Bola Panas Empati

19 Mei 2020 07.00 WIB

"San,gue kesel banget sama grup twitter walking tuh,apalagi sama Utet,kok bisa sih dia aman di grup gak dikeluarin sama Admin,padahal ngelanggar terus."

" Yah emang lo gak tahu Ve,Utet tuh punya Agency,setiap ada Job si Wenka selalu dikasih paling dulu,makanya gak masalah tuh dia selesein task apa gak."

"Curang banget yak,gue unfollow terus block aja deh."

"Serius Ve?Utet punya banyak relasi dan gak sedikit loh job dari dia."

"Yah,buat apa San,kalo dia gak ngikutin alur task yang dikasih,semaunya sendiri,emang dia mau talentnya berbuat seperti yang dia lakuin,pasti gak mau kan?"

"Iya sih Ve,tapi lo pikir lagi lah sebelum ngelakuin itu."

"Rejeki gak dari si Utet doang San,banyak."

"Ya udah,terserah lo aja."

Ve,serius unfollow dan nge block akun twitter Utet.Ve Kesal karena Utet gak pernah melakukan task yang diberikan admin grup. Tasknya sederhana,reply, retweet with comment dan kasih like untuk 20 akun. Konsekuensinya kalau ada yang tidak melakukan task maka tidak bisa list di hari selanjutnya. Utet sering tidak menyelesaikan tasknya. Kadang Utet cuma melakukan separuh akun,Ve ketiban pulung karena  biasanya menaruh list paling akhir atau ditengah2,jadi paling sering gak ditengok nih akunnya sama Utet.

Anehnya saat Ve,unfollow dan block akun Utet,itu dibahas di grup. Wenka sebagai admin,bukannya menegur di jaringan pribadi tapi malah menegurnya di grup. Kesal sekali Ve,semua orang jadi tahu. Sekalian aja Ve jelaskan alasan memblokir dan tidak mengikuti akun Utet.

Heboh sahut menyahut antara Wenka dan Ve. Anggota grup lainnya hanya jadi pendengar pasif,berulang kali Santi mengingatkan Ve lewat jaringan pribadi. Ve gak perduli,dia cuma mau dapet keadilan. Karena Utet sudah berulang kali seperti itu.

Entah kenapa  anggota grup yang  lain yang terdzolimi gak ada yang bantu Ve. Semuanya diam seribu bahasa,mungkin karena butuh job atau memang gak peduli  Utet melakukan  task atau tidak,yang penting mereka gak di Kick dari grup.

Kesel banget rasanya Ve,tapi Ve bukan orang berkuasa,bukan pemberi job,gak deket sama adminnya,jadi mau apalagi,Ve pasrah,kalau akhirnya dirinya di removed dari grup ini.

Benar saja,hanya hitungan menit,Ve dikeluarin  dari grup. Santi yang memberi tahu. Ve,merasa gak perduli,menurutnya Utet harus tahu kalau yang dilakukan salah,dia harus bisa menerima. Begitu juga Wenka sebagai admin,harusnya adil sama sesama anggota grup.

Tapi apa yang di dapat Ve,tiba-tiba follower twitternya berkurang 20 orang. Wah,apa2an nih,jumlah member di grup twitter dengan admin Wenka sejumlah itu,apa memang benar? Ve bertanya-tanya,ditanyalah Santi. Jawaban Santi mengejutkan,kalau Wenka yang meminta semua anggota grup untuk melakukannya,meng -unfollow Ve dengan iming2 mendapatkan  job dari produk lokal masker wajah.

Ve,menarik napas kesal. Betapa gak adilnya. Gerak Ve jadi terbatas. Banyak job yang jadi tidak diketahui Ve. Twitternya sering tidak ada postingan baru,sekalipun ada jarang yang respon. Separah inikah memblok seorang Utet?

Ve memutuskan untuk membuat akun tweet baru dan mengikuti akun Utet. Wa,followernya sudah bertambah 2x lipat. Bahkan,saat Ve ikutan grup tweet itu lagi dengan nomer ponsel berbeda,Utet sudah diangkat menjadi admin,bergantian dengan Wenka. Kesal di hati Ve semakin menggumpal membesar seperti bola panas yang siap meledak sewaktu-waktu. Sabar Ve,di akun ini kamu adalah Xania.

Waktu terus berlalu. Akun baru Ve,Xania lambat laun makin banyak followernya,pekerjaan juga sudah mulai banyak. Ve menjadi sibuk bukan kepalang,kadang dia tidak melakukan task sesuai deadline di grup twitter. Utet atau Wenka mengingatkan.

Akun Xania yang sebenarnya milik Ve,termasuk akun yang disayang nih oleh Wenka dan Utet,karena followernya nambah banyak,isinya gak receh dan selalu tepat waktu dalam mengumpulkan task job. Hanya saja saat saling mengunjungi twitter temannya,pasti selalu terlambat.

Suatu hari ada jaringan pribadi masuk dari nomer tak dikenal.
" Hai kak Xania, Aku Yanti,kakak udah seminggu loh belum mengunjungi akunku balik,aku sudah kak,dan dalam seminggu aku dan kak Xania ikutan list bersamaan 5x,jadi ada 5 tweetku yang belum di respon sama kak Xania,boleh tolong di respon kak,terimakasih."

Deg,Vania terhenyak. Wah,apakah yang dirasakan Yanti sama dengan yang Ve rasakan terhadap Utet? Bedanya,Yanti langsung mengkonfirmasi hal tersebut ke Xania.

Ve,segera menyelesaikan semua list tertunda yang belum diselesaikan. Setelah itu memberi laporan di grup dan membalas jaringan pribadi dari Yanti.

"Maaf Yanti,beberapa hari ini saya banyak deadline,jadi terbengkalai dan tu
tidak menyelesaikan task."

"Iya kak,gak apa-apa terimakasih ya sudah di respon semua tweet saya.Mohon maaf kalau saya langsung japri ke kak Xania,saya gak mau bikin ribut seperti kak Ve,waktu itu."

Deg,padahal Ve berusaha melupakan kejadian naas itu,tapi ternyata anggota grup masih ingat.

" Emang,Ve kenapa gitu?" Ve penasaran apa yang terjadi setelah Ve di removed,dan semua anggota grup meng unfollownya.

" Emang kak Xania gak tahu? Oh iya kakak kan baru gabung ya? Jadi setelah  kak Wenka removed  kak Ve,tiba-tiba,kak Utet baru komen,dia meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat,dia meminta kak Wenka untuk kembali menginvite kakak,tapi kak Wenka sudah tidak empati sama kak Ve,karena kak Ve gak suka dengan cara kak Ve menyelesaikan masalah. Menurut kak Wenka,Kak Ve kan bisa langsung bilang ke kak Utet,sebab kak Utet kan sibuk urus banyak talent,terus baru punya bayi. Kemudian kak Wenka bikin aturan,kalau masih follow akun kak Ve,di removed juga dari grup."

Deg,kesal kembali hadir dihati Ve terhadap Wenka. Kok gitu sih Wenka. Hmmm,sebuah bisikan mampir ditelinga Ve selewat.

Wenka gak salah 100 persen,Utet juga,sikap kamu aja yang kurang kooperatif,kalau bisa diselesaikan japri,kenapa harus di grup?  

Ve,menimbang-nimbang,siapa dulu ya yang harus dia hubungi?  Wenka atau Utet ya? Ve memutuskan untuk menghubungi Utet.

" Hai kak Utet,ini Ve,sebelumnya aku mau minta maaf atas kesalahan Ve beberapa waktu lalu,Ve salah,harusnya Ve langsung menghubungi kak Utet atas kekurangnyamanan Ve,bukan malah bahas di grup,maaf yah kak Utet."

Lama tidak dibalas japri dari Ve,Ve mulai cemas. Dia tidak akan menghubungi Wenka jika urusannya belum selesai dengan  Utet.

5 hari berselang,japri Ve baru di balas. " Hai Ve,justru aku yang seharusnya minta maaf,aku gak punya asisten rumah tangga pun asisten dalam mengerjakan agencyku,aku yang mengerjakan semuanya. Suamiku tinggal di luar kota,gajinya tidak cukup untuk membiayai keperluan bayi kita. Anakku juga masih bayi,jadi aku harus bisa bagi waktu,tapi efeknya aku jadi gak tepat waktu ngumpulin task di grup twitter. Aku sudah bilang sama Wenka untuk invite kamu lagi dan gak usah suruh grup member sampai seperti itu ke kamu,tapi menurut Wenka kamu harus diberi pelajaran. Saat kamu masuk dengan nama Xania,aku dan Wenka sudah tahu,kami memberi kesempatan kedua untuk kamu. Kami berharap kamu sudah berubah tidak meledak-ledak lagi di grup. Aku berusaha mengajukan namamu nomer satu sama Wenka,aku bujuk dia untuk gak kesel lagi sama kamu. Alhamdulillah  Wenka bersedia. Walaupun berkali-kali kamu gak menyelesaikan task di grup twitter,aku bujuk Wenka untuk tidak mengeluarkanmu dari grup,biar anggota grup lain yang akan menegur. Sebenarnya aku bukan tidak menyelesaikan task,aku menyelesaikan rapel 1 minggu,coba kamu cek akun mu atas nama Ve,ada kan responku? Itulah kenapa Wenka membela aku Ve,karena dia tahu bagaimana susahnya aku. Maafin Wenka ya. Kamu gak usah ganti masuk dengan akun Ve,cukup akun Xania saja. Aku cukup paham kalau hal yang terjadi padamu itu sangat memalukan untukmu,tapi aku mohon maafin kita ya."

Ve terhenyak,banyak hal yang dia pahami setelah mendapatkan japri dari Utet. Selama ini,cara yang dilakukan salah. Tapi dia juga korban bola panas empati Wenka ke Utet.

" Iya kak Utet,aku sangat minta maaf yah,karena mengedepankan ego tidak punya empati sama sekali ke kak Utet. Mohon sampaikan salam dan maafku untuk kak Wenka,atau Ve yang hubungi kak Wenka ya?"

"Iya disampaikan. Kalau sudah reda emosimu baru hubungi Wenka,dia juga emosian soalnya,hehe. Nanti kalau ada job ,aku selalu akan rekomendasiin kamu ya Ve. Mau pake akun Xania atau Ve nih."

Ya ampun Ve malu sekali karena sudah melakukan itu pada kak Utet.

" Kalau boleh dua2nya kak Utet,makasih ya."

Hal ampuh supaya dimaafkan adalah mengirim hadiah.

Segera Ve memesan kue lebaran dan memberikan pada Kak Utet dan Wenka. Ve memberanikan diri menuliskan surat untuk Wenka bersamaan dengan kue yang dikirimkan. Hatinya plong. Teman2 yang tadinya memblokirnya,meng unfollownya,mulai follow akun twitter Ve lagi.

Ternyata Wenka menjapri semua member grup twitter untuk melakukan  itu,so sweet. Kalau sudah diluruskan semuanya jadi lebih menyenangkan bukan.

Moral dari Cerpen ini:
1. Jaga hubungan baik dengan teman di grup
2. Japri jika ada masalah supaya bisa lebih tabayyun atau meluruskan masalah.
3. Atur emosi,gunakan logika,supaya tidak hilang relasi.

Ada yang mau tambahin pesan moralnya?




Gambarnya gak nyambung ya. Ini bukan foto kak utet,tapi foto ibu sama bapakku lagi seneng banget punya cucu pertama.

Komentar

  1. Dunia Twitter memang seperti itu
    Mudah sekali ada wak prasangka
    Apalagi jika sudah urusan job joban, mudah sensi ,😍
    Makanya saya tak ikut grup grupan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya yah gitu emang, tapi berusaha profesional aja deh ya :).

      Hapus
  2. Balasan
    1. HAhaha, asal menginspirasi mah, lanjutkeun.

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.