Aplikasi Tiktok


12/2 -2020 at home.

Wah, ini rasanya udah seabad deh, jari jemariku gak menari di atas tuts keyboard, sampe waktu lagi scroll What's app, kok kembali ingin menulis sebuah acara ya, hmmm gak wajib sebenernya karena itu adalah hadiah dari suatu kementrian, belum ditulis  tapi sudah di buatkan youtubenya. Ditengah kegalauan, nulis atau gak, kok malahan jadi keinget sama tiktok ya.

Dulu banget, kira-kira 2 tahun yang lalu, kesel aja nih sama aplikasi ini kok alay banget, kayaknya yang punya akun ini tuh gak selevel gitu, dan bener kan beberapa waktu kemudian akun ini diblokir sama Kemkominfo, lupa sih alasannya kenapa, coba aku buka-buka file di mbah google ternyata ada beberapa alasan kenapa Tiktok di blokir oleh pemerintah.

1. Karena berisi konten yang gak berfaedah.

Banyak isi videonya yang cenderung mendorong seseorang untuk bilang, Astaghfirullahal'adzim karena gak sesuai dengan anak usia di bawah umur. Ada hal-hal yang seharusnya gak dipertontonkan ke khalayak  dipertontonkan.

2. Karena tidak memperhatikan situasi, kondisi dan lokasi.

Sempat di blokir karena ada video suster yang memainkan wajah bayi yang baru lahir dan juga ada anak yang bermain tiktok saat kakeknya meninggal.

3. Banyak laporan dari masyarakat kepada Kekominfo untuk memblokir aplikasi ini. Sehingga pemerintah akhirnya memblokir aplikasi tiktok ini.

Pemblokiran aplikasi ini tidak berlangsung lama, karena Tiktok mulai booming di tahun 2019 awal di Amerika. Mereka membuat konten-konten kreatif sehingga cap alay pada aplikasi ini berubah menjadi aplikasi kreatif. Indonesia lewat Kemkominfo dan Kementerian pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menyetujui dibuka kembalinya aplikasi Tiktok dengan syarat konten yang negatifnya tidak dibuka. Hmmm, seperti dua sisi mata uang ya.

Aplikasi ini sudah di download sebanyak 614 juta kali di aplikasi Play Store. Mengalahkan aplikasi Whatsapp (di nomer kedua), Instagram (di nomer ketiga), Youtube (di Nomer keempat). Luar biasa. Cek di sini beritanya.

Tiktok sekarang tidak hanya digunakan untuk sesuatu hal yang alay, tapi juga dijadikan:

1. Ajang Kreatifitas.

Bayangin bikin video singkat kurang lebih 15 detik dengan efek dan musik yang sudah disediakan, bisa dengan menggunakan gaya yang sudah pernah ada di akun lain atau bikin sendiri untuk jadi trendsetter. Bisa juga bikin video yang infoin sesuatu hal berfaedah, kaya cara masak atau cara mengupas telur dengan mudah, hehe.Apa pun yang receh tapi bermanfaat.

2. Ajang Ngiklan.

Beberapa produk melakukan tiktok challenge dengan membawa produk yang akan mereka perkenalkan ke khalayak. Entah kenapa durasi pendek, membuat sebuah produk bisa menepel lebih lama diingatan, lagu yang dipakai pun juga kaya penghipnotis gitu. Kalau biasa main tiktokan dengar lagunya langsung goyang.

3. Ajang Pembuktian Diri

Dengan aplikasi ini menandakan kalau seseorang ingin menjadi eksis. Mau diakui keberadaannya, bisa jadi di dalam akun tiktoknya orangnya lucu, aslinya pendiem, atau malah dia berkebutuhan khusus, gak lengkap organ tubuhnya, tapi lewat akun tiktok bisa mengekspresikan dirinya.

4. Ajang PDKT

Eits PDKT gak cuma berlaku anat lawan jenis ya, tapi bisa juga antar sesama keluarga. Taruhlah Bapak kamu atau Ibu kamu itu, jutek, sukanya marah-marah, tapi karena ada alikasi ini nagih minta tiktokan bareng. Bisa juga sih digunakan ke lawan jenis atau mertua? hahaha.

5. Ajang Pelepas Stress

Banyak nih yang lagi bete, lihat video di tiktok jadi ketawa dan hilang deh stressnya.  Kayak suami aku nih, pulang kerja , duduk sebentar , lihat video tiktok kurang lebih 15 menit baru deh dia mandi. Awalnya, aku kesel banget loh lihat suami yang saban hari ngeliatin aplikasi ini. Sumpah kaya mikirnya, mending pulang, langsung mandi terus tidur deh, daripada nonton yang kaya gitu.


Pemikiran di nomer 5 langsung wesewesewes bablas, pass temen-temen bloggerku pada punya, dan mereka bahas tren influencer 2020 adalah lewat tiktok, ditambah beberapa artis yang aku follow di instagram punya akun ini, akhirnya punya deh akunnya, buat seru-seruan sama suami dan ponakanku aja, karena efeknya lucu gitu, dan juga durasinya tuh bikin gak males, mau diedit boleh gak juga gak papa, hehehe. Mampir yah ke akunku.

Baru dikit nih,hehe. Titokan.


Konon katanya aplikasi ini sama dengan youtube yang jika sudah banyak followernya maka akan dibayar juga. Hmmm, kesimpulannya nih. Aplikasi gak salah, yang salah ya para pengguna dan penontonnya, loh kok bisa?

Logikanya suatu aplikasi itu kan dibuat untuk memudahkan seseorang melakukan pekerjaan, dan memberikan hiburan, sekarang tinggal gimana kita aja sebagai penggunanya menggunakan aplikasi ini sesuai dengan hal-hal yang berfaedah. Misal nih, kalau mau niat banget, bikin web series seputar menjaga lingkungan di aplikasi kamu. Konsisten, selama akun kamu ditunggu-tunggu karena memberikan hal bermanfaat dan lucu, pasti followernya nambah.

Kenapa salah penonton? kita tuh punya brain dikasih sama allah untuk memfilter mana yang baik dan mana yang benar, lagian juga udah dituntun sama pedoman di tiap masing-masing agama, jadi, kalau sekiranya ngeliat yang aneh-aneh atau gak seharusnya dilihat, skip dan unfollow aja,gampang kan. Jadi gimana kitanya aja sih dalam memanfaat kan aplikasi iya kan?

Mau jadi influencer, influencer kaya gimana? Hmmm, kamu yang pada punya tiktok , biasanya isinya apa?

Komentar

  1. Iya, aku rasain sih, tiktok jaman sekarang beda yaa.. lebih kreatif sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak,ternyata si raja trik Zach King juga punya dong,hehe.

      Hapus
  2. Hehe aku suka Tiktokan juga Mba. Ini ok untuk kreatifitas dan refreshing. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooh,follow2an deh ya,ada linknya itu diatas,hehe.

      Hapus
  3. Mpo mau tambahin . toktok ajang penuh kejutan karena pas kota upload ternyata banyak orang yang suka dan bisa jadi tekenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah tuh,bisa ngedadak jadi artis yak,hahaha.

      Hapus
  4. kalau aku sihs elama dipakai positif gak apa ya, tp aku sendiri gak kaena gak bisa

    BalasHapus
  5. Memang segala sesuatu itu, kalau dipakai dengan bijak, maka akan hasilnya bagus. Dan Tik Tok sudah membuktikan sekarang sudah memberi banyak manfaat. Termasuk bisa mendapatkan penghasilan ya, Mbak hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooh,tapi tetap bersyarat macam youtube hihi.

      Hapus
  6. Aku memang terhibur banget sama tiktok haha..aku suka konten joget tp ga bisa niruin ahhha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tosss,makanya aku seada2nya yang efek2an aja,pengen dikonsepin kaya cerita pendek gt,tapi lagi masih eksplore euy.

      Hapus
  7. Sebenarnya tergantung kita juga si mau konten yang gimana di tiktok ini..
    Awal dulu ada tiktok aku ya ngisi kontennya (lumayan) yang berfaedah (halah)

    Ini malah tiktok muncul lagi aku belum ada ide mau diisi dengan apalagi kontennya

    BalasHapus
  8. jaman sudah berubah sih, kita ngga bisa anti terhadap dunia digital. Waktu Kemkominfo memblokir Tiktok, aku sempet protes, walau aku bukan pengguna Tiktok.
    Biar bagaimanapun, Tiktok bikin makin kreatif, kok.

    BalasHapus
  9. Salah satu aplikasi yang lagi naik daun nih tahun 2020 yah. Aku sempat menjadi pengguna juga sih berhubung memang banyak menghibur juga di aplikasi TikTok ini.

    BalasHapus
  10. Aw aku malah belum pernah buka tiktok melalui aplikasinya mb, lebih sering tahu video2nya malah dari kanal lain kayak akun hocip instagram hihi

    Lumayan kalau yang bisa joged luwes, nah nanti bakal bisa menarik perhatian emang, tapi aku ndiri belum pede klo buat pake ni applikasi sih hahaha #nyali tampilnya ga ada eyke tuh hihi

    BalasHapus
  11. waduh hhe saya sendiri ga punya aplikasi ini.. lumayan males sih main nya haha

    BalasHapus
  12. Untuk sekarang aku belum instal tik tok, kalau nanti anak saya yang masih kecil tahu bisa jadi malah main hp terus.

    Memang sih, Aplikasi itu gak salah, yang salah ya para pengguna dan penontonnya.😂

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.