Susu yang Baik untuk anak Balita

25 April 2020/ 2 ramadhan 1441H/ 07.36

Assalammualaikum, selamat pagi sahabat Wijayastuti. Hari kedua di bulan Ramadhan nih. Tadi pagi hampir aja aku kebablasan gak sahur, hehe, gegara keasyikan nontonin tausiyahnya Ustadz Adi Hidayat di Youtube semalem. Alhamdulillah nambah ilmu. Pas jam 03.45, adikku yang paling bontot dateng ke rumah ngasih buat sahur, kayaknya ibuku udah feeling kalau anaknya belum bangun, karena ditelponin gak diangkat. Alhamdulillah kebahagiaan tinggal deket rumah orangtua mah gitu yah. Semoga besok gak telat lagi bangunnya, Amiin. Jadinya aku dan suamiku sahur Mie Goreng dan nasi sama lauk dari Ibu, hehe, udah 36 tahun masih kaya gini ya, gimana nanti udah ada anak, hehehe. Semoga aku lekas sadar.

Ngomongin soal anak, alhamdulillah adikku yang menikah sebulan setelahku, sudah dikaruniai seorang anak ganteng yang soleh dan menggemaskan Faturrahman Faudzil Ghani namanya. Panggilannya Ojil, baru beberapa bulan ini lepas ASI dari mamanya. Seminggu yang lalu, waktu main ke rumah orangtuaku untuk syukuran hari ulang tahun adekku dan sekalian munggahan mau Ramadhan, Ojil terlihat lebih kecil dan kurus.

Singkat cerita, waktu aku tanya, adikku gak kasih anaknya susu lagi, kalaupun dikasih susu bubuk, itu cuma di minum seteguk dua teguk kalau dia minta, susu cair katanya alergi. Pagi ini aku lagi penasaran nih, susu apa yang cocok untuk anak usia 2 tahun, apakah susu bubuk yang lebih baik, atau susu cair? Apakah penyebab alergi susu? Kalau alergi baiknya minum susu apa? Apa harus minum susu setelah lepas ASI? Makanan Pengganti Susu yang mengandung Kalsium? Buatku ini kaya belajar otodidak based on beberapa artikel ya, biar nanti pas udah di kasih amanah sama Allah pas anaknya sudah dua tahun, aku tahu nih harus kasih asupan gizi yang bagaimana, sekalian aku sama adikku belajar bareng juga nih, mengisi waktu ramadhan dengan hal yang bermanfaat walaupun #Stay At Home.

Adikku tuh dari dulu memang anti sama susu, beda sama aku, doyan banget sama susu, kalau adikku yang bontot alergi susu sapi, tapi kalau makanan olahan yang ada susunya sekarang dia sudah gak bermasalah lagi nih. Dulu si bontot intoleran banget, minum susu dikit diarenya berhari-hari. Kalau adikku yang perempuan mamanya Ojil, gak suka minum susu karena baunya, entah deh aku lupa bagaimana cara Boendaku memenuhi asupan gizi kedua adikku. Karena kalau kalian ketemu sama keluargaku kita tuh keluarga besar dalam artian sesungguhnya, badannya pada bongsor, hehe.

Bakalan banyak yang di bahas dari keingintahuanku seputar susu untuk anak balita nih. Kita urai satu-satu berdasarkan beberapa artikel yang aku baca ya, kalau sekiranya gak nyambung, kita bahas di artikel selanjutnya. Haha, sugesti nih, jadi nyium bau susu, padahal sahur tadi gak bikin susu, hiyah, gambar tuh pengaruh banget ke berbagai indera kita ya, hehe, dari tadi lihat gambar susu bae, kayaknya buka puasanya minum susu deh, hehe. Hush, baru jam segini.

Oke, pertanyaanku mulai terjawab nih, setelah membaca artikel dari Hallo Sehat.com , maklum belum ada anak jadi belum berpengalaman nih. Tadinya aku mau beliin ponakanku susu cair, takut kesalahan nih, karena usianya baru 2 tahun lebih 5 bulan. Ternyata menurut https//hellosehat.com anak usia 1 tahun keatas sudah boleh minum susu cair UHT. Carilah susu UHT yang kadar kalsiumnya tinggi untuk membantu pertumbuhan tulang pada anak. Serta memiliki kandungan protein dan kadar lemak yang sesuai dengan gizi Balita.

Menurut American Academy of Pediatrics susu UHT dianggap baik untuk anak usia 1 tahun ke atas, karena terbebas dari mikroorganisme berbahaya, sehingga dapat mencegah berbagai infeksi yang membahayakan tubuh anak yang biasanya diakibatkan oleh Salmonella, E.Colli dan bakteri lainnya. Susus Full Cream baik untuk anak usia 1 tahun ke atas, kandungan lemak baiknya asam lemak Omega-3 nya tinggi, sehingga baik untuk kesehatan dan perkembangan otak anak. Bisa jadi panduan dalam memilih susu UHT yang baik untuk anak ya Moms.

Kadang orangtua pasti berpikir nih saat ingin membelikan susu untuk anaknya, bubuk atau cair ya? kita harus memahami dulu proses dan perbedaan kandungan dari susu bubuk dan susu cair dulu nih Moms.

Susu bubuk berasal dari susu cair yang mengalami proses pemanasan dengan bantuan alat Spray Drier. Sementara susu cair memiliki dua jenis, yaitu Fresh Milk (susu segar) dan juga susu cair olahan. Moms pernah ajak anaknya ke peternakan sapi? atau Moms pergi bareng sama ibu-ibu komplek atau komunitasnya ke kandang sapi, untuk lihat pross pemerahannya? Saya pernah, jadi setelah di perah susu dari puting sapi, susunya di saring, kemudian di panaskan maksimal 70 derajat celcius, tidak boleh lebih, karena akan menyebabkan protein dalam susu pecah atau rusak jika dipanaskan melebih suhu tersebut. Susu segar ini bebas pemanis  atau perasa tambahan. Susu cair olahan seperti UHT sudah melewati proses pemanasan untuk membunuh bakteri dan diberi perasa supaya enak dan tahan lama. Susu olahan ini biasanya di sebut susu UHT aau juga susu pasteurisasi di pasaran.

Beda susu UHT dan Pasteurisasi apa? Terletak pada suhu derajat pemanasan dan lama waktu pemanasan, serta waktu simpan susu tersebut. Susu Pasteurisasi biasanya gak tahan lama, hanya 1-2 hari walaupun dalam keadaan tertutup, beda dengan susu UHT  yang bisa bertahan paling lama 2 minggu. Susu Pasteurisasi dipanaskan dalam suhu 72 derajat celcius dalam waktu 15 detik, sehingga menyebabkan beberapa kandungan dalam susu hilang. Sementara susu UHT dipanaskan 1380 derajat celsius selama dua detik. Bakteri yang tidak baik dalam susu akan hilang. Selengkapnya bisa di baca di artikel ini.

Dari beberapa penjelasan di atas, lebih baik mana susu cair atau susu bubuk? Kalau saya pribadi, lebih baik Susu Cair Segar, hanya rasanya mungkin kurang enak ya Moms, tapi sehat.

Balik ke soalan alergi ponakanku ya Moms. Kata adikku setelah minum susu anaknya jadi beruntusan, lah kan kita gak berpengalaman ya, jadi awalnya gak percaya, karena setahuku kalau alergi susu ngaruhnya ke pencernaan bukan kulit. Ternyata aku salah Moms, alergi itu ada yang ringan sampai berbahaya, salah satunya adalah berpengaruh pada kulit. Cek Artikelnya di sini. Hmm, jadi puter otak nih budenya, terus gimana mencukupi kebutuhan kalsium dan mineral serta lemak baik untuk pertumbuhan otak ponakannya yah, kalau ternyata Ojil alergi susu.

Oke, coba kita pahami dulu apa beda susu sapi dan susu kedelai. Setiap susu, baik itu susu sapi ataupun susu kedelai, pastinya memiliki kandungan gizi yang berbeda.  Susu sapi lebih unggul dalam kandungan protein, lemak, serta bergabai vitamin dan mineral. Susu Sapi cocok untuk anak dalam masa tumbuh kembang dan juga baik untuk orang dewasa. Namun, susu sapi mengandung lemak jenuh dan kolesterol sehingga akan menjadi alergi bagi yang mengkonsumsinya atau akan mengalami intoleran laktosa.

Susu Kedelai mengandung lebih sedikit kalori dan protein yang cukup tinggi untuk produk nabati. Susu Kedelai banyak yang diperkaya dengan vitamin A,B,D serta mineral lainnya. Bedanya dengan susu sapi, susu kedelai tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol sehingga orang yang mengalami intoleran laktosa dapat mengkonsumsinya. Susu kedelai juga kaya akan antioksidan, fitoestrogen  yang bisa melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan memelihara kesehatan tulang, otak dan mengurangi resiko kanker.

Nah, sekarang tinggal sesuaikan dengan kebutuhan anak aja ya Moms. Sebenarnya untuk memenuhi asupan gizi anak dalam menunjang perkembangan otak, pertumbuhan tulangnya, salah satunya dengan memberikan susu formula pada anak, tapi pemberiannya tidak disarankan berlebihan cukup berikan 2-3 gelas susu sehari, supaya ada ruang untuk makanan pendamping bagi pertumbuhannya.

Kalau mau sedikit repot, Moms bisa memberikan beberapa asupan gizi ini, bagi anak yang sudah bisa makan makanan padat, bisa ditukar asupan kalsium dari susu sapi dengan makanan sumber kalsium lainnya, seperti bayam, bokcoy, tahu, jeruk, telur, teri, dan sarden. Bisa dilakukan variasi masaknya supaya anak lahap makannya.

Seru nih ya, jadi gak sabar punya anak, supaya bisa kasih asupan gizi tepat dan seimbang dengan beragam makanan sehat. Kalu pengalaman Mom dalam membersamai asupan gizinya bagaimana? kasih susu atau beberapa makanan pengganti susu seperti diatas? Kalau kasih susu biasanya susu cair atau bubuk? Share di Comment ya Moms, untuk supaya yang baca lainnya belajar juga dalam membersamai tumbuh kembang anak dengan memberikan asupan gizi yang baik.

Komentar