakan dalam sebuah buku banyak macamnya,ada Augmented Reality,E-book (seperti Story Telling) atau audio book. 

Narasumber ke tiga adalah Risma Dewi Editor Mizan Publishing yang akan membahas tentang naskag yang layak terbit dan proses penerbitan buku anak di Mizan.

Yang harus diperhatikan penulis dalam mengirimkan karyanya ke penerbit adalah,dengan mengetahui tema yang ditulis dan bukunya diperuntukkanuntuk level usia membaca yang mana. 

Langkah-langkah penerbitan buku anak:

1. Dapatkan Ide untuk menulis buku anak dengan tema yang sesuai dengan level buku anak.

2. Tuliskan ide dengan awal,tengah dan akhir cerita.

3. Kirimkan ke penerbit dalam bentuk soft atau hard copy ke alamat penerbitnya,pastikan alamat penerbutnya benar.

Saat naskah sampai di penerbit,maka akan diarahkan ke editor yang bersangkutan. Usahakan menulis tema buku untuk level anak usia berapa,judul dan genrenya di amplop naskah. Sehingga tulisanmu tidak salah alamat. Karena dalam kantor penerbit,editor itu banyak sesuai genre bukunya.

Setelah dibaca oleh editor,maka akan diberitahu melalui email atau telepon tulisan kita diterima atau di tolak. Jika diterima,maka akan lanjut ke meja redaksi siap untuk cetak. Masalah ilustratornya siapa biasanya urusan dari penerbit. 

Tapi prosesnya tidak semulus jalan tol,dalam perjalanannya pasti akan ada revisi di sana-sini,jadi harus sabar dan gak pantang menyerah nih.

Sama dengan penulis ilustrator yang bisa bekerjasama yang akan digunakan. Karena beberapa kali ada ilustrator yang menyerah ditengah jalan. Tidak maslaah jika stylenya realis atau manual,menggunakan cat minyak atau digital,yang penting dapat bekerjasama dari awal sampai akhir dan sesuai dengan time line yang ada. 

Untuk yang ingin mengirimkan naskah bisa dilayangkan ke sini info@mizanpublishing.com atau pelangi@mizan.com.

Gimana,gampang kan tulis buku anak? Yuk,coba dulu nih tuliskan ide,kirim deh,selanjutnya jika sesuai maka akan diterbitkan oleh Mizan.


Komentar