Wakaf Ceban, Ganjaran Dunia Akhirat

04/10/2019 10.05


Rabu kemarin, 2 Oktober 2019 Dompet Dhuafa mengadakan acara Blogger Meet Up dengan tema "Waqf Productive Sharing Session &Visit".  Hari itu blogger diajak keliling di Zona Madina dan mendengarkan penjelasan dari tim Dompet Dhuafa tentang 4 pilar program Dompet Dhuafa.Udah sering dengar sih, perihal Dompet Dhuafa, tapi hanya selintas aja, tahunya lembaga yang bergerak di bidang sosial. Tapi setelah ikutan acara ini, suerr deh, aku ternganga gitu  seharian, dari awal acara sampai selesai acara. Kagum, bangga masih ada orang Indonesia yang mau bersusah payah menjadi badan Nazhir, mengurus masyarakat Indonesia, khususnya kaum Dhuafa untuk merasakan kebermanfaatan  dan fasilitas yang setara dengan masyarakat pada umumnya.

Zona Madina begitu nama Zona wakaf  Dompet Dhuafa yang terletak di Jl. Raya Parung KM No.42 Jampang, Kec. Kemang, Bogor, Jawa Barat 16310. Zona ini luasnya 8,5 hektar. Terdiri dari Zona Pendidikan berupa  sekolah Smart Ekselensia dan Dompet huafa University yang sedang dalam pembangunan, Zona Kesehatan berupa   RS. Sehat Terpadu dan Zona Ekonomi  berupa kafe, tempat wisata dan ruko perbelanjaan. Zona Perkebunan dan Pertaniannya terletak di Subang. Zona wakaf ini beneran bikin betah. Semua yang mencecap fasilitas wakaf ini 70%nya kaum Dhuafa.

Sebelum, cerita lebih panjang tentang program wakaf produktif. Aku mau share dulu nih, apa sih wakaf itu? Wakaf adalah pebuatan hukum untuk memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda milik seseorang yang digunakan dalam jangka waktu tertentu atau selamanya untuk kepentingan ibadah atau kesejahteraan umum sesuai syariah.

Wakaf di atur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Wakaf memiliki 6 unsur pokok,yaitu: Wakif (orang yang mewakafkan hartanya), Nazhir(pihak yang mewakafkan hartanya),Harta Wakaf,Peruntukan,Akad Wakaf,dan Jangka Waktu Wakaf. Wakif dapat berupa perseorangan,badan hukum maupun organisasi. Jika perseorangan diperbolehkan untuk non muslim,karena tujuan wakaf adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan orang non muslim tidak dilarang berbuat kebajikan. Selama syaratnya dipenuhi,yaitu memiliki harta,baligh dan berakal.

Objek wakaf yang dapat diwakafkan adalah benda bergerak maupun tidak bergerak yang dimiliki. Objek dalam bentuk tidak bergerak berupa tanah,hak milik atas rumah atau dalam bentuk uang. Yang bergerak bisa berupa kambing,dll. Untuk lebih jelasnya seputar Wakaf dan Wakaf Produktif Dompet Dhuafa bisa di klik tulisannya.

Selama ini mindsetnya, kalau wakaf harus orang kaya, yang di wakafin, tanah atau rumah, buat bikin 3 M (Madrasah, Masjid, dan Makam). Ternyata untuk berwakaf bisa apa saja, bahkan dengan uang 10 ribu pun sudah bisa berwakaf. Apa bedanya dengan infak? Pada dasarnya wakaf adalah pelengkap dari infak dan zakat. Penerima Wajkaf sama dengan penerima Infaq, hanya saja dengan wakaf objek yang kita wakafkan sudah jelas peruntukannya. misalnya wakaf ponsel untuk menghubungi pasien dhuafa, maka akan dikelola ponsel tersebut oleh Nazhir pengurus benda wakaf.

Program Wakaf Dompet Dhuafa ada 4 pilar : Ekonomi, Sosial, Pendidikan dan Kesehatan. Dompet Dhuafa adalah organisasi nirlaba terkemuka di indonesia yang didirikan pada tahun 1993, yang mengangkat martabat dan pengabdian manusia dengan memanfaatkan dana Zakat, Infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF) serta dana sosial lainnya baik dari individu, kelompok dan perusahaan.

Kelahirannya berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasib dhuafa.

Sejak dikukuhkan sebagai nazhir wakaf pada 16 Juni 2004, hingga saat ini Wakaf Dompet Dhuafa sudah memiliki beberapa aset wakaf produktif seperti Rumah, Sakit, Sekolah, Kebun dan Masjid. Semua Aset wakaf dikelola secara produktif, surplus wakafnya digunakan untuk mauquf alaihi/ penerima manfaat pada program pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial umum Dompet Dhuafa.

Acara Meet up Blogger dimulai dengan sosialisasi  dari Management Dompet Dhuafa.  Acara dibuka dengan mendengarkan tilawah dari Zikri Siswa Hafiz Pesantren E- Tahfidz Smart Ekselensia Dompet Dhuafa. Pembawa acaranya Putri Mounda juga mahasiswa yang menerima beasiswa nusantara dari dompet Dhuafa. 


Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa Bapak Yuli Pujihardi


Acara dibuka oleh Bapak Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa dan Direktur Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa. Beliau menjelaskan tentang zona madina. Untuk lebih lengkapnya bisa di unduh di play store atau klik website Zona Madina

Bapak Boby P. Manulang sebagai Manajer yang membawahi wakaf produktif bidang perkebunan/pertanian.
Setelah Bapak Yuli, ada Pak Bobby P. Manulang. yang mengenalkan macam-macam wakaf. 
Dari Segi Sasaran :
Wakaf Publik ditujukan ke masyarakat umum
Wakaf Privat (keluarga) ditujukan kepada keluarga pewakaf (wakif)
Wakaf Musytarak, gabungan antara waqaf publik dan wakaf privat.

Dari Segi Waktu :
Wakaf selamanya (abadi) misalnya tanah wakaf
Wakaf sementara, yaitu wakaf yang dibatasi waktunya oleh usia, harta atau atas kemauan pewakaf.

Dari Segi penggunaan :
Wakaf langsung, seperti :Masjid, Sekolah, Rumahsakit, dll.
Wakaf Investasi yaitu harta wakaf di usahakan untuk mendatangkan surplus dimana surplus tersebut dimanfaatkan sesuai sasaran wakaf.

Menurut Pak Bobby, masyarakat belum melek Wakaf, dompet dhuafa mengajak masyarakat untuk berwakaf walaupun 10 ribu. Dompet Dhuafa memiliki 4 pilar  di bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan. Salah satu yang bergerak di nbidang ekonomi adalah perkebunan atau pertanian  di Subang, dengan kavling seharga 125 juta , bisa ditanami beragam buah-buahan. Paket 1 kavling mendapatkan 40 tiang buah naga = 160 pohon. 2500 tanaman nanas Subang. 15 pohon Durian Matahari. 15 pohon Alpukat Miki. Pepaya Kelina & Pisang Ambon, Saung kayu 9 meter persegi dan toilet 1,5 meter persegi. 

Produksi yang banyak dihasilkan adalah buah naga dan buah nanas, menurut Pak Booby, harapannya Indonesai menjadi pemasok bahan nanas terbesar jangan hanya air putih dalam pembuatan selai dan beberapa produk yang menggunakan nanas. 
Ustadz Syafi selaku manajer di program pendidikan Dompet Dhuafa

Selanjutnya Ada Ustadz Syafi'i selaku ketua Manajemen di bidang Pendidikan. Beliau mengatakan bahwa untuk menjadi siswa di sekolah Smart Ekselensia  dan sekolah yang ada di bawah manajemen domet Dhuafa ada skrining yang ketat. Akan ada tim yang datang ke lokasi untuk mengetahui keberadaan siswa. Untuk menjadi siswa ananda harus melewati beberapa ujian, tidak semua kaum dhuafa dapat masuk. Setelah krieria dhuafa terpenuhi, maka calon siswa harus melewati serangkaian tes. Jika telah lulus maka semua fasilitas yang ada di smart ekselensia dan beberapa sekolah di bawah manajemen Dompet Dhuafa gratis, bahkan ananda dibetikan uang saku 30 ribu perhari. 

Di Bumi Pengembangan Insani (zona madina) Jl. Raya Parung Bogor Km 42 Desa Jampang Kec. Kemang, Bogor  16310.  terdapat beberapa program pendidikan Dompet Dhuafa, seperti :
1. Sekolah SMART Ekselesnsia Indonesia, meluluskan 245 siswa
2. Beastudi ETOS, penerima manfaat sebanyak 5480 mahasiswa dari berbagai daerah.
3. Pusat Pembelajaran, dimulai tahun 2010 dan saat ini menghasilkan 1054 guru.
4. SGI (Sekolah Guru Indonesia) dan Pelatihan & Pendampingan Sekolah. Dimulai tahun 2004 dan sampai saat ini sudah memberikan pelatihan kepada 19.057 guru dan pendampingan 337 sekolah.

Program terbaru dari dompet Dhuafa adalah Pesantren Hafidz Village yang akan di bangun di Lido. Siswanya 70% umum, 30%nya kaum Dhuafa. Di Zona Madina juga akan dibangun Dompet Dhuafa University. Program Dhompet dhuafa terutama Wakaf , Zakat dan Infak  dapat diunduh di Play Store.

Setelah mendengarkan informasi tentang wakaf  dan jangkauan yang diberdayakan oleh Dompet Dhuafa, kami diajak keliling Zona Madina. pertama kami dia jak keliling di Zona pilar pendidikan. Sekolah Smart Ekselensia memberikan fasilitas cukup mewah untuk kaum dhuafa yang mengenyam pendidikan di sini. Kami di ajak berkeliling di perpustakaannya yang cozy luar biasa. Bagian bawah lantai 1 nya adalah tempat anak-anak bisa dengan tenang membaca buku. 

Salah satu pojok perpustakaan yang cozy banget buat baca buku.

Dilantai duanya ada ruangan audio visual. Disana anak-anak bisa menonton film atau peragaan, saat berkunjung guru akan menonton film "Pursuit The happiness" wah, meaningfull sekali film ini, dimana dengan usaha yang gigih seseorang akan mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Favorit movie aku banget nih.

Lorong lantai 2 Audio Visual. Perpustakaan Smart Ekselensia

Dari perpustakaaan kami menuju ke asrama anak-anak, perjalanan menuju asrama melewati koperasi. Konon diisitulah tempat anak-anak jajan, mereka mendapatkan uang saku dari Dompet Dhuafa sebesar 30 ribu rupiah. Asramanya cukup luas, ada dilantai dua, satu kamar isinya ada 4 kasur atas bawah, jadi satu kamar berisi 6-8 orang, bersih sekali. Nama kamarnya diambil dari nama Asmaul Husna. Penasaran, aku melihat kebagian bawah asramanya, disana ada Taylor Club dan day care untuk anak-anak guru dan pengurus asrama serta tempat tinggal kepala asrama.  

Bangunan di belakang kita itu dua lantai, lantai 1 nya taylor club, daycare dan tempat ibu asrama, bagian atasnya asrama anak-anak.
Karena gak bisa diem di satu tempat aku kembali berkeliling tanpa guide, didepan asrama ada kebun hijau tempat anak-anak menanam sayuran, dibantu pelihara oleh tukang kebun. Di dompet dhuafa ini terdapat futsal tapi karena sedang diperbaiki anak-anak lebih suka main di lapangan luar kawasan melewati jembatan, wah surga tak ternilai buat anak-anak kaum dhuafa nih.

Setelah melihat tempat mereka bermain futsal, kami mengunjungi kantin yang bersih bersebelahan dengan PAUD. Di Sekolah Smart Ekselensia ini anak-anak di anjurkan untuk berpuasa Senin _Kamis, jika anak-anak berpuasa, maka akan diberikan snack untuk berbuka dan makan siangnya untuk makan malam. Sekolah ini walaupun untuk kaum dhuafa tidak dibuat asal-asalan, laboratorium dan coaching clinicnya keren.  Anak-anak Dhuafa yang masuk ke sekolah ini tidak semuanya bisa masuk begitu saja, tapi harus melewati serangkain tes, dan screening harta kekayaan serta kemampuan orangtua dalam menyekolahkan anak, sehingga bisa masuk ke dalam sekolah ini dan menikmati fasilitas yang ada.

Ini adalah ruangan klinik coaching dan laboratorium Biologi Smart Ekselensia di Zona Madina

Usai berkeliling di Smart Ekselensia, kami diajak ke Rumah Sakit Sehat Terpadu yang ada di seberang sekolah. Ada penjaga yang siap mengantarkan kami karena perjalanan cukup membahayakan, jalan raya yang memisahkan sekolah dan rumah sakit dilewati truk-truk besar. Alhamdulillah bisa menyebrang dengan baik. Sesampainya di Rumah Sakit Sehat Terpadu, kami di sambut oleh Bapak Direkturnya. Beliau mengatakan bahwa Rumah Sakit ini memberikan gratis kepada kaum dhuafa dan bisa menggunakan bpjs bagi masyarakat umum yang ingin berobat.
Tiga orang ini adalah guide kita. Yang mengantarku berkeliling Bu Intan.
Kami dibagi menjadi tiga kelompok. Saat masuk ke RS. Sehat terpadu ini dibagian atas banyak sekali nama. Ternyata itu adalah nama orang-orang yang mewakafkan hartanya untuk pembuatan RS ini dan segala macam operasionalnya. Kenapa di tulis, tujuannya agar pasien yang berobat ikut mendoakan orang-orang yang sudah berwakaf, dan jika anak-anaknya ingin tahu kebenaran uang wakafnya dikemanakan, maka bisa di lihat namanya di sana. Di setiap ruangan seperti ruanagan operasi, hemodialisa, ada nama terpampang di depannya, bukan nama pasien, tapi nama pendonasi.

Mejeng dulu nih di RS.Rumah SEhat Terpadu Dompet Dhuafa bersama kak Nurul dan Soraya.
Rumah Sakit ini tidak hanya menerima kaum Dhuafa, orang non muslim serta  warga negara lain yang mencari suaka, dibantu oleh Kaum Dhuafa. Saat mengunjungi Rumah Sakit ini ada warga Afghanistan yang mengantar Ibunya (warga Afghanistan) juga untuk mengobati sakit punggungnya. Ternyata Rumah sakit ini juga menerima pasien yang juga mencari suaka. Luar biasa sekali ya.
Narges, mengantar Ibunya yang mengalami sakit punggung. Penduduk Afghanistan yang mencari suaka.
Di setiap kamar di Rumah sakit ini ada tulisan nama, bukan orang-orang yang berada di ruangan perawatan ternyata, tapi para waqif yang mewakafkan hartanya. Setelah mendapatkan perawatan biasanya pasien akan berdoa untuk kesehatannya dan mendoakan para waqif.

Nama Pewaqif  Ruangan ini.

Kami diajak berkeliling RS. Sehat Terpadu, ada ruangan hemodialisa, ruang operasi, ruangan khusus anak, lengkap. Di Ruanga khusus anaknya, serius cozy banget, karena anak dibuat tidak merasa sedang berada di rumah sakit.
Ruangan Khusus anak di RS. Sehat Terpadu, ada pojok bermain, dan tempat susternya dibuat seperti mobil-mobilan. Saat itu ada seorang Ibu yang sedang membacakan cerita pada anaknya. Wah ini jangan sampe anaknya jadi betah yah, hehe.
Saatnya menuju RS hibah dari Qatar, saat menuju kesana ketemu deh sama bagian Rohaninya, jadi selain di gratiskan untuk segala kalangan dengan ketentuan bersyarat. Saat pasien menghadapi sakaratul maut atau sakit parah akan dibimbing untuk selalu mengingat Allah SWT. Bagi yang non islam akan dimotivasi untuk senantiasa berpikiran positif dan sabar dalam menjalani sakit yang di deritanya.  Luar biasa dibimbing dunia akhirat ya.

Kami menuju RS. Sehat Terpadu wakaf dari warga Qatar, bangunannya sudah jadi tapi belum ada pasiennya. Menurut guide kami, yang diprioritaskan untuk berobat di Rumah sakit ini adalah para Hafidz dan hafidzah, marbot masjid dan para asatidz. Kalau selain itu juga dilayani, tapi untuk ketiga golongan tadi lebih di prioritaskan.

RS. Sehat Terpadu Qatar. Hibah dari Warga Qatar untuk marbot masjid, hafidz qur'an dan ustadz.

Baru keliling dua pilar aja aku rasanya udah cuapek, apalagi sampai 4 pilar ya. Sempat juga nih aku berpikir, segini besarnya sekolah dan rumah sakit, gajinya darimana ya? kalau hanya mengandalkan Waqif, sedangkan pewakaf mendonorkan uangnya untuk bangunan. Ternyata dompet dhuafa mengemas semua ini dengan cerdas. Pilar ekonomi dimainkan, selain membangun Daya mart untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengguna rumah sakit juga sekolah. Dompet Dhuafa memiliki aula yang sanagt besar untuk acara-acara pernikahan atau pertemuan. Selain itu, Dompet Dhuafa memiliki tempat wisata dengan nama D'Jampang, disini pengunjung bisa sepuasnya belajar memanah.

Belajar mana di D'jampang kawasan wisata Dompet Dhuafa.
Selain Mart, gedung yang disewakan dan tempat wisata ternyata Dompet Dhuafa juga memiliki hasil bumi yang bisa dinikmati nih seperti, jeruklemon, kacang blu (edamame), tomat ceri, wah sehat dan seger banget, juga beras Berlian hasil dari pertanian dan perkebunannya.

lengkap, ada jeruk lemon, tomatceri, kacang bulu dan beras berlian.
Insyaalah Dompet Dhuafa menyalurkan uang wakaf kita dengan baik dan benar. Kalau ada yang mau ikutan wakaf bisa di wakaf produktif ini. Grup blogger juga buat program namanya gaspolleryang bisa bantu kamu berdonasi  mulai dari 20 ribu saja. Kalau mau ikutan program gaspoller yang sekarang mencapai 2,3 juta, bisa klik di di sini.

Tulis nama, Email, Nomer telpon yang dihubungi dan klik metode pembayarannya.
Yuk, banyak cara untuk menerangi kuburanmu dan menyampaikanmu ke surga Firdaus, salah satunya dengan wakaf di Dompet Dhuafa. Mulai 10 ribu saja, uangmu menjadi sangat bermakna. Mampir ke Instagram Dompet Dhuafa.
















Komentar

  1. Sekarang semakin dipermudah ya mba untuk melakukan kebaikan.. Contohnya seperti dompet dhuafa ini..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Insyaallah saya akan berkunjung balik. Silahkan berkomentar dengan sopan, dan berbagi tips untuk sesama pembaca.