Review Film "Mama Mia, Here We Go Again"

 29 Agustus 2020/ 17.01

Mamma Mia, "Here We Go Again!


Hari ini aku baru aja nonton film dengan judul Mama Mia Here We Go Again. Untuk yang masa remajanya era tahun 90an tahu nih sama lagu ini. " Mamma Mia, Here I Go Again..." kurang lebih gitu liriknya. 

Menurutku film ini unik, karena di dalamnya tuh banyak unsur musik jatuhnya jadi kaya nonton operet, tapi menurutku sutradanya berhasil membuat film ini harusnya layak dapat penghargaan film dengan kombinasi lagu dan drama terbaik nih. Otomatis aku langsung inget sama acara di sekolah waktu pentas dulu, seru banget. Semua pemain  dari remaja muncul di akhir acara.

Insight yang aku dapetin dari film ini adalah " Berjuanglah sekuat tenaga untuk membuat kebahagiaan, bagi diri sendiri dan orang lain." Temukan jalanmu dengan keberanian, karena saat bisa mencintai diri sendiri maka kamu akan menghargai hidup. Pada masanya akan ada orang yang menikmati apa yang kita bangun dan usahakan. Selalu optimis dalam menghadapi masalah. Lakukan semua dari hati, ini sih yang aku tangkap pesan dari filmnya.

Ada beberapa hal yang sedikit kurang masuk akal dan dipaksakan sih, seperti saat Bill bertemu Alexio dan mengajak para nelayan untuk berpesta merayaka hotel Bella Donna yang baru dibuka oleh Sophie anak Donna, hmm, kalau dalam kehidupan nyata gak semudah itu kan orang akan percaya dengan orang lain. Alexio adalah orang yang dibantu oleh Bill menemukan cintanya saat terapung di tengah laut sebab kapalnya kehabisan bahan bakar saat ingin mengantar Donna ke pulau Moussaka. Alexio berhasil menikah dengan Philippio, sehingga ALexio masih mengingat Bill, walaupun mereka beranjak tua. Teman-teman Nelayan Alexio sedang dalam kesulitan dan mau diajak pergi ke acara pembukaan hotel Bella Donna.

Padahal di hotel Bella Donna, Sophie sudah merasa sedih karena badai yang membuat semua yang direncanakannya berantakan, dan kedua ayahnya Bright dan Bill tidak bisa datang. Harry yang membantu Sophie merapikan kembali barang-barang yang berantakan karena badai, Harry percaya semua orang yang di undang akan datang. Kejadian ini hampir sama saat Donna baru sampai di tempat itu dan badai datang. harry membantu Donna menyelamatkan kuda yang tertumpuk beberapa reruntuhan.

Oke, cerita di mulai dengan settingan anak Donna bernyanyi di balkon dan menuliskan undangan kepada kerabat Donna (Ibunya) untuk datang ke acara pembukaaan hotel. Hotel itu tadinya adalah tempat tinggal Donna saat menemukan jati dirinya. Diberi nama Hotel Bella Donna.

Anak  Donna yang bernama Sophie ini merelakan kehidupannya yang nyaman di New York untuk kembali ke sebbuah pulau di Athena bernama Moussaka. Setelah Donna, ibunya wafat setahun yang lalu, dia berkeinginan kuat untuk merenovasi rumah yang ditinggali oleh ibunya menjadi sebuah hotel yang cantik.

Flm yang dirilis tahun 2008 di beberapa negara berbeda ini menghipnotis aku banget dengan kisah Donna dan lagu-lagu lawas yang disesuaikan dengan perasaaan Donna saat itu. Donna remaja selalu terlambat, Donna di beri kepercayaan oleh para guru di Universtitas untuk menyampaikan sepatah dua patah kata saat di wisuda. 

Bersama dua orang temannya dia menyanyikan lagu buatan mereka, dan mereka berharap bisa menjadi penyanyi terkenal, tapi karena saat itu mamanya Donna tidak hadir ke wisudanya maka Donna memiliki keinginan lain, dia ingin mencari jati dirinya jauh ke Yunani. Sosok Ruby, ibu dari Donna tidak diceritakan secara jelas, hanya hadir pada saat pembukaan hotel Bella Donna. Kehadiran Ruby tidak diinginkan oleh Sophie, karena Ruby dianggap sudah menelantarkan ibunya Donna. Sky, suaminya yang membawa Ruby untuk datang ke acara pembukaan hotel Bella Donna. 

Ruby adalah seorang penyanyi terkenal yang sangat sibuk. HAmpir semua wktunya di dedikasikan untuk menyanyi. Ternyata benar kalau Donna berasal dari Yunani, kok bisa? tonton filmya, atau baca sampai habis ya.

Menurutku, Donna cukup berani sih, untuk seukuran wanita usia 22 tahun, mencari jati dirinya. Setelah wisuda, alih-alih mencari pekerjaan, Donna malah pergi ke Eropa, Paris.  Saat sampai di Eropa Donna masuk ke dalam sebuah penginapan, tidak ada penjaga di dalamnya. Saat Donna akan mengambil kunci yang ada di belakang meja resepsionis, tiba-tiba Bright muncul dengan piyamanya dan berbicara bahasa Perancis. Dengan sedikit rayuan dan lagu " Waterloo" malalm itu mereka menghabiskan malam bersama. 

Keesokan harinya Donna memutuskan untuk pergi ke Athen-Yunani  tadinya tujuannya pulau Kaoli ujung Athena-Yunani, tapi malang dia ketinggalan kapal, karena petugas nya iseng menanyakan rambutnya yang jauh lebih panjang daripada di foto paspornya. Kecewa, tapi kalau kamu nonton film ini, pemainnya bawa aura positif banget, walaupun dia kecewa tapi selalu optimis karena akan ada kebahagiaan di kemudian hari.

Tak berapa lama, ada seorang pemuda bernama Bill dengan kapalnya menawarkan Donna untuk mengantarkan ke Athena-Yunani. Donna mengiyakan dan berlayarlah mereka, bisa diramalkan apa yang terjadi di malam hari? Yes, they did again. Tapi film ini cukup tidak vulgar karena tidak memperlihatkan proses bercinta hanya setelahnya saja, jadi penonton pasti bisa menebak apa yang terjadi kan? Beberapa hari kemudian sampailah di Moussaka. Di pinggir pantai ada rumah bessar yang tidak terawat. Bill meninggalkan Donna sesampainya di pulau itu, karena dia harus segera mengikuti lomba laju kapal. 

Rumah itu besar sekali, sebelum pergi Bill mengingatkan Donna kalau sebentar lagi badai akan datang. Tapi Donna tidak peduli, dia terlalu senang dengan apa yang dia temukan di pulau Moussaka. Donna meneliti bagian rumah itu satu persatu, banyak yang lapuk dan sudah tua, tapi Donna senang karena menemukan tempat tinggal. Donna selalu bisa melihat sisi positif dari sebuah keburukan, kesedihan dan apapun itu hal yang tidak menyenangkan. 

Donna remaja yang diperankan oleh Lily James berakting sangat baik, aktingnya memikat para penonton dengan energi positifnya yang besar. Seburuk apapun keadaan Donna, dia bisa membuatnya jadi sebuah kebahagiaan. Donna memiliki grup band bernama Dynamos,angotanya Donna, Tanya dan Rosie. Mereka bintang di kampusnya.

Saat Donna sudah menemukan tempat baru di Moussaka badai menghantam rumahnya, ternyata di bagian bawah terdapat seekor kuda berwarna hitam. Donna berusaha menyelamatkan kudanya, tapi dia butuh seseorang untuk membantunya, saat keluar dari rumah yang baru ditemukannya dia bertemu dengan Harry. Donna langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. 

Setiap apa yang dirasakan oleh Donna, dia selalu bernyanyi. Dekat dengan rumah itu ada sebuah bar kecil, ternyata ibu pemilik bar adalah yang memiliki rumah pinggir pantai yang ditemukan oleh Donna. Ibu tersebut memberikan rumah tersebut pada Donna, karena Donna dianggap orang baik yang bisa mengendalikan kudanya. Pastinya anaknya yang anak band juga bisa takluk dengan Donna.

Donna resmi menjadi anggota bandnya dan diperbolehkan bernyanyi di band tersebut. Lagu pertama yang dinyanyikannya adalah lagu berjudul Andante. Lagu ini ditujukan untuk Harry. Saat Donna mulai merasakan kasih sayang lebih pada Harry, ternyata Harry mengecewakannya. Harry telah bertunangan dengan seorang wanita di Kota tempat tinggalnya. Donna marah dan melepasskan Harry pergi, Harry hanya sedang berlibur selama seminggu di Moussaka. 

Untuk menghibur Donna, kedua sahabatnya Tanya dan Rosie mendatanginya ke pulau Moussaka. Semua lelaki yang pernah brtemu dengan Donna menginginkan pertemuan kembali. Bright dan Bill berusaha kembali ke pulau tersebut. Bright terhalang pekerjaannya sementara Bill, setelah lomba bersama kapalnya kembali ke Moussaka, beberapa hari tepat setelah Harry pergi. Seperti biasa mereka menghabiskan malam bersama.

Di saat Bill dan Donna pergi menghabisakn malam bersama di kapal milik Bill, Harry kembali ke Moussaka. Tapi dia kembali lagi ke kota, karena mendengar kabar dari pemilik bar kalau Donna pergi bersama Bill. Harry sedih sekali. Teman-temannya hanya beberapa hari disana. Saat teman-temannya kebali ke kota mereka, Donna hamil. Donna bingung, ini anak siapa? Dia melakukan dengan tiga lelaki sebelumnya.

Donna menyembunyikan hal ini terutama pada ibunya Ruby. Toh Ruby tidak pernah mencari kemana Donna pergi. Bulan demi bulan berlalu, Donna melahirkan di bantu ibu pemilik bar. Saat itu Donna merasa hidupnya sangat indah dan dia merasa kuat menjalani hidup bersama anaknya. Ruby pun masih sama tidak pernah mengunjungi Donna.

Semua lagu yang dinyanyikan dalam film ini ada semua dalam album ABBA, seperti: Andante, Dancing Queen, Mama Mia, Waterloo, Fernando  dan banyak lagi.

Kalau lagi murung nonton film ini bisa happy dan semangat lagi nih. Cuma yang keselnya kenapa harus 3 gitu bapaknya si Sophie, padahal kan jaman udah canggih, bisa tes DNA. Sumpah hal yang satu ini sampai dibahas bareng sama suamiku nih. Kira-kira itu anak siapa ya? Kata suamiku yah dia pas masa suburnya kapan, ya dia deh bapaknya, hehe. Coba nih, menurut kalian yang baca review ini, Sophie anak siapa?

Kalau suka lagu lawas cuss deh nonton film ini di Netflix atau Youtube, menghibur banget, keberanian dan semangat hidup serta cara Donna menghadapi kehidupannya yang pahit tuh dengan ketenangan dan keceriaan bisa bangkitin semangat lagi. Apalagi kalau lihat senyum Donna remaja. Pemain filmnya juga cantik-cantik dan ganteng, juga bintang terkenal semua. 

Ternyata kenapa Donna pergi ke pulau itu, Donna adalah anak dari salah satu manajer hotel bernama Fernando. Keadaan ini terbongkar saat Ruby bertemu Fernando. Oh ini clue sebenarnya saat Donna merasa disitulah tempat yang cocok untuk dirinya. Wah, ngeri nya di film ini adalah gak tahu nasab alias keturuan karena budayanya yah gitu, cobain dulu, cocok baru nikah, berbeda dengan kebudayaan timur atau islam yang sangat memuliakan. Nikahi dulu, baru bisa membuat keturunan. Kalau ternyata itu masih satu darah gimana ya?

Sophie merasakan keterkaitan yang sangat emosional karena saat pembukaan hotel tersebut, Sophie hamil anak pertamanya dari suaminya Sky. Sophie merasakan kehadiran Mamanya Donna saat pemberkatan anaknya.

Menurutku nilai film ini 8, karena gak mudah mengendalikan banyak orang, terus feelnya dapet, sedihnya, bahagianya, semangatnya, melalui lagu-lagu yang dinyanyikan, bravo untuk penulisnya Catherine Johnson, Benny Andersson, Bjorn Ulvaeus dan sutradaranya Phyllida Lloyd. Jadi pengen nonton yang sebelumnya deh, pencarian ayahnya Sophie, hehe. Filmnya nagih, bisa stres release sambil nyanyi-nyanyi jadul gitu.

Ka-ki : Ruby, Sky dan Sophie.






Komentar