Hari Nusantara, Kemerdekaan Kedua Indonesia bersama Kementerian PUPR.

12 Februari 2020/ 11.00 WIB

Hari Nusantara  diperingati setiap bulan Desember setiap tahunnya antara tanggal 13-15 Desember. Indonesia memperingati hari Nusantara ini sebagai perwujudan terimakasih kepada Ir.Djuanda  yang sudah mendeklarasikan Kemerdekaan Indonesia Kedua. Melalui deklarasi tersebut, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan  lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat. Peringatan Hari Nusantara mempunyai makna yang sangat penting. Hari Nusantara mengingatkan pada kita semua mengenai konsep wawasan Nusantara. Pada peringatan ini tujuannya adalah meneguhkan tekad bahwa negara Republik  adalah sebuah negara kesatuan yang tidak terpisahan secara geografis.

Jadi nih, pada saat kita dinyatakan merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Seluruh negara hanya mengakui jika Indonesia itu adalah daratannya saja, sementara kelautannya bukan milik Indonesai, sampai akhirnya pada tanggal 13 Desember 1957 Ir. H. Djoeanda mendeklarasikan bahwa laut yang ada di kawasan wilayah Indonesia termasuk bagian dari Negara kesatuan Republik Indonesia. Hampir semua Kementerian ikut serta dalam acara besar ini. Sebagai ketua pelaksana adalah Kementerian PUPR yang sudah banyak membangun fasilitas di seluruh Indonesia. Sementara Kemkominfo bertugas mensyiarkan perhelatan besar ini ke khalayak ramai.

Acara full kegiatan di Pantai Gandoriah, Padang Pariaman  sudah aku buatkan videonya di Youtube Hari Nusantara ke -19. Awal cerita aku bisa sampai di acara Hari Nusantara di Padang Pariaman,awalnya aku mengikuti acara temu netizen kerjasama dengan Blogger Cronny. Acaranya di Paso Senayan City gitu. Gak ada ekspektassi apa-apa, cuma mau sebarin ilmunya aja ke follower twitter tentang Hari Nusantara.

Acaranya seru banget loh. Ada band penghibur dan MC yang keren buanget. Ini beneran gak nyangka loh suer. Biasanya aku ikutan acara kesehatan baru kali ini ikutan acara yang berbau sejarah nih. Makanya selain ikutan acara,aku coba cari tahu apa itu Hari Nusantara.

Tumbenan aku rajin banget cari tahu di google tentang Hari Nusantara, sampai browsing lagu-lagunya juga. Acara dimulai dengan hiburan musik dari sebuah band. kemudian satu persatu perwakilan dari kementerian memberikan penjelasan tentang Hari Nusantara dan akan ada apa saja nanti disana. Ibu Septi dari Kemkominfo menjanjikan bahwa akan ada blogger yag beruntung dibiayai oleh kemkominfo dan KemPUPR untuk melihat langsung acara Hari Nusantara di Padang, Pariaman pada tanggal 14 Desember 2019, lalu.

Alhamdulillah aku dan Nursaid adalah orang yang beruntung terbang ke Padang. Kenapa aku bisa menang? Aku menuliskan lagu Nusantara di tweet aku dan alhamdulillah terpilih bersama Nursaid. Shock, pasti, karena gak nyangka, happy banget bisa terbang ke Padang dan lihat acara hari Nusantara secara langsung, ini pengalaman paling berkesan banget nih buat aku. 

Hadir di acara Temu Netizen ini. Sesditjen Penyediaan Perumahan Bapak Dadang Rukmana dari kementrian PUPR. Ibu Septi dari Kemkominfo dan Drs. Kosmas Harefa,M.Si selaku Asisten Deputi Budaya Seni dan Olahraga Baharu Deputi Bidang Koordinasi SDM  IPTEK, dan Budaya Maritim. Nah, berkat tweet ku memvideokan Bapak Kosmas Harefa menyanyikan Lagu Nusantara aku terpilih pergi ke Padang, sayangnya twitter yang membuat aku memenangkan tiket ke Padang sudah eror,kena banned, jadi ganti @nisawidyastuti.

Setelah diumumkan bahwa aku dan Nursaid sebagai pemenangnya, akhirnya kita tahu kalau ternyata kita tidak berangkat bareng, dan yang mensponsori kita bukan satu kementerian melainkan dua kementerian yang berbeda. Nursaid bersama Kemkominfo, Saya bersama Kementrian PUPR, ketua acara Hari Nusantara.

Pak Uning menghubungi ku bertukar nomer ponsel dan akan menghubungi ku untuk keberangkatan, suerr, senang banget rasanya bisa ke Padang gratis dan bisa lihat acara Hari Nusantara secara langsung. Beberapa hari setelah acara Temu Netizen, gak ada kabar nih, pikirku gak jadi kali ya? Aku coba menghubungi  Nursaid, dia juga belum dikabarin sama Kemkominfo, hingga sehari sebelum acara tanggal 12 Desember 2019, pak Uning mengabariku untuk berangkat besok siang bersama Risbul, orang dari PUPR, bertemu di bandara Soekarno Hatta Gate 7, semua tiket sudah diatur Pak Risbul katanya.

Nursaid berangkat bersama Kemkominfo sehari sebelum keberangkatanku. Di bandara saat bertemu Pak Risbul aku menanyakan jadwal acara di sana. Menurut beliau, ikuti agenda kami saja, karena acaranya ada nanti pas hari H akan diberikan oleh Kemkominfo.

Baiklah, alhamdulillah aku dapat tempat duduk dekat jendela, jadi ada beberapa foto yang menggambarkan suasana di luar pesawat.  Setiap naik pesawat aku selalu merasa deg-degan saat pesawat take -off, kaya mau copot jantungku rasanya, hehe. Makanya kalau pergi sama orang yang ku kenal biasanya aku pegang tangan orang itu, tapi karena  disebelahku ibu-ibu yang gak dikenal, jadi jaim deh. Aku duduk terpisah dengan Pak Risbul. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 1 jam itu menyenangkan sih, sebelahku ternyata juragan ikan, ngobrol deh kita, walaupun pas awal take-off beliau tak henti-hentinya mengaji.

Sesampainya disana kami disambut rombongan dari PUPR. Aku pikir begitu sampai langsung taruh barang di hotel baru ke tempat lokasi ternyata gak dong, kita langsung mampir ke soto Padang yang terkenal di sana. 

Soto Padang ini khasnya ada daging kering di dalamnya dan perkedel kecil,suer,rasanya tuh enak bangt gak kaya Soto Padang yang lain,seru banget,kalo gak salah namanya Soto Rajawali gitu.  Ada menu unik nih di sini,kopi telur,walah rasanya aneh,ternyata ini biasanya untuk meningkatkan kejantanan,hehe.

Setelah itu mampir ke hotel,udah seneng nih bisa bersih2 dan taruh barang,ternyata untuk antar Pak Dirjen Khalawi aja,hehe. Setelah itu kita  menuju Pantai Gandoriah untuk mengecek lokasi untuk hari H.

Pantainya keren banget,bagus,indah banget. Sampai siang hari kami makan di pinggir pantai warung Padang lagi,beda loh rasa masakannya dengan masakan padang di Jakarta atau Depok dekat rumahku. Malamnya kami ke rumah bapak walikota untuk mengikuti acara penyambutan dari Walikota. Perjalanan dari pantai Gandoriah sampai ke rumah Pak Walikota itu kurang lebih 1,5 jam tanpa macet,jadi beneran ujung ke ujung dari pantai Gandoriah. Setelah acara penyambutan kami kembali ke pantai Gandoriah untuk mengecek panggung untuk acara hari Nusantara keesokan harinya.

Dari sini aku baru paham etos kerja pegawai PUPR yang luar biasa. Mereka benar-benar bekerja sampai titik darah penghabisan, salut, apalagi Ibu Lina Kasubag Kompu Ditjen PUPR. Aku yang berasa keseret-seret ngikutin etos kerja mereka nih. Badan rasanya udah remuk pengen tidur banget,padahal mereka satu pesawat sama aku tapi masih semangat kerja,luar biasa. Dari bandara sampai jam 1 pagi itu kita baru selesai urus kerjaan, paginya jam 7 udah harus berangkat lagi ke acara Hari Nusantara, luar biasa gak tuh? Kan kalau tidur di hotel pasti gak langsung tidur kan ya, yes, aku baru tidur jam 3, haha, kebayang kan gimana sipitnya tuh mata, hehe, tapi tetap aja nih aku semangat banget pas hari nusantaranya.

Walaupun judulnya aku dan Nursaid ke Padang karena acara Hari Nusantara, tapi beneran cuma sebentar tuh bareng-barengnya, karena kita diajak oleh kementerian yang berbeda. Kalau Kemkominfo cenderung membebaskan Nursaid nih, jadi dia bebas mengeksplore Padang, Pariaman saat itu, sementara aku dianggap seperti pegawai Kementerian PUPR, kemanapun mereka pergi aku harus ikut. Kami menginap dikota Padang,sementara Nursaid menginap dekat dengan lokasi pantai Gandoriah.

Acara Hari Nusantara ke-19 ini bertempat di Padang, Pariaman, tepatnya di Pantai Gandoriah, indah banget guys pantainya. Para Menteri dan Walikota disambut dengan tarian penyambutan dan tabuhan gendang. Di pinggir pantai sudah ada panggung besar dan sudah ada 1001 pemuda dan siswa  se-Sumatera Barat  untuk memainkan Tabuh Gandang Tasa dan memecahkan rekor MURI. MURI memberikan penghargaannya kepada walikota Pariaman atas perhelatan 1001 pemuda dan siswa se-Sumatera Barat yang menabuh Gandang Tasa.

Di sepanjang pinggir pantai tumpah ruah banyak sekali orang dan ada bazar hasil laut di sebrang pinggir pantai. Setelah acara tabuh Gandang Tasa akan ada terjun payung dari TNI Angkatan Laut dari ketinggian 7000 diatas permukaan laut, yang akan menerbangkan bendera merah putih dan tulisan hari nusantara. ngeri ngebayanginnya, walaupun gak takut ketinggian tapi kalau setinggi itu kayaknya aku gak yakin mampu deh,hehe.

Setelah terjun payung sebenarnya ada acara pawai perahu nelayan yang di hias,sayangnya terlalu jauh dari pinggir pantai,jadi kamera hp aku gak bisa nangkep gambarnya.

Setelah acara di pantai Gandoriah, niatnya mau jalan-jalan sama Nursaid eksplore Padang, tapi sayang ternyata aku diminta Bu Lina untuk ikut ke rumah nelayan dekat pantai Gandoriah yang dibangunkan perumahan sederhana. 

PUPR membantu masyarakat Pariaman dalam dua bentuk:


1. Membangun RUSUS

RUSUS (Rumah Khusus) ini dibangun dengan teknologi RISHA (Rumah Instan Sehat) dengan dua kamar tidur, toilet dan dapur, semua mebel seperti kasur,kursi,meja makan juga diberikan. Bagunan ini dibangun di atas tanah milik PEMDA setempat, sehingga nelayan yang mendapatkan bantuan hanya sementara disewakan tidak bisa menjadi hak milik. Berjangka 1-2 tahun per-keluarga, diharapkan saat tinggal di RUSUS nelayan dapat bekerja dengan baik dan sudah memiliki tabungan untuk membuat tempat tinggal sendiri.(Gambar)

Rumah khusus ini dibangun untuk para nelayan, sangat sederhana, tapi bangunannya lumayan kokoh untuk sebuah bagunan sederhana. Pembangunan rumah ini cukup cepat tidak lebih dari 1 bulan. Air di kamar mandinya masih sarat dengan besi, jadi warnanya masih kuning, mungkin tergantung penghuninya dalam menjaga kebersihan kali ya? Karena saat itu kami hanya mendatangi satu rumah saja.

Rumah BSPS yang dibangun karena mengalami bencana alam gempa.



2.BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya)

Bantuan kepada penduduk yang memiliki tanah tapi tidak memiliki dana untuk membangun rumah layak huni atau penduduk yang terkena bencana alam sehingga harus relokasi atau rekonstruksi rumahnya. 

Rumah BSPS yang tidak layak huni menjadi layak huni


Kami mengunjungi rumah Bapak  Syamsurizal (65) dan Ibu Rabnilawati (54) mendapatkan bantuan program BSPS. Rumah biasanya bisa dibuat dalam jangka waktu 20 hari. Biasanya warga akan menambahkan biaya untuk pembuatan rumahnya, seperti yang dilakukan oleh Bapak Syamsurizal, beliau menambahkan tiga juta rupiah untuk pembangunan rumahnya. Dari lantai kayu dengan gaya khas rumah panggung, sekarang menjadi lantai bersemen. Dari satu kamar menjadi dua kamar.

Setiap warga yang mendapatkan bantuan dari BSPS akan difasilitatori oleh 20 fasilitator yang bertugas mengecek pembangunan rumah sampai sejauh apa.

PUPR biasanya mendapatkan info dari PEMDA setempat mengenai ke tidak layak huni rumah waganya, baru kemudian PUPR memberikan dana kepada fasilitator. fasilitator yang membantu warga dalam mendesain rumah sehat dan bahan bangunan apa sja yang diperlukan, agar dengan harga murah tapi kualitasnya baik.

Program ini sangat membantu warga terutama yang baru saja mengalami becana alam. Bantuan stimulan Perumahan Swadaya ini sudah ada di beberapa daerah di Indonesia. Kali ini sekalian meliput hari Nusantara PUPR mengjakku untuk melihat langsung apa yang sudah diprakarsai oleh PUPR.

Setelah mengunjungi rumah Bapak Syamsurizal yang membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk diperbaiki rumahnya. Kami mendatangi rumah BSPS yang baru dibangun setelah mengalami bencana gempa di Padang. Bentuk rumahnya lebih sederhana. Kamar mandinya dibangun di bagian luar rumah dan digunakan untuk dua rumah yang dibangun melalui program BSPS.

Direktorat Jenderal PUPR bidang penyediaan rumah akan memberi dana bantuan BSPS sebesar 17,5 juta dengan rincian : 15 juta berupa bahan bangunan (tidak dalam bentuk uang), 2.5 juta untuk biaya tukangnya. Dalam pembangunan rumah akan ada fasilitator yang mengawasi dan membantu pemilik tanah untuk membangun rumahnya yang sesuai dengan standar kesehatan.

Standar kesehatan seperti ventilasi dan sanitasi menjadi hal penting yang diperhatikan dalam membangun rumah. (Gambar).

Wawancara  bersama penerima bantuan BSPS bisa dilihat di sini (masukin channel youtubenya).

Setelah itu kami pulang untuk beristirahat di hotel. Tapi aku gak bisa langsung tidur nih,karena setiap jalan-jalan keluar kota kalau cuma tidur aja tuh kayanya gak puas yah. Pergilah aku mencari oleh-oleh dan mengunjungi masjid Minangkabau yang keren banget. Lucu deh ceritanya, aku dapet supir grab perempuan, waktu diajak ke mesjid Minangkabau,kan peraturannya harus menggunakan penutup kepala ya,nah karena dia gak berjilbab,maka dia nemenin aku masuk masjidnya pakai helm,hihi,lucu deh kalau ingat itu. Alhamdulillah sempat sholat di masjid Minangkabau.

Selepas dari masjid Minangkabau aku gak langsung pulang nih,tapi jalan2 dulu cari nasi padang sama dia,ternyata karena sudah lumayan malam,dia ajak sepupunya untuk keliling kota Padang. Jam 21 sudah sepi,gak kaya di Jakarta,selepas makan di warung Padang tempat menginap Pak Khalawi kami kembali ke hotel.  Aku bersiap karrna keesokan harinya harus kembali ke Jakarta.

Perjalanan yang menyenangkan dan banyak informasi yang di dapat. Terimakasih pak Ir. Juanda tanpamu bagian perairan Indonesia mungkin belum diakui sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Terimakasih Kementerian PUPR yang sudah mengajakku melihat langsung acara hari Nusantara ke 19 di Pantai Gandoriah,Pariaman Padang. Terimakasih untuk bisa mengunjungi RUSUS dan BSPS,semoga PUPR selalu memperhatikan kepentingan rakyat dan sigap dalam membantu rakyat dengan membuat lebih banyak RUSUS  dan memberikan BSPS intuk masyarakat yang membutuhkan bantuan karena terkena bencana atau yang sangat tidak layak huni.






Komentar