Doctor Romantic "Setiap Orang Boleh Saja Memiliki Luka, Tapi Saat Bermanfaat Untuk Orang Lain kamu Jadi Sempurna."

14 April 2020/15.21

Kelamaan di rumah tuh lumayan bikin bosen ya, jadi selama dirumah selesai kerjaan beberes rumah ngapain lagi yah, nonton Viu deh, season 2 nya Dr. Romantic. Season 1 sudah pernah dibahas nih di blog aku www.wijayastuti.wordpress.com. Sudah lumutan kayanya nih blogku yang wordpress jarang ditengok.

Waktu tahu ada Season 2 nya, gak pake nunggu langsung aja stand by. Suka banget sama aktingnya Kim Sa Bo. dokter seior yang tulus mengedepankan rasa kemanusiaan diatas politik perusahaan Rumah Sakit. Kim Sa Boo atau Boo Yong Joo ini unik. Beliau bisa berkomunikasi dengan kalangan mana saja sesuai dengan level pendidikannya. bahkan banyak orang yang juga penasaran dengan ketulusan Kim Sa Boo. Apa sebenarnya yang di kejar beliau.

Sedikit berbeda dengan Dr. Romantic Season 1, di Season kali ini, Kim Sa Boo, mendapatkan bantuan dokter bedah yang gak kalah unik dengan dirinya. Masih bersetting di Rumah Sakit Doldam yang kekeluargaan dan memiliki kata-yang haram diucapkan oleh pegawainya. Pegawai Rumah Sakit Doldam dilarang mengatakan " Tumben sepi, gak ada pasien", "Sepi nih gak ada yang dateng." Semacam itulah,maka tidak lama kemudian akan berdatangan paseien tanpa henti.

Rumah Sakit Doldam ini  berada di pedesaan. Di dekat Rumah Sakit ini terdapat kasino yang didatangi oleh banyak orang dari penjuru dunia. Jangan harap pegawai Rumah Sakit Doldam akan bisa liburan di weekend. Pasien akan membludak.

Di Season 1, RS. Doldam kedatangan dokter unik yang jago dalam operasi jantung, tetapi mengalami tremor. Sementara ada juga dokter yang tidak bisa mengendalikan emosinya. Tapi kedua dokter itu sekarang sedang pendidikan dan harus meninggalkan Doldam sehingga Kim Sa Boo membutuhkan tenaga kerja baru dibagian bedah untuk membantunya melakukan operasi.

Kedatangan Kim Sa Boo ke Rumah Sakit Layanan Kesehatan Pusat Geodae untuk mendapatkan tenaga bantuan medis, di tolak mentah-mentah, seperti biasaKetua Yayasan menginginkan Doldam ditutup selamanya. Salah satunya dengan membuat Rumah Sakit ini kekurangan tenaga medis.

Buatku pribadi serial ini seru banget, aku gak pernah bosa nontonnya, cuma terkadang pas adegan operasinya aku cepetin, karena gak berani lihat darah dan gak tega bayangin organ dalamnya di dedel duel, tapi kalo lagi kepo pengen tahu, di tonton sampe detil, bahkan suka diulang-ulang.

Singkat cerita Kim Sa Boo mendapatkan bantuan 3 tenaga medis. Woo Jin, Eun Ja dan Ah Reum. Woo Jin adalah dokter bedah umum. Eun Ja seorang dokter ahli bedah Jantung dan Ah Reum adalah dokter umum yang siap ditempatkan di UGD. Mereka bertiga teman seangkatan di Universitas Layanan Kesehatan Geosan.

Pemain di Season kali ini lumayan bisa bikin mata jadi terang sih, soalnya Woo Jin, tipe aku banget, hehe. Dalam cerita ini Woo Jin adalah dokter yang gak disukai sama teman sejawatnya karena mengadukan teman sejawatnya sehingga harus di skors dan tidak memiliki ijin praktek. Woo Jin orangnya idealis. Hidupnya sudah sulit sekali dia. Kedua orangtuanya meninggal bunuh diri karena tidak bisa membayar hutang, bahkan untuk kuliah kedoteran pun dia meminjam banyak uang pada rentenir, gayanya cool dan jarang senyum, kalau sudah senyum meleleh lah hati mamak, haha.

Eun Ja, temen sekelas Woo Jin adalah dokter yang gak kalah unik. Menjadi dokter sebenarnya adalah keinginan ibunya. Sehingga dia belajar keras bukan karena kemauannya sendiri. Waktu ujian praktek membedah mayat, Eun Ja gak kuat nyium bau Chloroform dan gak sanggup di ruangan operasi, alhasil walaupun nilai teorinya tinggi, saat melakukan operasi, dia selalu tertidur karena menelan pil anti mual.

Kedua dokter ini di skors dan di kirim ke Rumah Sakit Doldam. Kutukan untuk mereka pindah ke rumah sakit ini. Tapi tidak dengan Ah Reum, dengan sukarela dia pindah ke Doldam untuk menjadi dokter umum di UGD. Eun Ja merasa kariernya akan hancur, tapi saat melihat kakak kelas yang dia suka menjadi dokter ortopedi, semangat kembali bekerja di Doldam.

Kenapa judulnya "Setiap Orang Boleh Saja Memiliki Luka, tapi Saat Bermanfaat untuk Orang lain Kamu Jadi Sempurna" karena semua dokter -dokter bermasalah ini menjadi sempurna saat mereka bekerja di RS. Doldam bersama Kim Saboo dan rekan pegawai RS. Doldam. Tidak seperti di RS. lainnya Rumah Sakit ini, tidak mementingkan uang dan jabatan, tapi keselamatan pasien nomer satu. Suerr kalau nonton film ini kalian bakalan ngerasain emang jadidokter itu gak mudah, gak boleh baper, karena berhubungan dengan nyawa manusia lainnya. Makanya ada jurusan manajemen Rumah Sakit, menurutku sih memang harus dibedakan, karena pada dasarnya kalau defaultnya dokter yah lebih baik urus pasien saja, akan jadi aneh kalau urus manajemen dan lain-lain. 

Komentar