Sampah Plastik, Laut dan Boyan Slat

6 November 2019/ 17.41

AQUA -Danone mengajak konsumennya untuk #bijakberplastik
Beberapa bulan ini aku memang lagi concern banget sama penggunaan plastik, awalnya tahun kemarin kalau gak salah dapat undangan dari kang Juris untuk diskusi tentang energi terbarukan. dari situ entah apa yang merasukiku, kalau ngeliat plastik kresek habis belanja, pengen banget ngelipetin yang rapih dan di taruh di kardus, ngikutin cara ngelipetnya Marie Kondo. Suamiku bilang, dari dulu juga dah di kasih tahu, tapi giliran orang lain yang ngomong aja nurut, hehe, gitu sih emang kalo hati belum sreg gak akan dikerjain yah. tapi entah gimana awalnya, segulungan plastik amburadul aku lipetin jadi rapih banget dan aku bilang itu harta karunku, kalau belanja aku bawa plastik sendiri dari rumah. Dalam tasku jadi selalu sedia plastik,jadi kalau belanja aku menolak di kasih plastik. Beda dengan suamiku, dia bawa plastik sih, tapi tetep minta plastik sama mba kasirnya, malahan dobel, suka kesel sih aku kalau suamiku dah kaya gitu. Bukannya ngurangin plastik, malah nambah-nambahin, huhu.
Baru sebagian kecil nih,aku punya 5 dirumah depok,3 di rumah bandung. Harta karun aku banget.


Oh iya inget deh, waktu diundang sama Bang @juristhegreat (#energi muda) ada kak Rahyang Nusantara yang kekeuh sama kebijakan pemerintah tentang penggunaan plastik saat berbelanja. Ada yang pro dan ada yang kontra. Ada supermarket yang menaikkan harga plastik nya ada yang menawarkan untuk menggunakan goodie bag atau kardus, ada juga yang menggratiskan plastiknya, beragam. Sejak itu aku mulai concern nih bawa plastik sendiri, secara banyak banget plastik beredar di sekitar kita, iya gak?

Boleh nih mampir buat tahu diskusi kita tentang plastik
 https://www.youtube.com/wijayastutivlogchannel

Ini koleksiku buat bikin ecobrick.

Pas bulan Mei pindah ke Depok sempet lihat tentang ecobrick, bikin bangku dari botol plastik kemasan 1 liter air. Langsung deh semangat ngumpulin air yang 1 liter gitu. Pas banget barupindah, jadi kita beli yang kemasan 1 liter, ditambah deket rumahku tuh ada bank sampah, jadi bakalan bisa beli kesana kalau bahannya kurang. Di tengah pengumpulan plastik botol itu malahan koleksi semua plastik botol minum kemasan, di remukin terus aku timbang ke bank sampah. Alhamdulillah aku dan keluarga termasuk tipe orang yang gak suka buang sampah sembarangan apalagi ke kali/ sungai yah.

http://sulutaktual.com/2019/03/28/kreatif-persit-kodim-polmas-sulap-sampah-jadi-meja-dan-kursi/
Dulu pembantuku kalau buang tikus atau kulit udang, pasti ke sungai, gemes deh, udah di kasih tahu, walaupun dalamnya sampah organik yang akan terurai, tapi kan diungkus plastik, serba salah ya kan.
Tapi belakangan ini agak happy nih kalau denger berita ini nih, beberapa sekolah mengumpulkan sampah plastik ditimbang untuk dijadikan tabungan siswa. Giat deh orangtua muridnya ngumpulin botol plastik. Di komplekku, kita juga mengumpulkan botol plastik untuk digunakan sebagai uang kas senam.

Hal-hal yang aku tulis diatas menyenangkan ya, tapi pada faktanya gak semua orang punya kesadaran seperti itu nih. Menurut Riset yang dilakukan oleh Danone Aqua dan The Ocean Cleanup  80% sampah laut berasal dari sungai, waw banyak sekali. Sering lihat tayangan kan bagaimana laut tercemar dengan sampah plastik, bahkan ada beberapa ikan atau kura-kura yang terjebak di plastik.

Berpose dulu di laut yang penuh sampah bersama Corine Tap

Bayangin kalo laut kita jadi tempat sampah,alias banyak banget sampah plastiknya?Ngeri yah. Sumber air itu kan sumber kehidupan. Wijayastuti.com

28 Oktober kemarin aku dapet kiriman keren banget nih dari Danone Aqua. Hampersnya besar sekali, dalamnya Aqua kemasan baru 1 liter dua buah, peralatan makanan dari kayu, sedotan kayu dan sikat  gigi dari kayu, serta undangan diskusi dengan wajahku di sana. Sangat senang sekali mendapatkan undangan ini, karena  di dalam diskusi ini ada Boyan Slat, pemuda hebat yang menginspirasi banyak pemuda Indonesia dalam mengelola sampah, terutama sampah plastik.

Dapet hampers dan invitation dari Aqua. Ada Aqua 1 liyer. Peralatan makan dari kayu dan sikat gigi dari kayu. Juga ada pembersihnya.
Diskusi planel sesi satu aja udah seru banget. Pemuda-pemuda ini terinspirasi Boyan Slat dan The Ocean Clean Up.
Para pemuda penjaga buni dari sampah plastik,terinspirasi dari Boyan Slat
Ada Rendy Aditya Wachid yang memiliki program Parongpong alias kosong. Rendy berharap anak milenial merasa bahwa membuang sampah sembarangan adalah hal norak, dia ingin menaruh banyak tempat sampah buatannya  di setiap tempat, agar kaum milenial sadar untuk membuang sampah pada tempatnya dan bisa memilah sampahnya. Desa Parongpong ada di kabupaten Bandung Barat, berkat kreativitasnya desa ini memiliki banyak petani bunga dan memiliki panel surya seta sistem pembuangan sampah yang baik. Program Parongpong terinspirasi dari Kamikatsu, desa Zero waste di Jepang. parongpong Recycle Centre yang ada di desa paronpong, sudah membantu banyak perusahaan.Saat ini Parongpong memiliki Mikro House untuk mengelola sampah plastik dan stereofom.

Ada juga mahasiswa keren yang sempat bertemu dengan dosennya saat rehat shalat dzuhur. Akbar Renaldy namanya, dia terinspirasi dari Boyan Slat. Menurut Akbar kita jangan berpikir bahwa kita akan menjadi pemimpin masa depan, tapi berpikirlah bahwa kita adalah pemimpin sekarang, sehingga kita sudah mulai menjaga bumi dari sekarang, dengan membuang sampah pada tempatnya.

Kartu wilah dapat dipakai untuk mengedukasi anak2 dimanapun di kota maupun di desa untuk bisa memilah sampah organik dan sampah non organik.
Ada Kak Rian Sucipto yang menciptakan kartu permainan untuk anak, sehingga dapat memilah jenis-jenis sampah. Kartu ini dapat dimainkan kurang lebih 5 orang dan dimainkan dalam waktu 15 menit saja. Untuk lebih jelasnya bisa mampir ke instagramnya @wilah.cardgame. Hal sederhana tapi akan membantu anak-anak mengetahui jenis-jenis sampah dan melakukan 3 R (Reuse, Reduce, dan Recycle).

Ada dari publik figur Tasya kamila yang sudah menjadi duta Lingkungan hidup sejak tahun 2006. Dia sudah melakukan pemilahan sampah di rumahnya, bahkan sampai membuat yayasan pengelolaan sampah. Tasya sudah pernah loh, berenang di Kali Ciliwung yang kadar bakteri e.colli nya sudah diambang batas. Saat itu dia melakukannya untuk syuting, dan bayangkan saat itu juga ada popok lewat. Sampah yang hanyut di sungai Ciliwung sangat beragam, ada kasur, popok, sampah plastik yang jika tidak di cegah, mereka akan sampai di laut, dan membuat Laut Indonesia tercemar.

Program 2 keren mereka nih guys. Wijayastuti.com
Total sampah yang ada di sungai sebesar 1,8 ton /hari atau 670 ton/ tahun dengan pengoperasian 24 jam/hari. Sampah plastik yang diambil sebesar 466 kg/hari atau sekitar 170 ton/tahun.Karakteristik sampah yang ada di sungai  adalah:
  1. Bahan berbahaya beracun 0,1 %
  2. Sampah jenis popok, kayu dan kaca 2,6%
  3. Gelas plastik 6,5 %
  4. Plastik rigrid umum digunakan untuk keperluan rumah tangga 3,5%
  5. sedotan dan stereofoam 1,2 %
  6. Plastik Fleksibel 76%
  7. Botol PET 3,4%
  8. Platik Multilayers 8,8%
  9. Organik 59,5%
  10. Plastik 37,8%
Ini nih data diatas berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh Danone Aqua,pemerintah dan The Ocean Cleanup
Banyak sekali kan? dan berita buruknya setiap sampah yang sudah terkena air nilai ekonomisnya relatif rendah dibantingkan sampah plastik yang ditemukan di daratan. Agar nilainya meningkat maka perlu dibersihkandan dikeringkan.Selain itu akan sulit kembali di daur ulang, jika sudah terkena air. Usahakan berhenti untuk membuang sampai di aliran sungai. 

Pernah ada suatu kejadian di salah satu Universitas. Setiap mahasiswa dan mahasiswinya berwudhu tidak pernah mengalami masalah, suatu hari air yang digunakan untuk berwudhu keruh dan berasa. Setelah di cek, ternyata sistem penyaringannya tersumbat oleh sampah. Selidik punya selidik alat penyaringnya sudah sejak lama rusak, tapi kenapa airnya tetap bersih dan bisa digunakan untuk berwudhu? ternyata karena ada tentara yang sedang bertugas di aliran sungai itu membersihkan sampah yang ada di aliran sungai tersebut.

Ka-ki (MC,perwakilan dari DKI Jakarta,Perwakilan dari KLH,Boyan Slat,Corine Tap,Hamish Daud,Pecinta Lingkungan)
Sesi kedua diskusi menghadirkan Boyan Slat dari Belanda, Duta Besar Belanda dan Corine Tap selaku President Director Danone Aqua dan Hamish Daud juga perwakilan dari Kementerian Lingkungan hidup, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan dari Pemerintahan DKI Jakarta.
Usia 25 tahun tapi sudah berpikiran smart untuk menjaga bumi.
Boyan Slat baru berusia 25 tahun tapi dia sudah membuat yayasan bernama The Ocean Cleanup dan alat yang diberi nama Interceptor TM001.  Founder sekaligus CEO The Ocean Cleanup ini mengatakan bahwa ada 1000 sungai di dunia ini yang enyumbang 80% sampah ke laut. Solusinya menurun Boyan Slat ada dua macam, membersihkan yang sudah ada di laut sampah-sampahnya atau menutup kerannya atau sumber sampahnya. Alat pertama yang dibuatnya bersama tim dari The Ocean CleanUp diluncurkan pertama kali di Rotterdam Belanda. Alat ini sekarang ada di 4 negara Asia yang berbeda. Untuk menutup sumber sampahnya sebaiknya dilakukan bersamaan di belahan dunia yang berbeda.

Interceptor tm001 di Drain,Cengkareng
Interceptor ini sekarang beroperasi di Cengkareng Drain, Pantai Indah Kapuk Jakarta sejak 13 mei 2019.Kemudian ada di Klang (Malaysia), Chan Tho yang terletak di mekong Delta (Vietnam dan yang keempat akan ditaruh di Santo Domingo (Republik Dominika).Pengadaan Interceptor Tm001  ini atas kerjasama Danone Aqua, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Koordinator bidang  Kemaritiman dan Investasi juga pemerintahan DKI Jakarta. Target pemerintah Indonesia mengurangi sampah plastik di laut hingga 70% pada tahun 2025.  

Dalam Jangka waktu 12 bulan pemerintah dan Danone Aqua akan mengadakan riset terhadap alat interceptor tm001 ini. Sebelumnya The Ocean CleanUp sudah meneliti proyek ini sejk tahun 2015.Tahun 2018, Aqua melakukan kerjasama penelitian dengan The Ocean Cleanup di bulan Januari dan di follow up 13 mei 2019. Penelitian yang berangsung di lokasi yang sama denganinterceptor 001 mencakup 3 lingkup, yaitu:
  1. Plastic Waste Flow- mengukur kuantitas dan tipologi sampah plastik di sungai. 
  2. Facility Design- Mengembangkan sistem pemilahan yang efektif dan aman untuk memproses sampah plastik dari sungai.
  3. End Market Solution - Mengidentifikasi teknologi dan industri yang mampu mendaur ulang sampah plastik dari sungai.
Corine Tap menginginkan hal yang mirip dengan pemerintah indonesia, bahwa di tahun 2025 dapat mengumpulkan dan mengolah lebih banyak sampah plastik dibandingdengan yang digunakan, 100% mengguakan bahan-bahan yang di daur ulang, digunakan kembali atau dapat terurai, dan menggunakan lebih dari 50% bahan daur ulang pada botol kemasan AQUA. 

Hamish Daud menampilkan foto pinggir pantai yang ada di Sukabumi tanggal 28 Oktober 2019. Menyedihkan. Indonesa yang terdiri dari 70% lautan, tapi tidak bisa menjaga lautnya dengan baik. Coba deh dari sekarang  bikin tren kalau buang sampah sembarangan itu gak keren. Karena pada dasarnya akan merugikan generasi penerus kita. 

Tentang The Ocean CleanUp

The ocean Clean Up mengembangkan teknologi maju untuk membersihkan laut dunia dari sampah plastik. didirikan pada tahun 2013 oleh boyan Slat, The Ocean Cleanup, mempekerjakan 90 insinyur serta peneliti. The Ocean CleanUp berkantor pusat di Rotterdam, Belanda. Alih-alij mengejar puing-puing plastik dengan kapal dan jaring yang akan membutuhkan ribuan tahun dan miliaran dolar untuk menyeleaikannya, The Ocean Cleanup membuat armada penghalang terapung panjang yang bertindak seperti garis pantai buatan, dan akan memungkinkan angin, ombak dan arus untuk menangkap dan memusatkan plastik secara pasif. Apabila sudah beroperasi penuh , diperkirakan dapatmenghilangkan 50% sampah di Pasifik setiap 5 tahun sekali. Setelah bertahun-tahun melakukan uji skala, pengintaian dan penyebaran prototype di laut utara sistem pembersihan lautan pertama dimulai dari lautan pasifik tahun 2018 dan 2019. Diperkirakan 12.000 kg sampah plastik akan bisa dibersihkan dan di daur ulang menjadi produk berharga dan tahan lama.

Tentang Danone - Aqua.

Danone Aqua merupakan pelopor AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK). dan minuman ringan di indonesia sejak 1973. Selama 46 tahun selalu berusaha menabr kebaikan dengan visi "One Planet, One Health". Danone -Aqua yang mengurusmasalah lingkungan diberi nama divisi Aqua Lestari. Aqua Lestari mengembangkan inisiatif yang terdiri dari : Perlindungan Sumber Daya Air, Pengurangan CO@, Optimalisasi Kemasan dan Pengumpulan Sampah kemasan. Tahun 1993 Danone-Aqua memprakarsai program daur ulang sampah plastik. Saat ini Danone-Aqua mengumpulkan 12.000 ton plastik setiap tahunnya lewat 6 unit bisnis daur ulang berbeda di Indonesia. Danone-Aqua juga mengajak kaum milenial untuk #BijakBerplastik. Beberapa hal yang dilakukan oleh Danone _Aqua adalah mengembangkan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi konsumen, dan inovasi kemasan produk. Aqua baru saja melncurkan botol air minum pertama di Indonesia yang terbuat 100 persen plastik daur ulang.

Seperti kata Boyan Slat membersihkan sampah atau menutup keran sampah? coba deh darri kebiasaan kalian dulu nih, reminder juga sih buat aku nih:
  1. Pilah sampah organik dan non organik di rumahmu
  2. Bawa kantong belanja saat berbelanja. Bisa tas kain, atau plastik yang sudah sering doipake
  3. Kurangi penggunaan minuman atau makanan yang menggunakan kemasan plastik
  4. Daur ulang sampah plastik, misalnya botol yang 1 liter diisi sampah palstik setelah itu bisa dipake untuk menjadi kursi.
  5. Gunakan kembali sampah plastik yang sudah di daur ulang
  6. Stop buang sampah sembarangan apalagi ke sungai/kali.
#Bijak berplastik, gunakan seperlunya, biasakan bawa tumbler atau tempat makan sendiri, untuk mengurangi polusi sampah kita. 

Kamu sudah melakukan apa untuk menjaga laut dari sampah plastik?




Komentar

  1. Keren ya ini teknologinya. Semoga sungai kita banyak yang bersih

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.